Untuk Tahun 2019, Terimakasih Telah Menempah Ku Berkali-kali Patah Lalu Utuh

Jomblo Akhir Tahun
0 207

Tidak aku lewati 365 hari yang kau beri tanpa jatuh bangun melatih mentalku untuk siap dengan setiap kejutannya. Kejutaan yang menguji kedewasaan dan imanku. Aku tidak diberi waktu untuk mempersiapkan diri . Semua serba tiba-tiba dan aku dipaksa SIAP.

Aku belajar menghargai setiap ucapan manusia. Meski menyakitkan dan memberi kecewa. Aku tidak diberi kesempatan untuk membela diri.  Aku belajar memaafkan membunuh dengan tega segala rasa ingin membalas. Tuhanku meminta untuk bersabar. Menutup lisan dengan amat rapat. Aku diminta untuk ikhlas meski berat diawal kurasa. Aku dipaksa menerima sesuatu yang ingin ku tolak namun tak berdaya melawan Kuasa-Nya.

Aku melewati hari tanpa berhenti berdoa padaNya, meminta dengan sangat untuk diberi kekuatan melewati setiap badai yang datang begitu tiba-tiba dan cepat. Meminta dengan penuh kerendahan diri untuk mengobati luka yang mengangga pada Dia Yang Maha Menyembuhkan.

Baca Rekomendasi :   Bila Tak Sampai Aku Nyatakan Cinta dalam Kata, Biar Rindu Ini Kusimpan dalam Doa

Aku diharuskan memilih diantara pilihan yang sulit. Aku diharuskan memutuskan diantara dua pilihan yang sama-sama ingin aku hindari. Menerima setiap konsekuensi dari apa yang aku putuskan. Aku lelah tapi tak di izinkan menyerah. Lukaku belum sembuh tapi aku dipaksa untuk terlihat baik-baik saja. Menampilkan tawa dan keceriaan dibalik hati yang berdarah-darah.

Aku menangis tergugu seorang diri dimalam yang sunyi penuh pasrah menghadap Rabb ku. Hanya pada-Nya tempat aku kembali meminta pertolongan.

Belum usia keterkejutan dengan apa yang aku putuskan, lagi aku dipaksa untuk melepaskan. Sesuatu yang tidak dicipta untuk aku miliki. Kecewa pasti, tapi mengemis dan menurunkan harga diriku tidak akan.

Baca Rekomendasi :   Jika Dia yang Lebih Dulu Mengungkapkannya, Aku Tak Mengapa. Sebab Jika Jodoh, Tak Akan Kemana ~

Berkali-kali aku dipatahkan , dihempas pada kenyataan yang pahit membuat aku semakin menyadari menjadi dewasa itu berat sekali.

Lagi-lagi aku dipaksa harus siap. Menahan segala emosi akan kenyataan yang aku hadapi. Aku lelah ingin menyerah. Tapi keadaan kembali tidak berpihak padaku.

Seseorang yang aku harapkan menopang ku saat terpuruk pun tak dapat diandalkan. Nyatanya dia pun ikut andil menambah luka.

Penghujung tahun ini aku membuka kembali catatan demi catatan kehidupan pahit dan manisnya. Aku menangis kalau mengingat betapa peliknya ketika ujian itu datang. Dan tersenyum-senyum setelah aku sadar diriku mampu melewatinya dengan cukup baik.

Syukurku berkali-kali bertambah meski akhirnya harus terluka dan berdarah-darah tapi aku mampu tetap berdiri dengan tangguh melewati setiap badai dan topan yang menerjang kehidupanku.

Baca Rekomendasi :   Untuk Kaum Adam, Ini Loh 5 Ciri Muslimah yang Harus Menjadi Kekasih Halalmu

Duhai diri terimakasih telah menjadi kuat sepanjang tahun ini. Terimakasih telah menjadi pendukung terbaik yang aku miliki ketika beban dipundak kian berat. Kamu masih setia menopangnya. Kita hebat bukan ?.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page