Jika Tuhan Sudah Restu, Pasti Hati Mudah Bertemu dan Menyatu

  • Bagikan
Semua berbeda
Semua berbeda

Sejak pertama kita bersama, kamu selalu berkata bahwa kita berbeda. Kita berbeda dari banyak pasangan yang lainnya. Caramu menunjukkan rasa, caramu menjadi seseorang yang selalu ada, memang benar adanya tak sama dengan seperti mereka yang pernah singgah dalam hidupku yang sempat payah. Sempat aku bertanya-tanya perihal rasamu yang sebenarnya.

Karena nyatanya, banyak yang kamu lakukan tak seperti kebanyakan pasangan yang sedang saling mencinta. Bahkan kadangkala, kamu terlihat tak peduli adanya. Walau pada akhirnya aku tetap temukanmu pada waktu-waktu yang tepat. Pada waktu dimana aku mulai terasa begitu payah dan lelah. Bahkan aku masih temukanmu pada pemutaran film yang menyenangkan, pada akhir waktu walau hanya melalui pesan.

Sempat aku masih sibuk bertanya, apa yang sebenarnya yang juga kamu rasa. Aku takut, jika pada akhirnya perjalanan kita sekian lama hanyalah rasaku saja yang bekerja, lalu denganmu yang tak ingin menimbulkan luka padahal tak merasakan hal yang sama. Lalu, waktu yang berlalu laksana memberikan jawab yang ku cari sejak lama. Menyadarkanku bahwa kita manusia yang berbeda dengan lainnya. Yang tak melulu memiliki standar yang sama untuk tunjukkan rasa.

Baca Rekomendasi :   Menangislah Agar Tenang Lalu Bangkitlah Sebab Ada Bahagia Yang Harus Dikejar

Seringnya Kita Tak Mampu Bersama Seperti Lainnya. Tetapi Berbagi Cerita Tak Pernah Terlewat Bagaimanapun Caranya

Jauh sebelum kita saling menemukan, kitalah si bebas itu. Dengan begitu banyak mimpi dan kesibukan yang kita kerjakan. Saling memahami adalah yang kemudian kita lakukan kemudian. Mendukung satu dengan lainnya untuk tetap melakukan apa yang membuat bahagia. Walau pada akhirnya membuat kita tak setiap hari dapat bersama. Bahkan kadangkala, kesibukan menenggelamkan kita, membuatnya tak bertemu tatap atau bahkan memberi kabar bahwa kita baik-baik saja.

Lalu, setelah begitu banyak hari yang terlewati, dengan cerita yang kita bagi walau hanya sekedar dan jika sempat, berakhir pada pertemuan yang telah lama kita nanti. Memberikan waktu penuh, dengar dengan seksama, dan hadir sebenar-benarnya pada masing-masing kita. Berbagi rasa melewati hari-hari yang tak melulu berakhir baik, saling menguatkan, atau bahkan kadangkala kita berbagi tangis bersama pada apa yang membuat kita terluka.

Baca Rekomendasi :   Tak Sedikit Orang yang Mencintai Diam-diam, Akhirnya Harus Terluka Dalam-dalam

Tak Perlu Membandingkan Dengan Yang Lainnya, Karena Cerita Kita Melewati Segalanya Takkan Pernah Sama

Sekali waktu, kadang semesta ikut bercanda diantara hubungan kita. Memberi rasa yang begitu sulit di ungkap, melewati hari terasa begitu berat, lalu meminta temu yang tak kunjung didapat. Ego juga tak lupa untuk memberi semangatnya, membuat kita menahan diri untuk tak mengatakan apa-apa. Padahal kita sendiri tahu, bahwa ia bukanlah dukun ramal yang tahu segalanya tanpa kita beri tahu. Lalu membuat kita lupa, kembali membandingkan dengan mereka di luaran sana. Tanpa sadar, kadangkala berakhir menjadi alasan untuk kita bertengkar, memberi ruang, bahwa kita tengah merasakan kehilangan tanpa mampu di ungapkan dengan kata-kata seperti biasa.

Baca Rekomendasi :   Selamat! Akhirnya Kalian Menikah, Terimakasih Telah Memberiku Luka!

Kita tak pernah sama dengan yang lainnya, perihal menunjukkan rasa. Walau kadangkala terasa begitu sulit untuk berjumpa, waktu masih berkenan berpihak kepada kita. Memeluk erat, dan meminta maaf atas kesibukan yang kerap membuat kita lupa. Masih menjadi saling dengar atas segala rasa bahagia dan duka yang sempat terlewat, dan menggenggam erat tangan yang tengah lelah ataupun begitu bahagia. Kita tak pernah sama dengan lainnya, sibuk yang membuat kita terasa begitu berbeda. Dan waktulah yang akhirnya menjadi hal berharga diantara kita bersama. Menghargai satu dengan lainnya, dan hadir sebenar-benarnya tatkala kita bersama

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page