Butuh Oleh-oleh Khas Yogyakarta? Datang Saja ke Pasar Beringharjo

Pasar Bringharjo Yogyakarta
0 161

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Yogyakarta, kurang rasanya bila tidak membeli oleh-oleh untuk orang terkasih. Agar kamu bisa memilih berbagai macam oleh-oleh, maka kamu bisa mengunjungi Pasar Tradisional Beringharjo. Pasar ini menjajakan produk-produk khas Yogyakarta, mulai dari oleh-oleh kuliner, baju, celana, souvenir dan lain-lain.

Pasar Beringharjo ini ramai dikunjungi oleh warga sekitar dan para wisatawan dari pagi hingga sore. Keramaian ini berlangsung sejak jaman kerajaan Islam di Yogyakarta dulu. Pasar Beringharjo ini merupakan contoh komponen utama dalam pola tata kota kerajaan islam di Yogyakarta dulu yang disebut pilar Catur Tunggal. Catur tunggal ini meliputi Kraton, alun-alun, masjid, dan pasar. Kini pasar Beringharjo menjadi salah satu pusat destinasi wisata Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pasar ini terkenal dengan kain batik ataupun pakaiannya dengan harga miring. Pasar ini pun menjadi pusat grosir souvenir, tentunya dengan harga yang murah. Sesekali kamu akan mencium wanginya aroma rempah-rempah yang digunakan untuk membuat jamu dan membuat kamu rileks dan nyaman. Setelah berbelanja pun kamu dapat memanjakan perut dengan jajanan dan makanan khas Yogyakarta.

Pasar tradisional ini mendapatkan penghargaan nasional sebagai Pasar Tradisional Terbaik Nasional pada tahun 2013. Tidak heran lagi jika pasar ini dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebelum mengunjungi pasar ini, sebaiknya kamu harus mengetahui beberapa informasi berikut ini.

Lokasi Pasar Bringharjo

Kawasan Pasar Beringharjo sangat mudah untuk ditemukan karena pasar ini terletak di kawasan Jalan Malioboro. Pasar ini terletak di Jalan Pabringan No.76, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Lokasinya yang cukup strategis, Pasar Beringharjo sangat mudah di akses menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu dapat mengambil arah selatan pasar. Lahan parkir untuk yang membawa kendaran pribadi berada di sebelah selatan dan timur pasar. Jika menggunakan kendaraan umum, kamu dapat menggunakan gojek, ojek konvensional, atau Trans Jogja. Dengan Transjogja, kamu dapat menggunakan jalur ke arah Malioboro dan berhenti di halte malioboro, setelah itu kamu tinggal jalan kaki sekitar 100 meter ke arah selatan.

Tips Berbelanja di Pasar Beringharjo

Umumnya, berbelanja di Pasar Beringharjo sama halnya dengan berbelanja di pasar tradisional lainnya. Namun jika kamu pertama kali datang kesini, maka tips ini akan sangat membantu kamu saat berbelanja di Pasar Beringharjo.

Pertama, sebisa mungkin kamu menggunakan bahasa Jawa saat berinteraksi dengan pedagangnya. Dengan menggunakan bahasa Jawa, kamu dan penjual akan terasa lebih akrab. Hal ini akan membuat sang penjual mengira kamu sebagai warga lokal, sehingga penjual pun tidak akan memberikan harga yang tinggi untuk dagangannya.

Kedua, kamu harus bisa menawar harga. Tawaran harga di pasar tradisional sangat lumrah, tetapi jumlah harga tawaran yang kamu ajukan haruslah semanusiawi mungkin.

Ketiga, belilah barang dengan jumlah grosiran. Membeli banyak barang oleh-oleh dengan harga grosir akan lebih murah dibandingkan membeli dengan harga satuan.

Fasilitas Pasar Bringharjo

Bangunan permanen pada Pasar Beringharjo ini terdiri atas 4 lantai, dengan luas tanah sebesar 2,5 hektar. Lantai pertama menyediakan batik-batik yang bermacam-macam, seperti batik batik tulis atau pun batik cap. Dengan keindahan motif batik ditambah dengan model pakaian yang cukup bervariatif, membuat para pengunjung sibuk dan bingung saat memilih batik-batik tersebut. Tidak hanya batik, lantai satu ini juga menyediakan aksesoris atau souvenir untuk oleh-oleh dengan harga yang miring.

Lantai 2 menyediakan aneka rempah-rempah untuk jamu dan bahan baku makanan. Sedangkan lantai tiga menyediakan aneka barang-barang antik seperti radio jaman dulu, mesin ketik, mesin jahit, dan barang antik lainnya. Di lantai 4, kamu bisa menemukan berbagai kerajinan tangan tradisional Yogyakarta. Harga dari kerajinan-kerajinan tersebut tentu saja akan sesuai dengan kualitasnya, baik itu dari segi keindahan maupun kerumitan pembuatannya.

Sejarah Pasar Bringharjo

Pasar Beringharjo disematkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Saat itu, beliau menginginkan nama semua tempat, gedung, dan instansi-instansi menjadi berbahasa Jawa. Nama Beringharjo sendiri berasal dari kata ”Bering” yang berarti pohon beringin, dan “Harjo” yang berarti kesejahteraan. Dengan harapan, nama “Beringharjo” ini mampu meneduhkan atau mengayomi seperti pohon beringin sekaligus memberikan kesejahteraan.

Pasar Beringharjo ini berdiri pada tahun 1758, dan bangunan permanennya berdiri pada tahun 1925. Pasar ini pernah dijuluki oleh Hindi-Belanda “Ender Mooitse Passersop Java” dengan artian pasar terindah di tanah Jawa. Sebelum menjadi tempat pusat perekonomian, tempat ini merupakan kawasan hutan beringin.

Itulah beberapa hal penting yang harus kamu ketahui sebelum mengunjungi Pasar Beringharjo. Oleh karena itu, kamu tidak perlu bingung lagi untuk mencari oleh-oleh Yogyakarta dengan harga miring dan barang-barang yang berkualitas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page