Di Balik Tangis yang Menderu, Aku Bersyukur Bisa Dipersatukan Denganmu

  • Bagikan
Tangis yang menderu
Tangis yang menderu

Aku bertemu dengannya. Dengan cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahkan jika ditarik garis pun, rasa-rasanya bertemu dengannya adalah sebuah ketidakmungkinan. Tetapi, aku selalu percaya, bahwa semesta tak pernah berhenti bekerja. Mempertemukan setiap manusia bahkan jika jarak tetap sejauh satu putaran bola dunia. Kadang kala, aku masih tak percaya tatkala aku menatapnya seperti saat ini. Seseorang dengan senyumnya yang begitu menularkan bahagia. Lalu, pernah suatu waktu aku menemukannya dalam tangisnya yang begitu dalam. Terisak begitu dalam, pada rasa yang begitu penuh dengan kejujuran.

Perempuan ini, adalah sesosok yang pada akhirnya menemaniku hingga saat ini. Dengan jangka waktu begitu lama, yang tetap berusaha membuatku tetap baik-baik saja, dan bahagia. Aku tak memungkiri, bahwa acapkali banyak diantara mereka yang menyuruhnya untuk pergi meninggalkanku. Sebab bahwa aku yang tak sama memperlakukannya seperti kebanyakan para pecinta lainnya. Tetapi nyatanya, masih kutemukan ia. Dengan senyumnya yang sama, dengan tatap matanya yang masih tetap sama setiap harinya.

Baca Rekomendasi :   Yang Merebut Tidak Akan Benar-Benar Bahagia, Tuhan Pasti Adil Membalasnya

Genggaman Tangannya Yang Kerap Menggenggamku Erat. Menyalurkan Tulus Rasanya Kepadaku Yang Masih Begitu Banyak Kekurangannya

Ia bukanlah seseorang yang sangat luar biasa. Ia seperti kebanyakan perempuan lainnya, yang memiliki rasa. Yang mengedepankan perasaan terdalamnya lalu kemudian logika. Jika dibandingkan dengan banyaknya perempuan diluaran sana, rasanya ia bukanlah apa-apa. Ia juga memiliki begitu banyak kekurangannya. Yang bahkan kadangkala membuatku kebingungan dibuatnya. Tetapi, dibalik setiap kurangnya, ia adalah si gigih yang membuatku terpana. Dengan bagaimana caranya untuk memastikanku baik-baik saja, membuatku terus merasa bahagia bahkan tatkala di ujung hari segalanya terasa begitu menyiksa.

Seringnya ia menggenggamku dengan tiba-tiba. Entah tatkala langkah kita sedang bersama atau saat ia sedang bercerita begitu serunya, atau saat hening tercipta diantara kita, genggaman tangannya terasa seperti tengah berbicara, meyakinkanku bahwa segalanya akan baik-baik saja bagaimanapun pada akhirnya. Hal-hal sederhana yang sering tanpa duga tercipta memberiku rasa bahagia, membuat detak jantungku berdetak tak beraturan saat sedang bersamanya. Menemukannya saat itu, berbincang dengannya, dan bahkan melewati banyak hal hingga saat ini adalah apa yang selalu ku syukuri karena telah bertemu dengannya.

Baca Rekomendasi :   Jangan Biarkan Masa Depanmu Jadi Sulit, Karena Masih Menyimpan Luka Dari Masa Lalu

Semesta Memang Tak Pernah Bercanda. Cara Kerjanya Tak Pernah Mampu Kita Taksir Akan Menjadi Seperti Apa Akhirnya

Adalah takdir yang membuat kita bersama hingga saat ini. Bahkan pertemuan kita adalah restu semesta yang tak pernah ku sesali adanya. Jatuh cinta kepadamu, diterima tanpa tapi dengan sepaket kekurangan dan kelebihan yang dimiliki adalah apa yang seringnya ku syukuri. Aku tak pernah mampu berjanji bahwa aku bisa membahagiakanmu setiap hari. Karena nyatanya, kadangkala akulah yang menjadi pelaku dari luka yang datang kepadamu. Tetapi, biarlah caraku yang tak sama seperti kebanyakan lainnya tetap berjalan sebagaimana adanya. Menunjukkan rasaku kepadamu dengan cara yang tak biasa.

Baca Rekomendasi :   Bila Rasa Kian Tak Terbalas, Maka Lepaskanlah Dia Dengan Ikhlas

Aku tak pernah tahu bagaimana kita pada akhirnya. Biarlah ia tetap menjadi misteri yang tak pernah membuat kita menjadi terburu-buru menuntut semesta memberi tahu bagaimana nantinya. Biarlah setiap waktu berjalan bagaimana kita menghabiskan bersama seperti sejak pertama. Saling ada, mendukung satu dengan lainnya, berterimakasih atas rasa, dan meminta maaf pada setiap luka yang kadangkala tak sengaja tercipta. Jatuh cinta kepadamu adalah apa yang tak akan ku selali pada akhirnya. Apapun yang akan menjadi takdir diantara kita. Karena ku tahu, jatuh cinta kepadamu, mengantarkanku pada perjalanan rasa yang tak terbayangkan sebelumnya.

Aku mencintaimu, perempuanku.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page