Kuperjuangkan Kamu Dengan Bismillah, Semoga Tuhan Merestui

  • Bagikan
Cinta yang tulus
Cinta yang tulus via instagram.com/ivankafs23

Bukan cinta pada pandangan pertama yang membuatku jatuh cinta kepadamu. Rasa-rasanya, sebelum kita bertemu saling menatap, hanya ada pesan singkat yang menemani perjalanan ku sepanjang hari. Dengan ceritamu, bersama dengan pesan-pesan yang kamu kirimkan untukku. Jauh sebelum aku bertemu denganmu, rasanya kutemukan sesuatu dalam dirimu, yang membuatku tertarik begitu kuat, dan percaya bahwa kamulah yang selama ini ku cari pada akhirnya.

Seringkali aku bertanya, akankah segalanya akan berakhir begitu cepat seperti sebelumnya. Karena sulitnya menerima, atau bahkan hanya ingin dimengerti satu sisi saja. Tetapi aku sadar, ketakutan masa lalu, tak membuatku pergi kemana-mana. Jatuh cinta akan tetap hadir bersama dengan konsekuensi sakit hati kemudian. Tetapi, kamu memberiku ruang dan keberanian. Penerimaanmu sejak pertama kepadaku adalah alasan pertamaku untuk terus melaju kearahmu. Biarlah nanti berakhir akan seperti apa, karena yang ku tahu, aku perlu memperjuangkanmu terlebih dulu. Hingga akhirnya semestalah yang kan memberi tahu, menuntunku untuk terus bersamamu atau pergi karena maumu.

Baca Rekomendasi :   Aku yang Selalu Memprioritaskanmu, Namun Masa Depanmu Bukanlah Aku

Caraku Bisa Saja Tak Sama Seperti Mereka. Tetapi Percayalah Bahwa Perasaanku Benar Adanya Untukmu

Pesan-pesan kita kemudian berubah menjadi temu. Temu yang tak pernah ku duga sebelumnya. Ku kira, kamu akan pergi setelahnya karena mungkin aku tak seperti maumu. Ternyata tidak, kamu masih memperlakukanku seperti biasa. Berkirim pesan dengan bahasa yang sama. Pertemuan kita berlanjut hingga cerita-cerita selanjutnya. Berbagi denganmu atas cerita yang tak sembarang kubagi dengan mereka yang telah lama bersamaku. Ada rasa percaya dan aman tatkala bersamamu, pun dengan bercerita kepadamu. Seperti kutemukan rumah bagi semua cerita yang kusimpan sejak lama.

Caraku mungkin tak sama dengan pecinta lainnya. Yang memberi bunga, atau perhatian-perhatian setiap waktunya. Tetapi yakinlah bahwa rasa ini benar adanya untukmu. Aku yang berusaha hadir untukmu dalam waktu sulitmu, atau saat dimana kamu perlu seseorang mendengarkan segala keluh kesahmu, walau tak setiap hari kita bertemu. Aku yang akan menjadi orang pertama yang membaca semua karyamu dan menyemangatimu meraih apa maumu. Aku yang akan memberikanmu kebebasan untuk berkelana jika memang itu maumu, lalu aku yang akan mendengarkan semua ceritamu tanpa pernah bosan hingga kamu tidur terlelap di tengah cerita serumu. Mungkin juga, kadangkala tanpa sengaja kamu akan sulit menemukanku, tetapi percayalah bahwa aku tak pergi meninggalkanmu sendirian jika hari itu tiba. Karena aku akan tetap ada untukmu bagaimanapun keadaannya.

Baca Rekomendasi :   Aku Bertahan Karena Mencintaimu Dengan Tulus Dan Menerima Sisi Burukmu

Terima Kasih Telah Menerima Dan Berjuang Bersama. Pada Akhirnya Aku Hanya Berharap Tuhan Kan Berkenan Menyatukan Kita Untuk Bersama

Diterima olehmu adalah apa yang kudapatkan kemudian. Diterima sepaket kekurangan dan kelebihan olehmu rasanya begitu cukup bagiku. Pun waktu yang berganti membuat kita saling mengenal satu sama lain. Saling memahami dengan pemahaman yang tak pernah ku terima sebelumnya. Aku merasa begitu istimewa bersamamu. Karena tak hanya sendirian, kamu juga berjuang bersama denganku, dengan berbagai cara yang kita mampu. Tuhan begitu baik memberiku kesempatan untuk bertemu dan mengenalmu. Lalu kini berjuang bersamamu di setiap waktu yang kita mampu.

Akhir perjalanan kita tentu masih menjadi rahasia semesta. Lagipula aku tak ingin mendikte harus seperti apa nantinya. Mungkin perjalanan kita tak melulu baik adanya. Pun waktu yang kita lalui tak selalu baik-baik saja. Tetapi, biarkan tangan ini tetap menggenggammu. Memastikanmu tetap berdiri tegak dan baik-baik saja. Semoga rasa dan perjuangan ini Tuhan izinkan kita untuk terus bersama, selamanya.

Baca Rekomendasi :   Ikhlaslah, Insyaallah Kesedihanmu Tidak Akan Terus-terusan Membuatmu Lemah
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page