Masa Lalu Biarlah Berlalu, Karena Allah Ganti Dengan Masa Depan Nan Baik

Saya telah melepas banyak hal. Dan keburukan-keburukan dimasa lalu telah banyak merubah cara pandang saya.

0 7.994

Saya menyadari seseorang tidak akan lepas dari masa lalunya. Bukan lantas dia tidak bisa meninggalkan masa lalunya. Beberapa orang masih ada yang terjebak disana. Entah karena tidak bisa atau enggan untuk beranjak atau mungkin sudah terlalu nyaman hidup didalamnya. Dan saya satu dari beberapa orang yang memilih keluar dari masa lalu.

Saya yang dulu telah tiada, terkubur dalam lubang yang dalam, seiring hati yang semakin menunduk malu pada Pencipta-nya.

Saya yang dulu telah pergi jauh meninggalkan penghuninya. Melepas segala kenikmatan yang katanya membahagiakan. Seiring diri yang semakin takut akan hukumanNya. Semakin menyadari segala salah , kian langkah ini ingin cepat berpaling, beranjak dari tempat penuh sesak .

Baca Rekomendasi :   Pertahankan Dia yang Tahu Sisi Terburukmu, Namun Masih Tulus Menyukaimu Apa Adanya

Terisak dengan diri yang mengigil ketakutan . aTakut jika detik ini berhadapan dengan maut yang memberi salam. Tidak perlu saya jelaskan seburuk apa diri ini dulunya.

Tidak perlu saya umbarkan aib yang dengan tidak mudahnya saya tutup-tutupi. Cukup semesta jadi saksi bagaimana diri ini dulu pernah dilumuri dosa.

Saya yang kini kalian kenal adalah dia dengan kehidupan barunya. Bukan sesuatu yang mudah untuk beranjak dari kebiasaan dan rutinitas yang amat lama dilakoni. Tolong kerja samanya untuk tidak menarik saya kembali dalam kenangan masa lalu.

Jika ada yang bertanya tentang saya yang dulu katakan jika dia telah tiada. Dia telah dibuang oleh pemiliknya pada lubang terdalam. Saya tidak berharap apresiasi siapapun. Pujian atau sanjungan sekalipun. Saya pun tidak keberatan jika kalian yang ku sapa sebagai teman memilih meninggalkan.

Baca Rekomendasi :   Karena Diperjuangkan Untuk Dihalalkan Lebih Indah Dari Dijadikan Pacar, Setuju?

Iya inilah saya yang sekarang. Yang lebih takut ditinggalkan Tuhannya daripada teman-teman dunianya.

Teman, mungkin kamu mengenal saya dengan sederet cerita buruk tentang perilaku saya. Saya tidak dapat mencegah ingatan itu hilang. Tapi saya minta dengan penuh harap, jangan umbar aib saya dimasalalu. Tolong jangan mengungkit-ungkit lagi cerita lama yang sudah saya tutupi dengan sebaik-baiknya.

Saya telah melepas banyak hal. Dan keburukan-keburukan dimasa lalu telah banyak merubah cara pandang saya.

Melatih saya untuk jeli dalam mengambil keputusan menentukan arah mana yang ingin saya lewati demi masa depan yang baik dan tidak mengulang kesalahan yang nanti akan disesali.

Masa lalu, maaf aku tidak perkenankan kamu sekedar bersapa dengan hidup ku lagi. Pergilah menjauh.

Baca Rekomendasi :   Jangan Memandang Lelaki Dari Hartanya, Tapi Dari Tanggungjawabnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page