Curug Goa Lumut, Tempat Berendam dan Menikmati Alam Nan Mempesona

Curug Goa Lumut
0 23

Adakah diantara anda yang ingin pergi berlibur di Kota Bogor namun bingung hendak mengunjungi tempat wisata yang mana ? Nah, untuk anda yang memiliki minat besar akan destinasi bernuansa alam, Curug Goa Lumut bisa menjadi salah satu pilihan tempat wisata alam terbaik di Bogor yang anda pilih.

Bogor, dengan julukan Kota Hujan ini mempunyai seribu curug atau dalam bahasa Indonesianya ialah air terjun. Curug kini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menjadi tempat wisata favorit, dimana lokasinya tepat berada di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede.

Curug Goa Lumut di kaki Gunung Salak ini ternyata banyak dikunjungi oleh wisatawan pada hari libur. Memiliki air terjun yang tidak terlalu besar, akan tetapi air pegunungan yang mengalir sangatlah alami dan jernih. Kerjernihan tersebut memang sudah terjaga mengalir dari hutan Gunung Salak.

Baca Rekomendasi :   9 Spot Terbaik Menikmati Sunset di Yogyakarta, Anak Muda Jogja Pasti Khatam!

Pesona alam yang ditawarkan Curug Goa Lumut sangatlah menarik. Anda bisa berenang, berendam atau sekedar bermain-main air dengan menunggang balon hiu di tempat wisata curug ini. Penasaran bukan bagaimana sensasi kenikmatan ketika berada di Curug Goa Lumut ini ?

Curug Goa Lumut Bogor
Curug Goa Lumut Bogor via instagram.comaldybaihaqi

Air terjun Goa Lumut ini berlokasi di Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Untuk akses jalan menuju lokasi curug ini cukup mudah, apalagi jika anda menggunakan kendaraan pribadi. Lantas, bagaimana dengan rute menuju lokasi wisata ? Anda bisa langsung menuju Jalan Raya Jakarta Bogor, kemudian pilihlah rute menuju Yasmin dan teruskan hingga IPB Dramaga. Nah, ketika sampai di IPB Dramaga, anda akan menemukan pertigaan Cibatok dan plang khusus sekitar 3-5 kilometer. Nah, dari sinilah anda tinggal mengambil arah kiri untuk menuju kawasan Gunung Bunder.

Baca Rekomendasi :   Gunung Putri Lembang, Spot Terbaik Menikmati Sunrise di Bandung Barat

Anda tidak perlu khawatir jika berkunjung ke Curug Goa Lumut karena terhalang oleh biaya. Mengapa ? Sebab, anda tidak butuh biaya mahal untuk berwisata di Curug Goa Lumut ini. Harga tiket dan biaya parkirnya pun sangat terjangkau yang dijamin tidak akan membuat kantong anda bolong. Begitu anda tiba di gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak, anda hanya merogoh kocek Rp 10.000 untuk tiket masuk satu orang. Sedangkan untuk biaya parkirnya dipatok harga Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Bagaimana dengan perjalanan menuju Curug Goa Lumut ? Apakah menyenangkan ? Tentu saja, selama perjalanan anda akan menjumpai beberapa curug lainnya di sekitaran Gunung Salak Endah. Beberapa diantaranya seperti Curug Cihurang, Curug Cadas Ngampar, dan lain sebagainya. Jika anda sudah melewati semua tempat tersebut, maka anda akan tiba di Curug Goa Lumut.

Baca Rekomendasi :   Tak Ada Habisnya, Ini 30 Destinasi Wisata Jogjakarta yang Bikin Rindu

Sebelum tiba di Curug Goa Lumut, anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah hutan pinus dan pepohonan hijau di sekitar lokasi wisata. Anda pun bisa berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan berfoto-foto sembari menikmati panoramanya. Nah, setelah kurang lebih 10 menit berjalan kaki, maka anda akan sampai di Curug Goa Lumut, air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter dengan kedalaman 4 meter. Wah, menakjubkan sekali bukan ?

Apakah di Curug Goa Lumut juga meneydiakan fasilitas yang memadai ? Tentu saja, fasilitas di tempat wisata ini sudah cukup lengkap. Disini anda bisa menemukan kamar bilas untuk membersihkan diri, rumah makan, pondokan untuk tempat beristirahat dan menyantap bekal, mushola dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui sedikit banyak tentang Curug Goa Lumut, apakah anda tertarik untuk menikmati liburan anda bersama keluarga di Curug Goa Lumut ? Jika ya, segera meluncur ke Jalan Raya Pasir Reungit, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan untuk menjelajahi destinasti wisata alam Curug Goa Lumut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page