Cinta Itu Memberi Kekuatan. Dan Dicintaimu Kembali Seperti Mimpi Yang Menjadi Nyata

Lelaki idaman dan imam yang baik
0 0

Luka lama itu kadangkala tiba. Ia membuatku menjadi tak berdaya. Bukan karena aku belum memaafkan, tetapi bekas luka itu terasa mengakar dalam diri, yang seringnya tanpa diminta menunjukkan cerita kelam masa lalu. Yang dengan sekuat tenaga, aku ingin melupakannya begitu saja. Mereka bilang, aku harus berbagi entah kepada siapa. Sayangnya, aku tak lagi percaya dengan mereka yang ada. Karena kebanyakan, mereka hanya ingin tahu, dan tak benar-benar peduli atas apa yang terjadi.

Hingga disuatu waktu, ku temukanmu. Pertemuan tanpa sengaja yang tentu Tuhanlah yang menakdirkan semuanya. Lagipula, kita sebagai hambaNya bisa apa selain karena semua rencana yang telah Tuhan siapkan? Sebuah pertemuan yang membuatku kembali memilih bangkit perlahan, walau kadangkala luka yang ada seperti menahan. Membuatku tak lagi mampu berdiri tegak, percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Tetapi, sejak pertemuan itu, ada harapan baru yang sering ku rapalkan untuk diriku sendiri. Dan itu, tentu perihal tentangmu.

Baca Rekomendasi :   Dia Bukannya Pergi, Dia Hanya Kembali Kepada Jodohnya Yang Sebenarnya

Ada Yang Berubah Sejak Pertemuan Pertama. Aku Harap Apapun Yang Terjadi Hal Terbaik Tetap Datang Menghampiri

Gagu dan kelu lidahku saat pertama berjumpa denganmu. Di salah satu teater kota, kita memilih untuk menghabiskan malam bersama dengan film yang baru saja tayang. Hanya pertanyaan basa-basi yang mengawali, lalu langkah kita menuju pada tempat dimana kita memilih kursi. Tak ada perbincangan apa-apa. Hanya tawa seperlunya, atau aku yang bertanya tentang pemain yang ada karena aku tak mengikuti serialnya. Pertemuan kita rasanya terlalu biasa jika dibandingkan dengan banyaknya cerita yang ku terima. Tetapi entah mengapa setiap cerita yang terlewati ia begitu membekas di dalam memori. Membuat senyum ini tanpa sengaja hadir tatkala aku mengingat semua cerita yang pernah terjadi.

Baca Rekomendasi :   Percaya Bahwa Ketetapan Allah yang Terbaik, Meskipun Harus Diawali Dengan Air Mata

Pertemuan pertama kita memberikan cerita baru dalam hidup. Menutup perlahan luka yang pernah ada. Memberikan harapan dan cerita baru yang membuatku merasa sedikit baik-baik saja. Aku selalu menantikan pertemuan kita selanjutnya. Yang ku tahu entah kapan akan tiba. Tetapi, harapku tak pernah berhenti begitu saja. Karena sejak pertama kita berjumpa, seperti kutemukan seseorang yang telah lama ku nanti hadirnya.

Cinta Adalah Kata Kerja. Karenanya Ia Tak Akan Berarti Apa-Apa Tanpa Usaha Keduanya

Ku pikir aku mulai jatuh cinta kepadamu. Setelah malam itu, kita memilih untuk mulai saling berbagi cerita yang kita punya. Memberikan rasa percaya kepada masing-masing dari kita. Di dekatmu, seperti perasaan tenang yang telah lama tak lagi kurasa. Bersamamu, aku tak perlu menjadi seperti orang asing, yang berusaha untuk menarik perhatianmu. Karena bersamamu, aku mampu memilih menjadi diri sendiri. Pun, ku temukan mu, seseorang yang mampu menjadi pendengar baik tanpa menyakiti di setiap cerita yang kita bagi.

Baca Rekomendasi :   Karena Rezeki Telah Tertakar dan Jodoh Tak Akan Tertukar

Jatuh cinta kepadamu setelah sempat kurasakan luka kadangkala membuatku seringnya ingin menyerah saja. Aku takut jika pada akhirnya kecewa yang akan tiba nantinya. Tetapi, jatuh cinta adalah sesuatu yang membuat kita berkenan berusaha lebih dari biasanya. Dan aku akan memilih mengusahakanmu sampai waktunya tiba. Biarlah nanti akan menjadi seperti apa perjalanan kita. Hanya saja, yang perlu ku tahu bahwa saat ini aku hanya perlu memperjuangkanmu. Menerima segala lebih dan kurang yang ada dalam dirimu. Karena rasa kita berdua tak akan berarti apa-apa, tanpa adanya usaha.

Semoga Tuhan berkenan, untuk membuat kita melanjutkan segala cerita, membuat kita terus bersama, dan berbenah diri untuk kehidupan kita selanjutnya. Dan teruntukmu, terima kasih karena telah hadir, memberikan perasaan cinta yang baru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page