5 Fakta yang Harus Kamu Tahu Dengan Baik Sebelum Memutuskan Menikah

Foto Bersama di Buku Nikah
0 11

Menikah itu belum tentu seindah yang mungkin jadi bayanganmu saat ini. Menikah bukan hanya tentang menjadi ratu satu atau dua malam, menggelar pesta mewah meriah, kamu mengenakan gaun bak putri dalam dongeng, bukan hanya tentang bagaimana serunya kalian merencanakan mau foto dimabuk cinta di lokasi mana, atau merencakan dimana kalian akan melepaskan letupan asmara berdua.

Pernikahan adalah saat kamu tau segala keburukan pasanganmu, dan tentu keburukanmu sendiri. Selama apapun kalian bersama sebelum menikah, kalian akan terkejut mendapati keburukan masing-masing.

Pernikahan adalah tentang bagaimana kalian akan menghabiskan separuh hidup kalian di dunia dengan orang itu. Dari kamu membuka mata pagi hari hingga menutup mata di malam hari. Mendapati kenyataan ternyata pasanganmu ngorok seperti tornado, atau kenyataan jarang mandi, jorok, tidak mau membantu pekerjaan rumah, kamu harus siap dengan kemungkinan buruk lainnya.

Pernikahan bukan lagi bukan lagi tentang Aku atau Kamu. Tapi tentang kita. Pernikahan adalah kesepakat dari kumpulan ketidaksepakatan” kalimat ini saya ambil dari seorang yang baik, dan saya suka kalimatnya. Kalian akan menemukan SEGUDANG perbedaan, ketidaksepakatan, trust me, there is no happy marriage life without struggle.

Kalian harus bersepakat entah mau atau terpaksa demi menjaga hubungan pernikahan yang baik dan harmonis. Ini tentang menyatukan dua kepala, dua pemikiran, dua visi yang berbeda.

Baca Rekomendasi :   Nyatanya, Tuhan Hanya Mempertemukan Kita Bukan Untuk Mempersatukan

Pernikahan bukan tentang kalian bisa kemana-kemana berdua dengan sah, tanpa harus ijin orangtua atau mendengarkan gunjingan orang lain. Bukan juga tentang memiliki anak. Bukan itu tujuan pernikahan. Cinta yang meluap-luap tidak akan selamanya. Kedua belah pihak harus memiliki tanggungjawab penuh untuk terus menjaga api asmara dan kehangatan hubungan. Tidak ada berat sebelah, harus seimbang.

Saat kamu sudah siap untuk menghadapi kemungkinan dari kenyataan yang ada, baru bisa pikirkan dan putuskan untuk menikah.

1. Ketahuilah Pribadi Pasanganmu dengan baik.

Ini SANGAT penting. Lakukan penjajakan, pengenalan dengan baik, or whatever you named it, yang penting kenali sifat dan seluk beluk pasanganmu. Karena saat kamu menikah kamu sudah membeli tiket express one way. There is no Return ticket. Semua orang inginnya menikah satu kali kan?

Jangan pernah terburu-buru. Kamu harus yakin. Pasanganmu adalah orang yang BAIK. Mari samakan definisi kata baik.

Kalau calon pasanganmu overprotective itu bukan baik. Kalau dia membatasi ruang gerakmu itu juga tidak baik. Terlebih dia suka berbicara kasar apalagi berlaku kasar kepada kamu itu SANGAT bukan Pria Baik.

Jangan pernah menolerir Pria seperti ini dalam hidupmu, jangan pernah berpikir atau berhalusinasi pria seperti ini akan berubah saat kalian sudah menikah.

Baca Rekomendasi :   Jangan Baper Kepada Pasangan, Karena Kebahagian Kamu Meningkat di Level Dewa

Saya beri tahu, ITU MIMPI.

“Ya kan kalau sudah menikah dia gak separno sekarang, kan aku uda jadi istrinya. Jadi gak se extreem sekarang lah”

“Dia janji mau berubah kok, dia sekarang cuma takut kehilangan aku. Kalau sudah menikah kan aku jadi miliknya, ga mungkin takut kehilangan”

And the bla..and the blaa..ini beberapa kalimat yang jadi angin surga dan alasan untuk tutup mata. Kalau kamu gak mau menyesal, menderita setelah menikah, jangan pernah tutup mata dan berhalusinasi tingkat dewa. Mereka tidak akan berubah. trust me, TIDAK AKAN apalagi karena kamu.

Pria seperti itu baru (mungkin) bisa berubah kalau mereka menjalani terapi kepribadian, atau ke psikiater.

2. Jadi Carilah Pria yang Baik. Jangan terburu. Kenali pasanganmu dengan baik.

Mereka yang mendukungmu, menghargai mu, percaya kepadamu, memandang derajatmu sama seperti mereka, menyayangi keluargamu, menghargai teman-temanmu, menghargai keputusanmu, tidak dibuat-buat, tulus. Dan bisa menjaga komitmen bersama.

Benar. Tidak ada yang sempurna didunia. Tapi jangan jadikan iti untuk menurunkan standar dirimu dan standar mu atas pasangan yang akan menjadi Imam dalam hidupmu. Dan semua hal yang saya jabarkan diatas akan lebih mudah kamu lalui dengan pria yang TEPAT. Karena pria yang awalnya baikpun saat sudah menikah bisa —ternyata— punya pribadi buruk lainnya. Apalagi yang dari awal sudah terlihat buruk!

Baca Rekomendasi :   Aku Sih Enggak Ngelarang Kamu Dekat Dengan Siapapun Kecuali Sama Mantanmu

Kamu berharga. Kamu pantas dicintai dan dihargai. Kamu layak diinginkan pria manapun. Pelan saja. Jangan terburu.

3. Bekerjalah..berbisnislah…yang penting make money!

Jangan gantungkan hidupmu dengan pasanganmu. Open your eyes, saya bukan sengaja untuk menakut-nakuti kamu dengan segala tulisan saya. But it’s reality!! Karena mungkin banyak dari kalian yang masih belum menikah hanya membayangkan suatu yang indah TANPA mangantisipasi kemungkinan lainnya yang tidak selalu indah.

Jangan jadikan suami pemegang kendali penuh atas hidupmu karena kamu tidak berpenghasilan. Jadilah istri yang sepadan. Yang sedikit lebih rendah dengan suami, karena kalau saya katakan sama tinggi tetap suami adalah kepala rumah tangga. Jangan buat GAP terlalu jauh dengan derajat suami.

Saat kamu berpenghasilan, kamu punya hak atas dirimu sendiri. Kamu bisa menolak saat sesuatu hal buruk terjadi padamu. Kamu bisa membela dirimu sendiri, dan anak-anakmu kelak.

Dan lagi, beraktifitas membuat mu waras. Gak cuma pusing mikirin suami mu diluar ngapain, sama siapa dan lain lain. Itu akan baik untuk kesehatan mental mu.

But..ini lagi-lagi hanya pendapat saya tanpa meng-judge pilihan siapapun. Stay strong gurls.. 😊

Artikel ini merupakan jawaban dari pertanyaan Apa yang harus diketahui gadis Indonesia sebelum menikah? oleh Prasdina di Quora.id


Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page