Aku Salah Memilihmu Menjadi Ladang Menuai Cinta, Akhirnya Hanya Menuai Luka

Salah memilih pasangan
0 9

Lantas, apa yang membuat kita benar-benar memilih untuk kata pisah? Yang sempat membekas, namun akan benar-benar lenyap dari ingatan. Termasuk menjadi buah bibir di setiap luka yang kita sayat masing-masing. Pada dua pasang bola mata yang tak lagi menumpahkan cerita.

Kadang, aku berupaya untuk tetap mempertahankan. Namun, ada yang semakin remuk di dalam hatiku. Namamu semakin memudar. Dan namaku mungkin akan segera terseret pada sebuah senja yang datang sebentar lagi. Lalu redup menjadi gulita. Begitulah, aku akan benar-benar pulang. Menutup pintu. Menutup gorden dan jendela kecil kamarku. Termasuk menutup namamu dalam setiap lisan yang sempat tumpah berkali-kali.

Aku salah! Aku salah memilihmu menjadi ladang menuai cinta. Namun, aku hanya mampu menuai luka berkali-kali. Aku benar-benar pulang. Menyelimuti tubuhku dalam gigil rindu yang salah. Memeluk temu yang pecah-ketika kau benar-benar tak hadir dalam mimpiku. Sekarang, aku tahu! Bahwa menaruhmu dalam setiap doaku menjadi suatu kesalahan, bukan lagi kebetulan. Sebab cinta hadir tanpa sebab dan melupakanmu ialah cara terbaik menghapus namamu.

Baca Rekomendasi :   Kala Tuhan Membuat Kita Jatuh Hati Pada Orang yang Bukan Jodoh Kita

Begitu! Aku salah merindui nama. Dan aku salah menaruh hatiku-karena akan disakiti saja. Dan aku selalu membenamkan namamu-bahwa dirimu tak begitu menarik dalam setiap doaku. Aku telah dulu melepas temu yang retak itu. Dan aku telah merelakan melepasmu, untuk selamanya. Sebab, tak akan ada lagi temu yang mendebarkan.

Ntah mengapa, merindu kepada dia yang tak seharusnya dirindu mampu menahan hati untuk tetap pada rasa ini, rindu. Padahal itu selalu membuat sakit, kala memutar memori yang dulunya sempat singgah namun kini pergi begitu saja. Menyisahkan luka, namun ada makna dari setiap kecewa. 🙂

Menjadikanmu selalu ada kan? Di hatiku. Namun, aku akan tetap beku memeluk rindu yang tak pernah tersampaikan itu. Dan aku akan tetap menjadi ranting yang diselimuti salju. Lalu menggigil dengan gamangnya. Ternyata berat! Aku menyadari jika menjadimu tak segampang anggapanku. Dan aku telah salah menerka bahwa kembali menaruh kepastian padamu adalah kekonyolan semesta.

Baca Rekomendasi :   Wanita Paling Bahagia, Wanita yang Dicintai Oleh Lelaki yang Mampu Memahami Kekurangannya

Tentang sebuah embun-embun yang bermunculan. Tentang sebuah rindu yang beku. Dan kata yang kian patah. Aku akan tetap menjadi orang paling salah di harimu. Aku akan tetap kalah-karena dia telah dulu datang, mengetuk pintu hatimu dan menyelinap diam-diam di setiap harimu. Dia akan menjadi tokoh paling dinantikan di dalam ceritamu. Dia akan menjadi tawa yang memudarkan kegelisahanmu.

Sedangkan aku? Ya, aku hanyalah pemenuh ceritamu. Tak apa! Sebab aku masih diberikan secuil hati untuk bisa setegar ini. Untuk selalu tersenyum di balik retaknya rasa. Menjadikanmu tiada di hatiku tidaklah gampang. Meniadakan hasrat untuk mendulang ‘cinta’ padamu juga tidak mudah.

Namun, aku hanya berharap pada semesta jika pun kamu bukanlah nama yang melambung di setiap doaku. Tetaplah selalu utuh menjadi mimpi-mimpi jauhku. Tetaplah menjadi bayang yang selalu menemami. Walau jauh–kau masih akan tetap utuh pada kedip mata. Walau jauh–kau akan tetap menjadi cerita paling mengasyikan di buku diariku–bahwa kau pernah menjadi tokoh di sini. Termasuk menjadi seseorang yang gagal dirindui secara utuh.

Baca Rekomendasi :   Aku Bukan Seperti Ayahmu. Namun Berharap Bisa Sehebat Dia Bagi Anakku

Artikel ini merupakan kumpulan status instagram.com @arifrahman. Jangan lupa untuk follow ya. Dan fhoto dari instagram.com @putrimoto. Untuk hasil fhoto-fhoto yang kece dan keren bangat kamu bisa langsung cek instagramnya atau hubungi via WA di 0811 2526 200.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page