Untuk Sementara Aku Mengalah, Berharap Kamu Sadar Bahwa Cintaku Tulus dan Suci

Yang sabar via https://www.instagram.com/portraitbyfaisal/
0 9

Tanpa aku sadari, sejak temu diciptakan. Aku menjadi orang yang terus-terusan belajar mengalah. Menurunkan ego. Membersihkan frekuensi terburuk (untuk) selalu bicara tentang rasa bersamamu. Dan, aku yang dulu merasakan luka tanpa aba-aba.

Berat (mungkin) untuk terus tabah. Untuk terus menghapus air mata. Untuk terus menciptakan cerita terbaru di hadapan orang lain, bahwa kamu tidak pernah mengecewakanku. Bahwa kamu benar-benar berada dalam energi terbaik dalam sejarah hidupku. Namun, itu hanya sementara. Sebelum kita membahas keterpisahan. Sebelum kita membicarakan tentang perjalanan terpahit yang akan kita lalui. Tanpa berdua. Tanpa ada napas yang sama kita rasakan.

Jalan kita telah berhenti. Kita telah sampai di terminal terlahir. Orang-orang telah memanggil dan menyeret dengan paksa. Ada juga yang menyerah dengan takdir. Melepas penat di antara ruang-ruang sunyi yang gelap. Dan, kamu tahu bukan? Seseorang tidak hanya menginginkan cinta dan rasa, namun juga membutuhkan raga untuk bercengkrama. Membutuhkan kata-kata untuk meluapkan emosi suka dan duka.
Untuk tidak melepas. Aku terus berusaha untuk menghibur diri ini yang sempat terluka.

Baca Rekomendasi :   Untukmu yang Bertahan Tetap Memilih Suci Dalam Penantian. Semoga Allah Segerakan Jodoh yang Datang Untukmu

Membiarkan luka itu merobek lebih luar. Meleleh duka sangat dalam. Aku patah berkali-kali tanpa aba-aba dan alasan yang sebenarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page