Ada Temu yang Tak Berujung, Padahal Kuharap Kita Sampai Kepelaminan

Temu tak berujung
0 19

Ada harap yang belum tercapai. Padamu, yang belum sempat mengenalku. Ada temu yang tak berujung. Ada pencarian yang tertunda. Tak, tahu di belahan bumi manakah dirimu selalu bersemayam. Seperti senja yang jingga merona, dirimu pandai membuatku tersenyum. Seakan telah menjadi temanmu, seakan telah bersua denganmu. Aku bahagia. Sangat berbahagia. Meskipun mengenalmu hanya sebatas layar kecil di genggaman tanganku. 

Aku Menyebut Ini Sebagai Cobaan, Kita Selalu Dibungkus Jarak dan Rindu. Namun Masih Menunggu Restu Ilahi.

Rasa ini menyiksaku, sungguh! Aku terjebak dalam jaring yang tak beralamat. Rindu yang tak tersampaikan seolah jadi benalu dalam relungku. Batinku seakan mendamba sosokmu, tapi realitanya kita bahkan sudah terlalu jauh untuk sekadar disebut teman. Satu atap–satu ruang tapi tetap saja kita berada dalam zona kebisuan yang tak teriring. Kau tahu? Aku sedang mendramai diri di depanmu agar bisa melawan hatiku yang teramat ingin menyapa dan bercengkrama denganmu.

Baca Rekomendasi :   Bersabarlah, Sebab Tuhan Mampu Mengubah Situasi Buruk Menjadi Baik

Sekuat tenaga, aku bertahan tapi setelah kau berlalu–pertahanan itu seolah runtuh. Saat kau tak melihatku, aku mencari arah langkahmu meski hanya dalam jarak jauh, namun setidaknya hal itu cukup mengobati rindu yang tak bertepi. Aku sadar siapa diri ini, kadang aku merasa tak pantas menyimpan rasa kepadamu, Rif.

Namun ini bukan kemauanku. Hati inilah yang memilih seberapa keras pun aku menolak, tapi semesta tampaknya tak mengizinkanku bebas dari bayanganmu.

Jarak sudah terlalu jauh mengambil alih dirimu. Hingga aku tak tahu cara menyingkirkannya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page