Aku Terluka Lagi Dengan Cinta yang Salah, Kini Biarkan Aku Sendiri Sejenak

Terluka karena cinta via fabsfage fb @Gariswaktu
0 76

Tentang luka. Adakah yang masih membekas? Adakah yang bisa menghapusnya? Jika masih kekal, keluarkanlah air mata. Menangislah. Tapi, ingatlah jangan terlalu lama. Sebab dirimu terlalu berharga Untuk larut menyesalinya. Tentang luka. Merintihlah, menjeritlah. Sampai kau merasa lukamu tak buatmu lemah. Kalau begitu sakit, mengeluhlah. Beri jeda, jangan lagi terlalu lama. Kau perlu mengobatinya.

Bila Kuingat Kebelakang, Mungkin Ini Kulabeli Sebagai Memori Luka yang Kesekian Kalinya.

Rinduku berdesah di malan mati. Saat seonggok duka menelusuri jiwa. Aku berkelana tanpa arah. Menjelma menjadi engkau yang telah tiada. Kepada puisi-puisi usang di catatan kenangan. Jamah aku untuk berpeluk denganmu. Bantu aku menerjemahkan kesendirian. Di persimpangan jalan dalam lara.

Baca Rekomendasi :   Kamu Terlalu Baik Untuk Aku, Hanyalah Alasan yang Dibuat-Buat Saja!
Terluka karena cinta
Terluka karena cinta via fabsfage fb @Gariswaktu

Memori duka. Bolehkah kubuang jauh perasaan ini? Atau haruskah aku bertahan untuk cinta yang semu. Oh, luka tak berdarah. Memori duka. Masih pantaskah aku mencintainya? Atau haruskah kurelakan cinta tanpa restu. Oh, asmara tak bertuan.

Dan Pada Akhirnya Aku Memutuskan Untuk Mencintai Diri Sendiri Dulu, Sebelum Akhirnya Allah Mengirimkan Orang yang Mencintai Dengan Tulus.

Aku sadar, aku bukanlah apa-apa yang tiba-tiba datang dengan rasa kagum terhadapmu. Aku bahkan lupa siapa aku sebelumnya. Sejak mengenalmu,aku lebih kalem, menjaga rasa tidak banyak bicara, menahan tawa, mengira kau akan menyukainya, supaya kau lebih tertarik. Aku lebih jadi pemurung dari sebelumnya. Biasanya riangku tak kenal siapa pun. Ini semua aku lakukan untukmu.

Baca Rekomendasi :   Cinta Itu Mensucikan, Bukan Menghinakan Apalagi Sampai Membinasakan

Berharap rasaku juga ingin berbalas. Aku terlalu kaku untuk mengatakan rasaku ingin kau ketahui, memilih diam aku rasa lebih baik, supaya aku tidak merasa malu, kalau seandainya kau hampa terhadapku. Walau bagaimana pun hatiku juga takut tersakiti, seperti sebelumnya.

Jika dengan mencintaimu aku tidak bisa menjadi diriku sendiri. Sebaiknya aku mengalah untuk mengubur rasaku. Sebab aku tahu bahwa cinta akan menerimamu apa apa adanya.Bukan merubahmu menjadi orang lain.

Jika benar mencintai adalah perihal keikhlasan hati, mengapa aku harus merasakan nyeri ketika aku mengikhlaskan orang yang kucintai berlabuh di lain sisi ?!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page