Mungkin Tuhan Ingin Kita Sama-Sama Tuk Mencari Saling Merindukan Dalam Doa

SAMA-SAMA MENCARI
0 172

Aku masih di sini, bersama doa-doa yang sealu aku panjatkan untuk suatu pertemuan. Masih di sini menatap menatap pagi dengan penuh harap kalau siang ini kau akan datang menemui ku. Masih di sini saat malam, berharapa kau menyapaku dalam mimpi dan meyakinkan hati kalau suatu hari nanti kita pasti bertemu.

Kita yang sama-sama saling mencari, mencari siapa yang sesunggunya pemilik separuh dari hati ini. Hati yang selalu gaduh kepada Tuhan, hati yang sebenarnya merindukan dalam setiap waktu. tapi mengajarkan untuk tetap diam menahan rindu, agar tidak ada seorang punyang tahu.

Kita yang saling merindukan, tapi tidak tau siapa pemilik dari rasa rindu ini. Hanya bisa mengadu kepada yang memiliki takdir, agar pertemuan kita mendahului kematina yang pasti akan menjemput. Hanya bisa meneteskanair mata ketika berdoa, karena rindu ini semakin mendekatkan kita kepada yang memiiki cinta, yang menyatukan dua insan yang saling memiliki rasa.

Baca Rekomendasi :   Bisakah Kita Bertemu Untuk Terakhir, Saat Tujuanmu Bukan Aku Lagi?

Hanya bisa berharap kalau suatu hari nanti akulah orang pertama yang kau lihat. Orang pertama yang akan memberikanmu senyum untuk menghangatkan pagi dengan secangkit cinta. orang pertama yang akan selalu setia berada di sampingmu ketika hari menawarkan badai dan senja gelap karena hujan.

Aku tau hidup kita tidak akan selamanya bahagia, mungkin akan merasakan kembali rindunya penantian atau sekedar cemburu karena rasa cinta. tapi kau harus tau kalau kita hanyalah dua anak manusia yang ditakdirkan hidup bersama baik dalam suka atau pun duka.

Kita yang sekarang masih mencari, kita yang sekarang masih saling merindukan. Semoga akan dipertemukan dan bahagia dalam ikatan yang telah dipersatukan. Apakah kita saling mengenal sebelumnya atau tidak, tak akan pernah jadi soal. Yang aku tau sekarang akarang aku mencintaimu dan kita akan hidup bersama dalam cinta. 

Baca Rekomendasi :   Sudah Lama Kita Tak Saling Tegur Sapa. Maaf, Kata Salah Selalu Menumpuk Di Raga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page