Hanya Saja Aku Memilih Setia Meski Kamu Memilih Bergegas Pergi

Terpisah jarak dan waktu via instagram.com/eveninsilence.id
0 126

Terima saja atas segala alasan yang pernah ia tuangkan kepadamu. Untuk tidak kembali mengulang rindu, untuk tidak kembali membahas perkara hati yang kian padam. Tugasmu di bumi bukan untuk selalu patah dan rapuh. Namun juga untuk bisa tertawa dan tersenyum. Untuk selalu mampu menjadi teman baik bagi siapa saja.

Walau kamu memilih untuk setia. Nyatanya, ia lebih memilih mundur dan berlari pergi sekuat tenaganya. Meninggalkanmu dengan jejak kehancuran yang pahit. Kamu luar biasa. Kamu hanya perlu tahu kapan harus memberhentikan pengharapan yang belum juga diselesaikan secara baik. Kamu hanya perlu tahu, dengan siapa temu yang benar-benar diciptakan Tuhan, untukmu dari tulang rusuk dirimu.

Baca Rekomendasi :   Jatuh Cinta Itu Menyakitkan. Jika Kau Belum Siap, Jangan Lakukan

Yang Bergegas Pergi, Semoga Ada Penggantimu Segera yang Mengisi Ruang Hatiku.

Kita mesti tahu dengan siapa membuka hati, dengan siapa menutup diri. Ada beberapa orang yang hanya menaruh simpati tanpa ada rasa peduli, kemudian hilang untuk selanjutnya lari bergegas pergi. Sebagiannya lagi sekadar mendekat namun bukan untuk menetap, menaruh rasa harap dengan terpaksa harus kuungkap.

Tak ada yang benar-benar bisa kita harapkan di muka bumi ini! Sadarlah! Sungguh pengharapan yang paling pahit adalah berharap pada seonggok daging berbau tanah bernama manusia.

Telah berbincang-bincang dengan air mata bahwa tiada siapa-siapa ingin mengulang perjalanan sedu almanak berguguran di antara hari-hari yang berkarat. waktu terus mengusung detik-detiknya
tak peduli diri gemetar di bawah titah penguasa. Apakah cukup dengan menceburkan diri ke dalam kata saat dibantai jaman? kemudian berjuang untuk melupakan sejarah kejam.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kamu Seorang Calon Imamku di Masa Depan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page