Semoga Doaku dan Doamu Dieratkan Semesta dan Tali Kepercayaan

Yang Tulus Mencintaimu
0 115

Semoga doaku dan doamu saling bekerja sama. Dieratkan semesta, direkatkan oleh tali kepercayaan.

Berlari Tanpa Kepastian, Perlahan, jalanan itu mengering sendiri. Sehingga tampak secercah garis besar yang membentang di jalan itu. Tidak sedikit, namun juga tidak menghambat orang berlalu lalang. Di tengah kepadatan itu, ku lihat kau seorang diri. Arah pandangmu juga mengkhawatirkan. Kau yang dulu sering menatap lurus, lalu senyum manis terpancar indah di bibirmu.

Tapi, kini senyum itu enggan terlihat. Dan sorot matamu bukanlah sehangat dulu. Melainkan kesedihan yang terpancar di dalam sana. Ku tahu, bagi orang lain kau terlihat sedang berjalan. Hanya saja, bagiku kau terlihat berlari.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kamu yang Namanya Pernah Kupinjam di Dalam Doa

Pulanglah jika engkau tak menemukan kenyamanan diluar sana. Aku masih lah tetap rumah mu jika engkau membutuhkan ku.

Pulanglah jika engkau tak menemukan kenyamanan diluar sana. Aku masih lah tetap rumah mu jika engkau membutuhkan ku. Logika ku mengatakan aku harus segera membencimu namun, hati? Tetap saja tak pernah sejalan dengan logika. Hati ku masih tetap terisi dengan namamu, semua kenangan yang tlah kita lalui tak akan pernah bisa ku lupakan begitu saja secara sepat.

Sementara jangan menyapa, aku tengah membersihkan lara. Gara-gara tertikam lidahmu ketika itu, hatiku rentan terluka.

Sedangkan dirimu? Begitu cepat melupakan tentang aku, tentang kita yang sudah lama-lama bersama. Engkau begitu cepat menemukan pengganti diriku, aku saja masih diam di tempat tak bisa melakukan apapun selain memikirkan dirimu.

Baca Rekomendasi :   Engkau Adalah Seuntaian Nama yang Pernah Ada Dalam Kenangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page