Teman Yang Baik itu Saling Melindungi Bukan Malah Menyakiti

Hati-hatilah memilih teman, jangan sampai dia menjadi teman tapi menikam dari belakang

Jangan Usil Kehidupan Orang Lain via instagram.com/amaliafitrizahti
0 1.551

Yang ku kira teman ternyata bukan malah dia seperti musuh dalam selimut sedangkan yang ku kira musuh ternyata dia adalah teman yang baik. Kau yang bertampang polos dan selalu memberi kesan baik padaku ternyata lebih kejam dari yang ku kira. Memang benar, dulu diawal bertemu aku ingin menjadi teman baikmu tapi sekarang dan nanti aku sudah tak tau.

Kita dekat bukan karena cocok dataupun satu frekuensi saat berdiskusi, kita dekat karena di pertemukan satu kelas dan satu kelompok dalam tugas. Ku kira orang yang tutur katanya baik sudah pasti sifatnya baik pula, eh ternyata aku salah memang seharusnya tidak menilai orang dari covernya saja. Aku rela melakukan apa saja dulu untukmu yang ku anggap teman terbaik, aku tak pernah memikirkan balasan apa yang nanti akan ku dapat.

Baca Rekomendasi :   Khusus Pengguna Earphone; Perhatikan Cara Menggunakannya Agar Nyaman Dipakai dan Aman Bagi Telinga

Aku melakukan semua itu tulus karena ingin berteman baik denganmu, kau yang semula ku kira baik dan selalu melindungiku ternyata kau pula orang yang menyakitiku. Rasanya aku ingin sekali membalas semua itu dengan tamparan keras agar aku puas karena orang yang ku percayai sudah menghianati. Jika aku melakukan semua itu apa bedanya aku dengan dia?, aku lebih memilih diam dan memendam semua rasa sakit yang ku terima.

Aku yakin Allah tidak pernah tidur, biar Allah saja yang membalas semua ini karena balasan dari Allah lebih setimpal dari pada manusia

Mungkin ini petunjuk dari Allah agar aku tidak terlalu mementingkan urusan pertemanan dari pada keluarga, aku yang dulu care dengan semua temanku perlahan-lahan memudar. Mungkin tak semua temanku sejahat dia tapi aku sudah mulai sulit percaya pada seorang teman, aku tak mau merasakan hal yang sama pada teman yang lain.

Baca Rekomendasi :   Jangan Menilai Orang Dari Penampilannya Saja, Tapi Dari Sikap dan Perilakunya

Dulu memang kita teman dekat, teman main, teman ngrumpi, teman piknik tapi sekarang semua tak lagi sama seperti dulu. Bukan karena ada teman baru yang datang di hidupku tapi karena sikapmu yang sudah menyakitkanku. Sakit dan emosi jadi satu saat aku tau kau menyebarkan fitna di belakangku, akulebih memilih diam dan menjauh dari hidupmu.

Hati ini seolah mati tertutupi kepercayaan yang sudah di lukai, mungkin aku belum bisa bersikap dewasa untuk menghadapi semua ini

Aku lebih memilih menjauh dan diam dari pada aku harus membalas, kepercayaan yang sudah ku berikan kini sudah tak lagi ada. Maaf teman aku tak bisa bersikap seperti dulu lagi, bukan aku tak peduli tapi aku lebih memilih menjaga hatiku yang pernah kau sakiti.

Baca Rekomendasi :   Kadar Iman Itu Sifatnya Naik Turun, Sebab Itulah Cari Teman yang Setujuan

Mungkin kau tak pernah tau betapa hancur hati ini saat orang yang ku percayai menghianati, hari-hari yang ku jaani tampak begitu berat dan aku merasa sendiri. Bahkan sampai saat ini aku tak percaya bahwa temanku sendiri sudah menghianatiku, sakit yang kau beri perlahan sudah ku obati tapi tidak dengan caramu menghianati. Rasanya aku ingin pergi dari kehidupan ini tapi aku sadar masih banyak kehidupanku yang lebih berharga dari pada memikirkan seorang teman.

Aku sudah tak mau lagi peduli dengan apa yang berhubungan denganmu, aku sudah tak mau tau dan tak mau mengerti semua tentangmu. Aku memilih sibuk memikirkan cara menuju kesuksesanku dari pada memikirkan semua yang sudah terjadi padaku. Aku memang di hianati seorang teman tapi teman tak akan bisa menghambatku menuju jalan kesuksesan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page