Selamat Menempuh Hidup Baru, Kamu yang Pernah Mengisi Ruang Kosong di Hati

  • Bagikan

Kedatanganmu dengan kabar bahagia sebenarnya sudah kuduga. Meski tetap saja aku tidak bisa menutupi keterkejutanku. Ku kira waktunya masih setahun lagi atau dalam kurun waktu yang cukup lama. Nyatanya kau hadir dihadapanku sebelum hati ini benar-benar pulih.

Bukannya aku masih menyimpan rasa. Namun selepas kemunculanmu dengan undangan bersampul keemasan, kisah kita seakan kembali terputar dalam benakku.

Maafkan aku yang terbawa perasaan pada kisah yang telah usai. Kedekatan yang bermula antara junior dan senior. Saat-saat dirimu jadi ‘hero’ dalam hidupku. Membangun kepercayaan diriku yang rendah. Saat kamu dengan begitu dewasa menjadi sosok yang aku kagumi. Fresh Graduate yang minim pengalaman nan banyak belajar dari sosok senior bertanggungjawab. Aku menyukaimu dari pertama kita bertemu, saat interview kerja lalu disatukan dalam sebuah tim.

Kisah kita begitu manis. Aku bertemu sosok yang baru. Sebisa mungkin aku menapik percikan rasa itu tapi nyatanya aku gagal. Kita pernah saling menjaga dan menaruh rasa. Namun semesta tak mengizinkan cerita ini berakhir bahagia. Dan akhirnya jalan yang kita tempuh tak selalu beriringan. Kita sampai pada fase saling merelakan.

Baca Rekomendasi :   Cinta yang Datang Tiba-tiba Justru Lebih Kuat daripada Cinta yang Dulu Menggebu

Aku tidak mungkin memaksamu memilihku, sedangkan ada seseorang yang menunggumu dikota yang berbeda. Sebentar, aku bukan pelakor dalam kisah perebut kekasih orang. Hanya waktu yang tidak tepat dan seharusnya kita tetap sebatas ‘teman bercerita’ tanpa melibatkan perasaan.

Semua yang kita lewati adalah proses yang begitu indah bagiku. Dimana kau dituntut untuk mampu menyelesaikan setiap puzzle-nya dengan penuh kehati-hatian seorang diri. Terimakasih untuk setiap nasehat dan moment-moment indah yang pernah tercipta.

Turut berbahagia mendengar kabarmu. Setelah lama hilang dalam peredaran duniaku. Serapat apapun aku menutupi nyatanya ada sudut hatiku yang berdenyut nyeri. Kala ku terima undangan darimu. Tidak , bukan karena aku masih berharap. Aku hanya menertawakan diriku sendiri.

Hari ini, aku melihatmu bersanding dengan dia yang namanya kerap kau sebut dalam obrolan kita. Aku turut bahagia. Ku tahu, kisahmu kali ini akan direstui semesta. Aku pernah berjanji akan menjadi saksi dihari bahagiamu. Dan disinilah aku berada. Dibarisan terdepan. Dengan kebaya modern simple dan make-up sederhana.

Penuh senyum dengan langkah penuh percaya diri. Aku ucapkan selamat menempuh hidup baru teman berbagi ceritaku. Semoga menjadi keluarga bahagia yang diberkahi.

****

Baca Rekomendasi :   Hati-Hati! 5 Tanda-Tanda Pacar Kamu Selingkuh, Salah Satunya Suka Berbohong

Ya Allah, Kumohon Segeralah Pertemukan Aku Dengan Jodohku

Kau tahu? Aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mengajariku makna hidup dari mencintaimu. Meski perasaanku tak pernah sekalipun ku sampaikan padamu. Tetapi, teramat banyak hikmah yang telah mengubah cara pandangku. Kini, harapku hanya satu,. Semoga Allah mau menyapamu untukku.

Karena-Nya, aku kembali merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Meski sejujurnya aku tidak ingin lagi mengalaminya. Sebab duka yang pernah ada belum sembuh seutuhnya. Dan lagi, aku ingin mengutuhkan hatiku hanya untuk kekasih halalku nantinya.

Aku tidak ingin lagi mencoba melabuhkan rasa sebelum saatnya tiba Tetapi, Allah memiliki rencana yang berbeda. Hingga akhirnya, aku kembali diuji dengan cinta seperti sebelumnya. Kemudian Allah, telah menuntun hatiku padamu. Dan aku mengenalmu, entah dengan cara dan skenario seperti apa. Kehadiranmu membuatku banyak mengerti beragam makna. Sampai aku mampu membentuk pribadiku yang baru atas rencanaNya

Baca Rekomendasi :   Pahamilah, Menikah Tidak Sesederhana Membalikkan Telapak Tangan

Terimakasih banyak, Darimu, aku telah belajar memaknai banyak hal. Termasuk juga tentang rasa yang tidak semuanya bisa diartikan dengan cinta. Selain dari itu, aku mulai mengerti memupuk kesabaran agar tetap tertanam. Karenamu, aku mengerti. Tidak semua harap bisa menjadi nyata sesuai apa yang kita damba.

Menanti dengan penuh sabar, serta ikhlas. Memberi tanpa mengharap balas. Melangkah tanpa arah yang tak pasti, Juga memahami tanpa harus diberi hati. Aku bersyukur atas semua itu. Meski aku tak tahu akhir dari jalan ceritaku akan seperti apa. Aku tetap meyakini, bahwa segala sesuatu pastilah ada hikmahnya.

Untukmu, yang ku nanti saat ini. Semoga kelak Allah mempersatukan kita dalam cinta yang di Ridhai. Jika engkau tidak untuk ku miliki, Semoga hatiku ikhlas menerimanya dengan lapang hati.

Artikel ini merupakan status instagram.com @muslimahinspiratif_id dengan judul tulisan untukmu yang kunanti, part 3.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page