Selamat Menempuh Hidup Baru, Kamu yang Pernah Mengisi Ruang Kosong di Hati

Bukannya aku masih menyimpan rasa. Namun selepas kemunculanmu dengan undangan bersampul keemasan, kisah kita seakan kembali terputar dalam benakku.

0 288

Kedatanganmu dengan kabar bahagia sebenarnya sudah kuduga. Meski tetap saja aku tidak bisa menutupi keterkejutanku. Ku kira waktunya masih setahun lagi atau dalam kurun waktu yang cukup lama. Nyatanya kau hadir dihadapanku sebelum hati ini benar-benar pulih.

Bukannya aku masih menyimpan rasa. Namun selepas kemunculanmu dengan undangan bersampul keemasan, kisah kita seakan kembali terputar dalam benakku.

Maafkan aku yang terbawa perasaan pada kisah yang telah usai. Kedekatan yang bermula antara junior dan senior. Saat-saat dirimu jadi ‘hero’ dalam hidupku. Membangun kepercayaan diriku yang rendah. Saat kamu dengan begitu dewasa menjadi sosok yang aku kagumi. Fresh Graduate yang minim pengalaman nan banyak belajar dari sosok senior bertanggungjawab. Aku menyukaimu dari pertama kita bertemu, saat interview kerja lalu disatukan dalam sebuah tim.

Baca Rekomendasi :   Tuhan Memang Satu, Namun Jalan Kita yang Berbeda

Kisah kita begitu manis. Aku bertemu sosok yang baru. Sebisa mungkin aku menapik percikan rasa itu tapi nyatanya aku gagal. Kita pernah saling menjaga dan menaruh rasa. Namun semesta tak mengizinkan cerita ini berakhir bahagia. Dan akhirnya jalan yang kita tempuh tak selalu beriringan. Kita sampai pada fase saling merelakan.

Aku tidak mungkin memaksamu memilihku, sedangkan ada seseorang yang menunggumu dikota yang berbeda. Sebentar, aku bukan pelakor dalam kisah perebut kekasih orang. Hanya waktu yang tidak tepat dan seharusnya kita tetap sebatas ‘teman bercerita’ tanpa melibatkan perasaan.

Semua yang kita lewati adalah proses yang begitu indah bagiku. Dimana kau dituntut untuk mampu menyelesaikan setiap puzzle-nya dengan penuh kehati-hatian seorang diri. Terimakasih untuk setiap nasehat dan moment-moment indah yang pernah tercipta.

Baca Rekomendasi :   3 Siasat Jitu Hadapi Pertanyaan Kapan Menikah

Turut berbahagia mendengar kabarmu. Setelah lama hilang dalam peredaran duniaku. Serapat apapun aku menutupi nyatanya ada sudut hatiku yang berdenyut nyeri. Kala ku terima undangan darimu. Tidak , bukan karena aku masih berharap. Aku hanya menertawakan diriku sendiri.

Hari ini, aku melihatmu bersanding dengan dia yang namanya kerap kau sebut dalam obrolan kita. Aku turut bahagia. Ku tahu, kisahmu kali ini akan direstui semesta. Aku pernah berjanji akan menjadi saksi dihari bahagiamu. Dan disinilah aku berada. Dibarisan terdepan. Dengan kebaya modern simple dan make-up sederhana.

Penuh senyum dengan langkah penuh percaya diri. Aku ucapkan selamat menempuh hidup baru teman berbagi ceritaku. Semoga menjadi keluarga bahagia yang diberkahi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page