Semoga Lelahmu Berujung Pada Syurganya Kelak di Hari Akhirat

  • Bagikan
Lelah berujung syurga
Lelah berujung syurga

Adalah hal biasa jika kau melihat perahu di atas air, namun bahaya bila melihat air dalam perahu. Maka engkau boleh berada di hati dunia tapi jangan kau tempatkan dunia di dalam hatimu. Jika suatu hari kau pernah merasa rugi akan sesuatu yang tidak pernah kau sangka, maka sesungguhnya Allah suatu hari akan memberimu rezeki yang tidak pernah kau kira akan memilikinya.

Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali “Sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan, sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan”. Kehidupan bertanya kepada kematian (maut): mengapa manusia mencintaiku dan membencimu? maka maut menjawab: “Karena kau adalah kebohongan yang indah, sedangkan aku adalah kenyataan yang menyakitkan”. Kita tidak tahu setelah Allah merahmati kita, apalagi yang bisa membuat kita masuk syurga?

Apakah itu rukuk atau sedekah, atau air yang kita berikan, atau keperluan orang beriman yang kita tunaikan, atau doa, ataukah dzikir kita? maka beramal lah dan jangan mempertikaikan! Letakkan sedikit perasaan pada akalmu agar dia lembut dan letakkan sedikit akal pada perasaanmu agar dia lurus. Aku takjub kepada hati yang menerima kesakitan dengan diam, dan menilai kesalahan orang lain dengan niat yang baik.

Baca Rekomendasi :   Yakinlah Rezeki Itu Jaminan Allah, Bisa Datang Disaat yang Tak Terduga

Ketika kau meyakini bahwa setelah kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesungguhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat agung yaitu berprasangka baik kepada Allah. Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih……… barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu dan jangan kau tunggu kebahagiaan untuk tersenyum… namun tersenyumlah sehingga kau bahagia.

Jangan Menyerah, Jangan Pernah Menyerah Dalam Hidup. Temukanlah Alasan Dan Teruslah Berjuang Untuk Mencoba.

Allah memang akan selalu mempersembahkan yang terbaik dalam hidup kita, tapi bukan berarti akan mudah dan tanpa rintangan. Sebab, bukan hidup namanya bila tidak ada nuansa perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan. Jadi, disaat kita merasa bahwa hidup kita kini tidaklah mudah, jangan sampai kita menyerah begitu saja. Berjuanglah tanpa lelah, karena pasti akhir yang indah akan kita dapatkan.

Ingat, Allah memang tidak menjanjikan hidup kita akan selalu mudah, tetapi Allah berjanji untuk selalu bersama kita. Mungkin jasad kita teramat payah, kemampuan kita terbatas, tapi ingat kita punya Allah yang Maha Perkasa. Jangan menyerah dengan keadaan. Tetap jaga keikhlasan. Tetaplah percaya kepada diri sendiri bahwa lelah ini akan Allah ganjarkan dengan pahala yang berlimpah. Semoga lelahmu berakhir lillah. Semoga usahamu tak menjadi sia-sia.

Baca Rekomendasi :   Bersykurlah, Jangan Sibuk Mengeluh Pada Kekurangan Maupun Rasa Sakit

“Berlelah-lelahlah, manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang” (Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah)

Pertemuan Mana Lagi yang Paling Seorang Muslim Nantikan Selain Pertemuan Dengan Rabb-Nya di Syurga Nanti.

Ya Allah sesungguhnya Engkau tahu kalau aku lebih suka kemiskinan daripada kekayaan. Aku lebih senang kehinaan daripada kemuliaan. Aku lebih cinta kematian daripada kehidupan. Demikianlah ungkapan Hudzaifah bin Al Yaman Rhadiyallahu ‘anhu saat-saat menjelang kematian. Saat ruhnya dicabut darinya, ia berkata “Seorang kekasih menghadap kepada apa yang dia rindukan. Tak ada keberuntungan bagi yang menyesal” (Sirah Sahabat, Dr Abdurrahman Ra’fat Basya (terjemah) halaman : 469 ).

Detik-detik menjelang sakaratul maut memang menegangkan, dan doa setiap mukmin adalah ia mati dalam keadaan husnul khatimah. Dan orang-orang shalih seperti para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengalami peristiwa tersebut dan mereka subhanallah begitu merindukan kematian. Bertemu dengan Allah Ta’ala adalah puncak keinginan mereka. Inilah cita-cita seorang mukmin sejati yang mengharapkan kebahagiaan abadi di surga-Nya yang seluas langit dan bumi.

Baca Rekomendasi :   Memang Ayah Tak Menyusuimu, Tapi Setiap Tetesan Keringatnya Menjadi Air Susu yang Membesarkanmu

Saat-saat inilah yang paling dirindukan. Mati dalam keadaan baik, mengharapkan pertemuan yang baik, dihadapan dzat yang telah lama kita ingin lihat wajah-Nya. Dan sebelum waktu itu tiba, mari benahi jiwa-jiwa kita, agar lebih siap dan kian mantap bertemu dengannya.

Lihatlah mereka yang memiliki cinta palsu kepada sang idola. Pecinta (maniak) sepak bola akan rindu, sangat ingin bertemu dan melihat langsung pesebak bola dunia yang selama ini hanya bisa dia saksikan di layar kaca. Lihatlah mereka yang memiliki cinta palsu kepada sanga artis idola. Mereka teriak-teriak histeris ketika bertemu langsung dengan sang pujaan hati. Potret kecintaan seperti ini, bisa kita saksikan dalam dunia nyata kita. Lalu bagaimana lagi ketika kita bertemu dengan-Nya yang selama ini kita rindukan?

 

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page