Akan Sampai Kapan Kita Saling Seperti Ini?

Hanya Ada Satu Pintu yang Ingin Kuketuk, Dan Hanya Satu Ruang yang Ingin Kutempati. Dan Kuharapakan Itu Kamu.

Semoga bersamanya kamu temukan bahagia
0 69

Sudah sangat lama rasanya, kita sudah tak saling mengabari. Entah seperti apa ceritamu dan akan seperti apa nantinya jika pertemuan di kemudian hari diisi dengan berbagai petualangan yang di dalamnya tak kutemui diriku di sana.

Kau semakin paham bahwa yang ditinggalkan tidak sebahagia orang yang meninggalkan. Dan aku mengakui jika yang meninggalkan juga menyimpan luka perpisahan yang tidak pernah ditebus dengan sesederhana mungkin.

Namun, untuk saat ini kita sama-sama ditinggalkan, sama-sama meninggalkan. Hanya saja waktu yang tidak pernah tepat, kapan saat-saat tertentu untuk mengabarimu tentang keseruan atau keseriusan ini.

Ra, walau jalan-jalan semakin sepi. Daun maple gugur dengan hebatnya. Hujan menetes dengan perlahan. Namanya hati juga masih ingin menghargai. Walau sebenarnya waktu membercandai, namun kau akan tetap menjadi cerita di setiap doa-doa itu.

Baca Rekomendasi :   Di Akhir Kebencian Tetaplah Tersimpan Cinta Yang Abadi Untukmu

Entah, entah sampai kapan kita seperti ini. Yang sama-sama diam. Yang masih menahan ego temu yang semakin lekat. Tak ada yang mau nekad. Tak ada yang ingin memdekat. Namun, Ra. Temu juga akan menemukan titik untuk segala celah menembus hatimu, yang meramu segala rindu. Dan menjadi teman cerita yang paling membahagiakan dikedua hati.

Hanya Ada Satu Pintu yang Ingin Kuketuk, Dan Hanya Satu Ruang yang Ingin Kutempati. Dan Kuharapakan Itu Kamu.

Hanya ada satu pintu yang berani kuketuk. Hanya satu ruang yang ingin kutempati. Dan kuharap itu kamu.” Karena belajar untuk menemukan ialah langkah hebat yang telah dipersiapkan.
Sebab memilihmu jadi penghuni doa itu ialah keluluasaan diri dalam merapal segala temu yang memuncak dalam dada.

Baca Rekomendasi :   Aku Mencintai Kamu Dalam Diam Lewat Dekapan Doa-Doa Ku

Sekarang, hanya ada satu yang kutuju. Menemukanmu dalam setiap sejarah hidup ini. Dan kuharap kamu masih setia menunggu hingga doa-doa itu menyatu dalam bentuk kenyataan di setiap perjalanan.

Karena Gak Semuanya Perlu Kita Bicarakan.

Dari segala rasa sakit yang tengah kamu alami. Dari segala keterpurukan yang sedang terjadi. Kamu masih bisa tersenyum, walau sebenarnya ada sesak yang tak tertahankan di rongga dada. Walau sebenarnya, ada obrolan yang ingin kamu ceritakan.

Namun, gak semua petualangan itu perlu diobrolkan. Gak semua orang juga (ingin) tahu kondisimu sekarang. Ada yang hanya ingin tahu seberapa besar perjuanganmu, ada yang malah menjarak dan menjauh secara perlahan.

Nyatanya, setiap orang yang kamu kenal hanya bisa menatap dari jauh. Gak apa-apa, katanya.
Kamu bisa kok ngadapin masalah ini. Tapi semua terasa sia-sia. Kamu seakan diasingkan dalam setiap pertemuan. Seakan-akan, masalah yang kamu hadapi hanya akan membawa keburukan buat orang lain.

Baca Rekomendasi :   Kini Semua Berbeda, Kamu Berubah dan Kecewaku Makin Membuncah

Gak apa-apa kok. Gak apa-apa kamu menjarak sebentar. Menangis seperlunya. Rehat sejenak saja. Jika ingin terlelap, jangan berlama-lama. Karena hari esok diciptakan bukan buatmu yang merayakan kekalahan. Namun, buat kamu yang bangkit dari masalah. Buat kamu yang terus belajar bahwa kesalahan hanya akan dilakukan sebagai rangka perjalanan, bukan kegagalan.

Dan, gak semuanya juga perlu diceritakan. Biarkan kamu dan Tuhan yang tahu bahwa yang patah juga gak akan menyerah. ………..

Artikel ini merupakan kumpulan status instagram.com @arifrahmanko, jangan lupa untuk follow ya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page