Kita Memang Punya Keinginan, Tapi Tuhan Selalu Tahu yang Terbaik Untuk Kita

  • Bagikan
Temu tak berujung
Temu tak berujung

Kamu tahu? Kasih sayang-Nya tidak selalu berupa apa-apa keinganan kamu yang terpenuhi. Tapi juga apa yang sangat kamu ingini, tapi sengaja tak Ia beri. Bukan, bukan karena Dia tak mampu. Dia Maha Kuasa atas segala. Tapi karena bisa jadi, apa yang kamu ingini itu memang tidak baik buat kamu. Bukan yang terbaik buat kamu. [Kutipan Buku Menata Hati]

Kalau jodoh harus dijemput, jangan pernah membuat orang yang kamu jemput itu menunggu. Jikapun terpaksa, tak perlu berlama-lama. Karena dia akan sampai pada jodohnya, dengan atau tanpa kamu. Kalau memang dia adalah jodoh kamu, kamu akan membersamainya. Tapi jika dia bukan jodoh kamu, tolong jangan jadi penghalang baginya untuk menemukan jodoh yang lebih tepat daripada kamu.

Baca Rekomendasi :   Kisah Kita Sedang Dituliskan, Ataukah Semuanya Hanya Semata-mata Harapan

Lakukan apa saja selama itu baik untuk mendapatkannya, tapi jangan pernah memintanya menunggu tanpa kepastian. Menunggu saja sudah melelahkan, apalagi ditambah dengan ketidakpastian. Tentu berkali-kali lebih melelahkan. [Kutipan Buku Genap]

Tolong Kuatkan Aku, Jangan Bikin Aku Ragu Lagi. Aku Ingin Menunjukkan Cinta yang Lebih Besar Daripada Ego yang Aku Punya.

Banyak hal dalam hidup yang kita lakukan karena keharusan. Bukan karena keinginan. Ada banyak orang yang melakukan pekerjaannya setiap hari karena harus, karena untuk menyambung hidup. Padahal pekerjaannya yang sekarang bukanlah pekerjaan yang diinginkannya. Ada banyak karyawan yang terpaksa mengikuti apa kata bosnya karena harus, karena takut dipecat. Padahal apa yang dikatakannya bosnya itu tidak sesuai dengan hati nuraninya.

Baca Rekomendasi :   Jadikan Rasa Sakit Itu Pelajaran Berharga, Kelak Kamu Tidak Gampang Luluh Lagi Akan Godaan Lelaki

Well, setiap orang punya ‘keharusan yang tidak sesuai dengan keinginan’ masing-masing. Yang membedakan mungkin alasan kenapa keharusan itu harus diprioritaskan daripada keinginan. Ada yang melakukannya karena ketakutan, keterpaksaan, kondisi, atau mungkin; kedewasaan. [Kutipan Buku Genap3]

Kalau ingin menyampaikan sesuatu kepada perempuan, apalagi yang sifatnya sensitif, biasanya sangat tergantung bagaimana cara kita menyampaikan. Perempuan harus dibuat senang dulu, nyaman dulu dengan suasananya, baru deh, apa yang ingin kita sampaikan biasanya lebih mudah untuk diterima. Beda sama laki-laki yang sukanya to the point. Blak-blakan. [Kutipan Buku Genap2]

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page