Corona Bukan Hanya Menguatkan Momen Tawakkal, Tapi Juga Kesadaran Menggunakan Akal

  • Bagikan
Virus Corona
Virus Corona

Keramaian dan hiruk pikuk Tiongkok akhirnya menjadi senyap. Masyarakat yang gelisah akhirnya hening. Dan orang-orang China yang gelisah perlahan-lahan menjadi damai. Satwa Liar yang pernah dikurung manusia dalam sangkar akhirnya berhasil membuat manusia masuk dalam “kandang”.

Manusia akhirnya menundukkan kepala mereka yang sombong dan mulai berpikir lagi dengan tenang : “Apakah kita masih raja bumi?” Umat ​​manusia akhirnya merasakan Kekuatan Alam sekali lagi.

Dalam menghadapi ancaman kematian, manusia baru mulai berpikir serius. Mereka mulai menyadari bahwa kurangnya atmosfer sosial antar bangsa yang merekatkan akan menyebabkan lebih banyak bahaya dan lebih banyak risiko.

Hati serakah sedang dimurnikan oleh virus, dan mulut yang suka makan dihukum oleh virus.
Orang-orang yang telah berendam di tempat-tempat merah dan hijau terang sepanjang hari telah didorong pulang oleh virus yang mengatakan… “Pulanglah…!” Semakin sedikit orang berada di jalanan. Hanya ada beberapa mobil yang bersliweran.

Udara semakin segar..Kabut hilang.. Langit semakin cerah..Matahari semakin cerah . Kehidupan keluarga semakin hangat, harmonis, dan ramah serta akrab. Karena hati manusia semakin tenang.
Orang yang belum membaca selama bertahun-tahun akhirnya meraih buku di rumah. Orang tua yang tidak berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Pasangan yang telah tidak berbicara satu sama lain telah mulai membuka kotak percakapan. Anak-anak yang tidak tahu bagaimana menghormati orang tua juga mulai berbakti.

Virus ini mengajarkan manusia pelajaran yang jelas dan mendalam. Virus ini mendatangkan rasa kagum. Virus ini juga mengajari kita apa yang disebut “Saat-saat yang berkesan”. Virus ini juga membuat kita merasakan cinta sejati di bumi. Virus ini membuat kita secara bertahap jatuh cinta pada “Kembali ke Jalan Kebenaran”.

Baca Rekomendasi :   Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup! Bantu Sebar!

Kita benar-benar harus berterima kasih atas “Musuh” ini. Manusia membutuhkan “musuh” untuk memberinya “Pengingat “dan memberi mereka ” Pemberdayaan ” Virus ini mungkin tidak akan pergi dengan segera. Ia perlu melihat tertanamnya kembali kebiasaan baik manusia.
Tapi virus ini juga tidak akan terus mengamuk.

Cinta manusia yang terus membesar akan memberikan lebih banyak kekuatan untuk pada akhirnya akan membuat virus menjauh. Waktu akan memberi tahu kita segalanya. Waktu juga akan membuktikan apa yang benar. Virus mengingatkan kita bahwa ada Yang Maha Kuasa..
Dan manusia hanyalah mahluk yang lemah di hadapanMu ya Robb..🙏

****

Jangan Keluar Rumah Karena Virus Corono, Komentar Warga Net Malah Bikin Ngakak

Akhir-akhir ini imbauan jangan keluar rumah dari pemerintah semakin gencar, setelah DKI Jakarta kini makin banyak pemerintah daerah mengikuti hal yang sama. Bagi para pekerja kantoran yang bisa bekerja dari rumah pun sudah mulai kerja dari rumah. Bahkan di Jakarta kini sudah ada polisi yang mengimbau dengan patroli untuk tidak berkumpul. Karena memang penyebaran virus corona ini sangat menakutkan.

Namun, selalu ada tingkah laku konyol warga net atas imbauan dari pemerintah ini. Seperti kali ini yang terjadi di Bandung. Akun instagram bandung.bangat memposting imbauan hal yang sama yaitu untuk beraktivitas dari rumah, bila memang tidak ada keperluan yang mendesak-desak bangat dan jika masih bisa dilakukan di rumah.

Akun Instagram bandung.banget, yakni akun berita terkini Kota Bandung membagikan suatu video pemakaman seseorang yang terkena Covid-19. Entah videonya hoax atau bukan, tapi postingannya tetap bagus karena tujuannya mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah jika memang tidak mendesak harus keluar rumah. Tapi yang jadi masalah bukan itu, melainkan ada orang yang salah membaca dan menerjemahkan caption.

Baca Rekomendasi :   Kisah Nyata : Menikah Terlambat Pembawa Berkah Bagi Hidupku

Sebutlah namanya si Ujang (nama samaran). Mohon maaf jika ada diantara pembaca yang bernama Ujang, wkwk.. Nah, jadi si Ujang ini berkomentar,

“Cari nafkah di rumah? Lier maneh”

yang artinya “Cari nafkah di rumah? Ngaco kamu!”.

Jadi si Ujang ini mengira akun bandung.banget menyuruh semua orang untuk nyari nafkah di rumah. Duh, ampun deh.. Entah dia baru bangun pagi jadinya masih ngalindur alias setengah sadar apa gimana, saya gak paham whahahaha.. Coba aja kalian baca caption dari akun bandung.banget itu, sama sekali gak ada kalimat yang nyuruh semua orang untuk nyari nafkah di rumah.

Admin bandung.banget jelas ngomong,

“Tolong BUAT KALIAN YANG bisa untuk di rumah aja dan gak penting-penting amat untuk keluar, YANG GAK HARUS cari nafkah di luar rumah tapi masa bodoh dengan keadaan, blablabla blablablaaa…“.

Jelas banget lah tujuan caption si admin adalah ke orang yang sudah diberi kesempatan untuk kerja dari rumah tapi malah keluyuran gak jelas, bukan nyaranin semua orang untuk nyari nafkah di rumah. Toh buruh pabrik, pedagang kaki lima, dan pekerja lainnya masih banyak yang tidak seberuntung itu, yang tidak bisa bekerja dari rumah. Malah, si admin juga menulis ucapan dukungan bagi orang-orang yang terpaksa harus cari nafkah alias bekerja di luar rumah.

Baca Rekomendasi :   Hindari Mengkonsumsi 5 Makanan Ini Saat Sahur

Akhirnya si Ujang kena buli netizen akibat kecerobohannya yang gak bisa baca dengan benar.

Ada yang bilang boloho (bodoh), minat bacanya kurang, nyuruh belajar baca, nyebut dia heboh gak jelas, sampai saya sendiri pun jadi netizen julid. Ini pertama kalinya saya komentar di akun Instagram yang bukan teman wkwkwk..

Saya komentar dengan Bahasa Sunda kasar seperti yang dilingkari di atas, yang artinya “Gak ada yang ngomong harus nyari nafkah di luar rumah hei kamuuuu! Nyebut ngaco ke orang lain padahal kamu yang ngaco!”. Habisnya saya sebel wkwkwk..

Sebetulnya itu komentar yang membuli si Ujang cuma sebagian kecil yang saya capture. Seingat saya, sudah ada sekitar 60 komentar sebelum saya ikut komentar. Lalu saya kepoin lagi beberapa menit kemudian, ternyata muncul lagi sekitar 35 komentar setelah ada komentar dari saya. Berarti hampir 100 orang yang membuli si Ujang stupid ini.

Tapi setelah saya cek lagi sebelum saya nulis jawaban ini, komentar si Ujang dan netizen pembuli pun lenyap. Entah bandung.banget yang menghapus atau si Ujang sendiri yang menghapus karena malu.

Coba, membacalah dengan benar baru protes. Jangan berkoar aja yang gede tapi tetap ngaco. Gimana mau nimbrung masalah Covid-19 yang jelas ilmiah dan berat, wong baca aja sambil mabok gitu wkwkwk.

Artikel ini disadur sebagaian dari curhatan warga net di quora.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page