Pada Akhirnya, Jodoh Kita Adalah Orang yang Sah Menggenapi Kita

Jika Ada Keingininan Kita yang Tak Menjadi Nyata. Kita Hanya Harus Percaya. Kalau Allah Lebih Tahu Mana yang Lebih Kita Butuhkan Dari Apa yang Kita Minta.

Segera bertemu
0 53

Jodoh adalah orang yang disiapkan Tuhan untuk menggenapi kita, untuk membersamai kita di sepanjang sisa usia. Jadi kalau kita belum berkesempatan untuk menikah dengan orang yang kita harapkan, sudah pasti orang itu bukan jodohnya kita. Jadi, buat apa menghabiskan waktu, perasaan dan pikiran untuk orang yang bukan ditakdirkan menggenapi kita.

Tenang saja, kita hanya berusaha untuk menggapai apa yang kita harapkan. Biarkan Allah yang maha baik yang memutuskan. Kalaupun itu baik bagi kita, Dia akan mempertemukan dengan siapa yang kita harapkan. Kalaulah Dia tidak mempertemukan, berarti dia akan menggantinya dengan seseorang yang lebih baik untuk kita. Menurut kerentuan-Nya.

Pada akhirnya, jodoh kita adalah orang yang sah menggenapi kita. Seberapa dekatpun kita dengan seseorang, seberapa dalam dan lamapun kita berhubungan dengan seseorang, orang itu belum tentu menjadi jodohnya kita. Orang tersebut akan benar-benar menjadi jodoh kita, kalau sudah disahkan oleh aturan, aturan agama dan negara. Bisa jadi orang yang baru kita kenal, bahkan seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya-lah yang ternyata sudah Tuhan siapkan untuk dipertemukan dengan kita, untuk saling menggenapi. Entah melalui perantara apa ataupun siapa. [Kutipan Buku Genap]

Jika Ada Keingininan Kita yang Tak Menjadi Nyata. Kita Hanya Harus Percaya. Kalau Allah Lebih Tahu Mana yang Lebih Kita Butuhkan Dari Apa yang Kita Minta.

Dimana lagi kita harus mencari kesabaran, selain di ruang tunggu yang tak berkesudahan? Tunggu yang selalu mengawali satu-persatu kehendak-Nya tiba, tunggu yang antri bergantian untuk mengantarkan kita dari satu takdir ke takdir yang lainnya, tunggu yang setia menunggu. Disuguhinya kita dengan degup-degup kecemasan, dengan binar-binar harapan, dengan serpihan-serpihan kebingungan, dengan bongkah-bongkah keraguan, dengan serangkaian ketidakpastian, dengan kesedihan serta kegembiraan yang silih berganti.

Yang semuanya memang harus disantap dengan penuh keyakinan. Keyakinan, bahwa Dia sudah mempersiapkan yang terbaik untuk setiap episode kehidupan kita. Dan tentu saja sesuatu yang terbaik itu, akan didapatkan dengan usaha terbaik juga, harus dihadapi dengan penyikapan terbaik pula. Karena jika tidak, kita tidak pernah merasa kalau itu adalah yang terbaik bagi kita. [Kutipan Buku Menata Hati]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page