Kue Khas Aceh, Camilan Manis yang Enak Disantap di Sore Hari

Ditemani secangkir kopi dan obrolan santai bersama keluarga dan sahabat, keinikmatan kue ini semakin terasa.

Kue Khas Aceh via sahabatnesia.com
0 125

Kuliner Aceh didominasi oleh makanan yang kaya rempah seperti mie aceh. Namun, Aceh ternyata juga mempunyai kue-kue khas yang rasanya manis dan legit. Kue-kue ini bisa dinikmati sambil bersantai sore, dihidangkan pada acara-acara khusus, atau dijadikan oleh-oleh. Jika berkunjung ke Aceh, cobalah lima sajian manis ini:

1. Kue Adee

Kue adee disebut juga kue bingkang. Penganan manis ini merupakan kue khas Pidie Jaya yang dibuat dari campuran tepung terigu, gula, telur, santan, dan mentega yang dikukus sampai matang. Kue adee dijual dengan harga Rp20.000 untuk ukuran kecil, sedangkan untuk yang berukuran besar Rp40.000. Ada dua varian kue adee yaitu rasa tepung dan rasa ubi, rasanya legit dan tidak terlalu manis, pas di lidah.

2. Keukarah

Campuran tepung beras dan santan diolah menjadi kue berbentuk serabut bernama keukarah ini memiliki tekstur renyah dengan rasa yang manis dan aroma karamel. Selain disantap sebagai camilan, kue ini biasa dijadikan hantaran dari mempelai laki-laki pada pesta pernikahan.

Baca Rekomendasi :   6 Kuliner Khas Jepara yang Wajib Dicoba, Ada Sup Pangsit yang Unik

Cara pembuatan keukarah cukup unik, adonan encer dari tepung beras, santan, dan gula pasir, dimasukkan ke dalam cetakan batok kelapa yang berlubang-lubang. Adonan yang keluar dari lubang-lubang tersebut langsung ditampung di atas minyak panas sambil digoyangkan hingga membentuk jaring-jaring yang bertumpuk. Kue ini disebut juga kue sarang burung dan mudah didapatkan di kios oleh-oleh di Banda Aceh.

3. Timphan

Kue timphan bisa dianggap sebagai kue paling terkenal dari Aceh. Bahan kue timphan adalah tepung ketan dan pisang diisi kelapa muda atau srikaya. Rasa timphan yang unik bertambah nikmat dengan taburan kelapa parut di atasnya. Pisang yang dipilih untuk membuat kue ini adalah pisang raja karena teksturnya yang halus dengan aroma yang harum.

Baca Rekomendasi :   Jajanan Khas Minang dari Beberapa Kota di Sumatera Barat Ini Wajib Kamu Coba

Cara membuat kue ini, tepung ketan, santan, dan pisang dimasak kemudian didinginkan. Setelah itu digulung jadi satu. Adonan yang sudah didinginkan kemudian ditaruh di atas daun pisang dan ditambah isian, setelah itu dibungkus lalu dikukus sampai matang.

4. Bhoi

Kue bhoi memiliki tekstur luar yang renyah dan tekstur bagian dalam yang lumer. Kue manis ini telah ada sejak zaman kesultanan, tetapi bentuknya berbeda dengan kue yang ada saat ini. Kue bhoi merupakan sejenis bolu dari tepung beras, telur bebek, dan gula pasir tetapi ada pula yang menggantikan tepung beras dengan terigu. Kue yang terbuat dari tepung beras memiliki tekstur lebih kasar dan hancur di mulut saat disantap, berbeda dengan kue dari terigu yang lebih empuk.

Kue ini biasa disajikan ketika pesta pernikahan atau acara adat. Untuk keluarga besar, kue bhoi yang disajikan berbentuk ikan dan berukuran besar sebagai syarat adat yang harus dipenuhi oleh keluarga mempelai perempuan.

Baca Rekomendasi :   Rekomendasi Menu Makan Siang yang Mantap di Surabaya

5. Meuseukat

Meuseukat bisa dikatakan merupakan kue tercantik karena di atas permukaannya dibuat ukiran timbul bercorak bunga dan dedaunan. Bahan kue ini yaitu tepung terigu, buah nanas, dan gula pasir sehingga rasanya manis dan legit seperti dodol.

Kue berwarna putih gading ini lebih banyak disajikan ketika menerima tamu-tamu penting, perayaan hari besar, atau diberikan sebagai hantaran untuk menjemput pengantin wanita setelah pernikahan. Karena pembuatannya yang rumit, tidak semua toko oleh-oleh menyediakan kue ini. Biasanya, jika memerlukan kue ini harus memesan terlebih dahulu untuk menentukan ukuran dan rupa hiasannya.

​Kue-kue khas Aceh ternyata memiliki filosofi tersendiri di samping rasanya yang enak. Penasaran dengan kue-kue di atas, kamu bisa mencoba membuatnya sendiri jika belum sempat berkunjung ke Tanah Rencong ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page