Tuhan Tengah Menyadarkanku, Lelaki Terbaik Adalah yang Mengikat Dengan Akad Bukan Janji Palsu

Tuhan Tengah Menyadarkanku, Lelaki Terbaik itu Adalah Dia yang Mengikatmu dengan Akad, Bukan dengan Janji Lalu Menghilang

Lelaki terbaik via instagram.com @menjalinmakna.photo
0 165

Tentang dia yang hadir diwaktu yang tepat. Saat aku menunggu datangnya seseorang yang kelak jadi pendamping hidup. Dia datang membawa keyakinan. Sosok lelaki dewasa nan amat santun dimataku. Lelaki yang menawarkan sebuah komitmen yang aku dambakan. Sebuah awal yang manis tak kalah keseriusan itu semakin terlihat dengan dia yang datang membawa ke dua orangtuanya bertemu ibu dan bapakku.

Berjuta Kupu-kupu bertebaran. Aku tidak mampu menutupi bahagiaku. Senyum selalu tersungging. Malu-malu aku menatapmu.

Akhirnya aku menemukan seseorang yang akan menjadikan aku makmumnya. Hayalan bahagia hidup bersamamu selalu menghiasi hari-hariku.

Seyakin itu aku padamu. Menunggu dengan harap kedatanganmu kembali untuk melamar. Namun sampai batas waktu yang mampu aku beri kamu tak kunjung datang.

Baca Rekomendasi :   Mendoakan Adalah Satu-Satunya Cara Mencintai yang Paling Rahasia
Lelaki terbaik
Lelaki terbaik via instagram.com @menjalinmakna.photo

Janji akad tinggallah wacana kosong.

***

Aku mencoba terlihat baik-baik saja. Masih mengukir senyum pada tanya orang-orang terdekat akan rencana masa depan kita. Walau aku sendiri getar getir menahan harap yang berkecamuk.

Berkali-kali aku menagih keseriusanmu, janji yang kau katakan di hadapan kedua orang tuaku namun berakhir dengan pertengkaran. Aku berusaha memaklumi kesibukkanmu, waktu temu kita yang terkikis karena kesibukkan kerja. Namun semua tidak menghilangkan rasa gelisah dan takutku.

 

***

Sampai pada akhirnya kebohongan itu terkuak.

Aku membangun harap dan kamu menghancurkannya berantakan.

Kenyataan yang tidak pernah terbayang olehku. Kamu yang ingin mengakhiri hubungan ini. Aku yang masih ingin bertahan dan menyakini kita masih bisa bersama, mencoba memperbaiki semua meluruskan kesalahpahaman. Iya ini hanya kesalahpahaman saja. Namun sungguh disayangkan, lagi kenyataan yang aku terima membuat lukaku semakin dalam.

Baca Rekomendasi :   Menikah Tak Perlu Megah dan Habiskan Banyak Uang, yang Penting Sah

Sebuah kebenaran yang sangat menyakitkan. Tanpa sepengetahuan ku, diwaktu yang sama kamu berjanji akan menikahiku ditempat lain kamu pun tengah menawarkan hal yang sama pada kekasihmu. Dan menyakitkannya kamu memilih dia.

Aku ingin memaki. Berteriak sekencangnya. Sisa kewarasan menahan. Aku yang salah. Aku yang terlalu berharap aku yang bodoh. Aku ingin menangis tapi kemarahan lebih menguasai. Aku malu padu kedua orangtuaku. Harusnya tidak secepat itu aku mengizinkan kamu datang.

Sampai pada satu titik aku menyadari. Tuhan tengah menyadarkanku. Dalam memilih pendamping hidup aku lupa melibatkan Dia Yang Maha Menghendaki. Aku lupa hadirNya. Aku larut dalam bahagia. Hingga aku lupa bertanya padaNya.

Kini aku belajar memaafkan. Inilah bukti cinta Tuhanku pada hambaNya yang lemah ini. Allah-ku sangat baik. Dia palingkan aku dari laki-laki yang tidak layak untuk menjadi ayah dari ana pk-anak ku.

Baca Rekomendasi :   Aku Berjuang Mendapatkan Restu Orang Tuamu Agar Bisa Menikah Denganmu

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page