Maaf, Aku Selalu Gagal. Kamu Tersenyum dan Membangkitkanku Saat Kuterluka

  • Bagikan
Aku selalu gagal
Aku selalu gagal via instagram.com @mata_raisha

Setiap orang yang melihat kita menjalani lorong panjang selama ini pasti tahu, dan aku mengaku
Bahwa aku telah kalah dalam berjuang, bahwa kau telah mengungguliku dalam papan skor perjuangan dalam mempertahankan kita.

Kau berjalan di depan, menantang hujan dan kemarau. Sementara aku bersembunyi di belakang memelukmu dalam ketakutan. Kau menerobos gelap, menerima hujan membasahi tubuh. Sementara aku hanya sebatas pena dan kopi di depan meja.

Senyummu menafsirkan tabah, marahmu menahan lelah, tawamu mengungkapkan senang sekaligus membuatku tak tenang, sebab aku teramat takut kehilangan. Kau bangun pagi buta, membuka jendela, dan mulai berkemas untuk berangkat menantang hidup. Sementara aku masih menikmati lamunan dalam sepi, di depan tembok.

Maaf aku selalu gagal. Kau tersenyum dan membangkitkanku saat kuterluka, sementara aku masih sering bingung ketika kau tumpahkan air mata.

Berterima kasihlah kepadanya yang telah berjuang untukmu sampai sejauh ini. Bagaimana? Sudah berterimakasih?

****

Terimakasih Kita Bisa Sejauh Ini, Semoga Mimpi Kita Bersama Dikabulkan Oleh Tuhan

Dengan tanganmu, aku bangkit
Dengan semangatmu, aku berdiri
Dengan senyummu, aku melangkah
Dengan tawamu, aku berjuang.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Dirimu yang Selalu Kudoakan di Keheningan Malam

Berkelana,
Menyusuri misteri hidup
Yang kadang dusta
Di depanku kau berdiri
Melindungi dan menjaga asa
Di sampingku kau merangkul,
Membanggakanku pada semesta

Terimakasih,
Kita bisa sejauh ini.
Semoga mimpi kita bersama
Dikabulkan semesta.

Dan tentang segala rintangan, bersabarlah. Kita taklukkan berdua. Mampukah kalian bertahan untuk menggapai mimpi-mimpi kalian berdua?

Cerpen ini merupakan kerja sama antara Detak Sajak dengan bapermulu.com. Jangan lupa tunggu ya buku detak sajak yang akan segera rilisi. Follow instagramnya @detaksajak_

****

Merindukanmu dalam batas ketidakwajaran kini telah berhenti aku lakukan.

Merindukanmu dalam batas ketidakwajaran kini telah berhenti aku lakukan. Aku akui ini kesalahan yang begitu berat untukku dan untukmu. Aku pernah terbaring lemah karena menunggu kabar darimu. Setiap dekti waktu yang berjalan, tanpamu aku ringkih. Sungguh, inilah yang dinamakan sebuah kesalahan padaku menempatkanmu pada puncak cinta di hatiku.

Setelah sekian lama aku mengharapkanmu, berharapa dari semua yang pernah kamu janjikan padaku. Aku pun pernah menunggu kedatanganmu di sini. Begitu panjang durasi waktu yang telah kuhabiskan hanya untuk menikmati pahitnya perihal menunggu dan kamu tak kunjung kembali layaknya senja di sore hari.

Baca Rekomendasi :   Kepada Hati Yang Dirahasiakan, Semoga Allah Menjagamu Dalam Kebaikan

Aku tak tahu keberadaanmu selepas kamu pergi meninggalkanku. Tapi, kepergianmu pula. Aku tersadar penuh kekecewaan bahwa kau bukanlah seseorang yang seharusnya kutunggu. Tak mengapa aku dan kamu terpisah saat ini, karena aku ingin mengganti semua kenangan saat bersamamu dulu dengan lembaran baru yang penuh dengan kisah baru.

Biarlah kamu menjadi catatan kisah yang usang dimasa lalu, pernah mengenal cinta yang salah darimu dan kini aku ingin mendekatkan diriku pada sang Pemilik Cinta yang sesungguhnya.

****

Tentang sakit hati yang tak bertepi, tentang harapan yang tinggal kenangan

Sejujurnya aku tak ingin mengingkari ketentuan yang telah ditetapkannya. Jika memang jodohku telah tertulis bersama seorang yang merupakan cerminan diriku maka aku senantiasa berkaca untuk memantaskan diri di hadapan-Nya.

Selama ini banyak hal yang telah terlewati. Mengahabiskan waktu dengan sia-sia yang tiada bermakna. Alur kehidupanku terasa hampa semenjak mengenalmu. Bukan soal melepasmu tapi perihal penyesalan yang kini tampak di depan mata.

Baca Rekomendasi :   Nanti Bila Rindu, Doa-Doa Kita Akan Bersatu Dilangit

Akhirnya, aku harus merelakan semua yang pernah patah dan kecewa. Tentang sakit hati yang tak bertepi, tentang harapan yang tinggal kenangan. Tentang semua hal yang menjadi keluh untuk disampaikan.

Merelakan itu tidaklah indah. Menghilangkanmu dari dalam hatiku, tak butuh waktu lama hanya saja ingatan itu kembali hadir saat senja mulai menyapa. Pernah dengan sangat setia menantikan indahnya senja berdua. Dan disaat senja hadir seolah kamu pun hadir bersama keindahannya. Tetapi ketika ia mulai perlahan pergi menghilang, lantas kamu pun menghilang dari ingatanku.

Kini kusadari, biarlah ini menjadi cerita tentangmu kemaren. Yang takkan pernah terulang kembali karena hatiku telah kembali kepada-Nya. Maafkan aku meninggalkanmu karena-Nya.

Cerpen ini merupakan kutipan dari buku tentang rindu yang melangit halaman 12-13. Jangan lupa beli bukunya ya di toko buku.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page