Rasaku Tulus Apa Adanya, Sayangnya Kepergianmu Yang Menjadi Balasannya

  • Bagikan

Tak ada yang tahu, batas waktu mana yang akan Tuhan berikan bagi setiap kesempatan. Katanya, akan selalu ada perpisahan pada setiap pertemuan. Entah berpisah karena kematian, atau karena memang tak lagi menjadi tempat berpulang. Segalanya masih menjadi misteri. Pun dengan pertemuan kita yang tak pernah ku duga sebelumnya. Tanpa campur tangan Tuhan, rasanya tak akan pernah ada cerita kita yang begitu hebatnya. Tanpa campur tangan Tuhan, rasanya kita tak akan pernah bisa mengenal dengan cara yang tak biasa, karena pada akhirnya, kita hanya memiliki peluang seperti sebuah ketakmungkinan untuk sebuah pertemuan.

Tetapi, Tuhan berkata lain. Ia memberikan takdir tak terduga bagi kita. Menggerakkan semesta untuk mengatur pertemuan, menjadi saksi bagi setiap skenarionya yang tak pernah terbayangkan. Pertemuan yang selalu sering ingin di ulang, lagi dan lagi. Pertemuan yang membuatku merasa menjadi seseorang yang berbeda, merasa seperti temukan rumah untuk berpulang, merasa menjadi diri sendiri tanpa harus banyak berusaha hanya untuk diterima. Dan pertemuan kita, adalah apa yang tak akan pernah ku sesali pada akhirnya.

Baca Rekomendasi :   Aku dan Kamu Pernah Menjadi Kita, Sebelum Akhirnya Memutuskan Menyudahi Saja

Menyayangimu Membuatku Merasa Lebih Hidup Dari Sebelumnya. Ku Jagamu Semoga Tuhan Berkenan Pada Akhirnya

Aku selalu berpikir waktu kita tak pernah banyak. Pada setiap pertemuan kita yang tak begitu lama, yang terulang entah kapan lagi adanya, aku selalu berusaha untuk membuat segalanya terasa begitu bermakna. Berbincang denganmu, mendengarmu berbicara walau tak sebanyak aku, menikmati hidangan yang kadang kita buat dengan bahan seadanya. Aku menyayangimu, sejak pertemuan itu menjadi berulang. Rasa sayang yang hadir tanpa alasan pasti. Karena entah kamu juga merasakannya atau tidak, aku temukan rasa pulang saat kita tengah bersama, bahkan dalam waktu sekejap saja.

Aku menyayangimu, memintamu kepada Tuhan agar ia selalu berkenan mengizinkanku bahagiakanmu. Menjadi seseorang yang selalu ada untukmu. Memberikan kuat untuk mampu menemanimu disetiap rasa yang kadangkala tak membuat kita baik-baik saja. Aku menyayangimu, dan menjagamu semampuku adalah apa yang tengah kuusahakan sejak hari itu. Karena kehilangan adalah apa yang tak ingin lagi kurasakan. Setelah perjalanan panjang, setelah banyaknya cerita yang datang. Kehilangan menjadi bagian yang selalu menyakitkan. Dan denganmu, rasanya aku tak ingin lagi merasakan kehilangan yang sama, seperti banyak cerita yang pernah ada.

Baca Rekomendasi :   Bila Cintamu Tak Tersampaikan Secara Lisan, Masih Ada Doamu yang Tersampaikan

Rasa Itu Tak Akan Pernah Mampu Di Paksa, Bagaimanapun Usahaku Untuk Membuatmu Selalu Bahagia

Katanya, cinta adalah reaksi kimia dari ia yang meraskannya. Mungkin pertemuan kita, waktu yang kita lalui bersama, tak buatmu merasakan reaksi yang sama saat aku berada didekatmu. Bahkan, mungkin saja, setiap usaha, setiap waktu yang terjadi, bisa saja itu hanyalah hal-hal tak berarti bagimu bagaimanapun aku mengusahakannya. Aku lupa, bahwa bisa saja hatimu masih tertambat pada masa lalu lama, atau mungkin seseorang di jauh sana yang membuatmu merasakan debar bahagia bahkan saat kamu menatapnya dari jarak yang jauh dari ia.

Mungkin, rasa ini hanya ku tanggung sendiri. Setiap waktu yang berlalu diantara kita, hanya menjadi berharga dari sisiku saja. Aku tak mampu memaksamu merasakan hal yang sama, membalas rasa hingga kita menjadi satu frekuensi adanya. Walau pada akhirnya, kamu memilih pergi setelah sekian banyak cerita, aku hanya mampu mendoakan yang terbaik bagimu saja. Karena ketidakmampuanku, aku tak mampu membuat kita untuk terus bersama selamanya. Kehilangan yang lagi-lagi ku rasa, walaupun kini tak mudah, aku tahu jika aku harus berusaha kembali untuk baik-baik saja.

Baca Rekomendasi :   Jika Akhirnya Yang Paling Tulus Memilih Pergi, Maka Kamu Harus Mengerti

Kamu, semoga berbahagia.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page