Aku Memang Menyayangimu , Tapi Maaf Tidak untuk Menjadi Teman Hidup

  • Bagikan

Aku tidak menutup diriku untuk mengenal siapa pun, tak terkecuali kamu. Aku berteman dengan siapapun selagi masih sejalan dalam prinsipku. Berteman bukan perihal materi atau makanan, tapi juga rasa.

Menjadi temanmu adalah sesuatu yang aku syukuri. Memiliki teman yang bisa mengimbangi keanehan pola pikirku, teman diskusi terbaik meski kerap kali diisi dengan banyak debat. Sebuah keberuntungan yang aku syukuri. Aku bertemu dengan partner yang bisa diajak untuk tumbuh bersama, menjadi ‘gila’ dan ‘waras’ disaat yang sama.  Bersamamu aku senyaman itu.

Sering kali sisi egoisku mengambil alih, menjadi paling menyebalkan melalui  tingkah dan ucap. Namun lagi, kamu jadi seseorang yang mengalah. Kerap memberi maaf dan memaklumi kecerobohanku. Seseorang yang bisa menempati diri untuk menjadi saudara, teman dan rekan bertukar pikir. Sabarmu aku butuhkan. Sikap dewasamu dalam menegur aku hargai.

Baca Rekomendasi :   Karena Cinta Yang Hadir Atas Kenyamanan Akan Kalah Dengan Cinta Atas Keimanan

Kamu teman laki-laki terbaik yang aku miliki. Bagiku kamu hanya sebatas teman. Tapi bagimu aku lebih dari teman dekat.

Kamu, teman terbaik entah bagaimana aku menggambarkan sosokmu. Ketulusanmu, kelembutanmu dengan segala pelangi yang kau bawa mewarnai hari-hari bersama. Kamu teman se-frekuensi yang sangat aku sayangi.

Maaf jika jawaban yang ku beri tidak seperti yang kau harapkan. Maaf jika sikapku membuatmu berpikir sejauh itu. Maaf jika aku mengecewakanmu. Aku tidak ingin menjadi ratu dalam hidupmu.

Aku memang menyayangimu  dan sangat nyaman berada didekatmu. Sebatas itu tidak lebih. Tidak untuk menjadi teman hidupmu.

Aku tidak pernah membayangkan menjadi ratu dalam hidupmu. Aku tidak pernah membayangkan kita akan jadi raja dan ratu sehari yang duduk bersanding menyalami setiap tamu undangan . Tidak.

Baca Rekomendasi :   Meski Tak Bersama, Mencintaimu Menjadi Satu Hal Yang Kusyukuri

Tidak pernah sedikit pun terlintas aku dan kamu jadi kita. Inginku bukanlah raja dan ratu melainkan saudara meski tak sedarah. Saling menyayangi dan mengasihi tapi tidak untuk menjadi teman hidup.

Maaf untuk tidak mampu membalas rasamu. Jangan menjaga jarak setelah ini. Jangan bersikap acuh meski awalnya terlihat canggung , tolong jangan menjauh. Aku tidak ingin kehilangan sahabat terbaik. Tidak akan pernah aku ungkit perkara ini. Anggap saja kau tak pernah mengatakannya. Aku ingin tetap jadi teman terbaikmu.

Kamu punya ruang sendiri dihatiku. Jangan khawatir selalu ada tempat untukmu. Kusediakan rumah khusus untukmu dihatiku.

 

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page