Dear Kamu Yang Selalu Bilang Rindu, Aku Tidak Butuh ‘I Miss U’ dari Lisanmu Tapi Butuh Ragamu Dihadapanku

Rasa rindu itu akan tuntas ketika kedua mata saling menatap. Kedua tubuh saling bertemu, ketika jiwa saling menghangat sebab temu. Bersabarlah wahai rindu, masih ada yang harus kami perjuangkan sebelum meniti temu.

0 193

 

“Jangan hilangkan sepi. Ketika rindu masih punya nama ”

-unknow

 

Tidak ada yang salah dengan rindu. Kita saja yang membuatnya terlihat rumit. Tolong jangan salahkan jarak yang ada toh ini adalah konsekuensi dari keputusan yang kita pilih. Kita sepakat bukan untuk menjalani cerita ini meski tanpa temu.

Ada hari dimana aku ingin bersandar dipundakmu tapi aku sadar kau jauh. Ada saat aku ingin duduk dihadapanmu bercerita tentang banyak hal namun lagi aku tersadar kau tidak disini disampingku.

Lucu ya terkadang aku tertawa sendiri jika rindu tengah menyerang. Otakku tidak mampu bekerja dengan baik. Fokus ku hilang entah dimana. Inginnya selalu mendengar suaramu nan jauh disana. Kadang kala waktu tak berpihak. Kau yang sibuk dan aku yang ingin mengganggu. Duh rindu sabar ya..

Baca Rekomendasi :   Kamu Hanya Bisa Memilih, Sedang Tuhan Lebih Tahu Mana yang Seharusnya Terpilih

Selama ini telepon dan chat memang diibaratkan morfin yang hanya meredakan sementara, tanpa bisa mengobatinya dengan tuntas. Kalimat rindu yang kerap terucap melalui telepon maupun chat hanya bisa ku nikmati sebagai pengantar tidur. Ibarat penawar bagiku jika rindu ini bukan dari satu pihak saja. Jika ribuan kilometer jarak yang memisahkan, kamu disana pun tengah menikmati rindu yang mendesak.

Rasa rindu itu akan tuntas ketika kedua mata saling menatap. Kedua tubuh saling bertemu, ketika jiwa saling menghangat sebab temu. Bersabarlah wahai rindu, masih ada yang harus kami perjuangkan sebelum meniti temu.

Terkadang sisi egois ku ingin memaksamu pulang sebentar saja untuk melepas rindu. Terkadang suara dan rupa dibalik layar maya tidak mampu mengobati rindu yang semakin keluh. Aku ingin mendekap walau sebentar.

Terimakasih untukmu dengan segala kesabaran menghadapi aku yang tidak sempurna ini. Dengan menjadikan rindu sebagai alasan untuk berulah.

Saat rindu ini tertahan , bukankah kita tengah menunjukan pada dunia bahwa kita tidak mampu dikalahkan oleh jarak. Jauh dipelupuk mata namun dekat dihati begitulah kita. Meski rindu seringkali jadi alasan untuk bertahan atau berpisah. Semoga saja rindu kita yang terawat tak membuatnya retak. Semoga doa yang terapalkan akan menjadi nyata. Sulit memang menerima rentetan kilometer yang memisahkan, tapi sabar dan percaya akhirnya memudahkan semua harapan.

Biarlah rindu ini menyesakkan, sebab kelak rindu ini akan jadi cerita saat kita sudah berjumpa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page