Bersabarlah Sedikit Lagi Sayang, Hingga Akhirnya Kita Bersama Dalam Ikatan Suci

  • Bagikan
Sabarlah sayang
Sabarlah sayang via instagram.com @rozzy_motret

Menikah itu bukan balap mobil atau balap karung. Jadi bukan tentang siapa yang lebih cepat daripada siapa atau siapa yang mendahului siapa. Tapi tentang suatu fase hidup, yang setiap orang punya kebijaksanaan dan kondisi masing-masing untuk memasukinya. Kalau sudah siap dan kondisinya memungkinkan baiknya memang disegerakan.

Kondisi kita berbeda dengan kondisi mereka. Seperti yang kamu tahu, ada masalah yang harus aku selesaikan dengan keluargaku. Aku mohon kamu mau bersabar sedikit lagi. Nanti kalau saatnya sudah tiba, aku dan keluargaku akan datang ke rumahmu. Sampai saat itu tiba, biarlah kita tetap saling percaya. [Kutipan Buku Menata Hati]

Sayangnya Kebersamaan Tak Membuat Kita Dekat, Walaupun Kita Berada Pada Tempat yang Tak Berjarak.

Kamu terlalu banyak menuntut. Sayangnya, aku juga demikian. Dan kita terjebak dalam siklus saling menyalahkan. Aku menyalahkan kamu, kamu menyalahkan aku. Padahal harusnya, aku menyalahkan aku dan kamu menyalahkan kamu. Karena aku lebih tahu tentang diriku, kamu lebih tahu tentang dirimu. Dan kita lebih bisa mengendalikan diri kita sendiri daripada mengendalikan orang lain, bukan? Atau mungkin, tak ada yang perlu disalahkan.

Baca Rekomendasi :   Jujur Itu Menyakitkan Namun Lebih Baik Daripada Bertahan Dalam Kebohongan

Tidak aku, tidak juga kamu. Karena menyalahkan hanya akan membuat kita semakin beku. Dan beku akan membuat kita sulit bergerak. Akhirnya, kebersamaan tak membuat kita semakin dekat. Walaupun kita berada pada tempat yang tak berjarak. Karena dekat memang bukan sekedar permasalahan jarak, tapi tentang hati yang saling terikat. [Kutipan Buku Menata Hati]

Sabarlah sayang
Sabarlah sayang via instagram.com @rozzy_motret

Jodoh Bukanlah Barang Hilang yang Harus Ditemukan. Jodoh itu Dipertemukan Karena Siapapun Dia. Sudah Tuhan Tetapkan Semenjak Kita Berada Dalam Kandungan Ibu.

Pada akhirnya, jodoh kita adalah orang yang sah menggenapi kita. Seberapa dekatpun kita dengan seseorang, seberapa dalam dan lamapun kita berhubungan dengan seseorang, orang itu belum tentu menjadi jodohnya kita. Orang tersebut akan benar-benar menjadi jodoh kita, kalau sudah disahkan oleh aturan, aturan agama dan negara.

Baca Rekomendasi :   Jomblo Bukan Berarti Kesepian, Pacaran Pun Tak Selalu Bahagia

Bisa jadi orang yang baru kita kenal, bahkan seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya-lah yang ternyata sudah Tuhan siapkan untuk dipertemukan dengan kita, untuk saling menggenapi. Entah melalui perantara apa ataupun siapa. [Kutipan Buku Genap]

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page