Ada Kalanya Kita Pasrah dan Menyerah, Bukan Kalah Tapi Memilih Langkah Baru

  • Bagikan

Ada kalanya kita pasrah dan menyerah untuk sesautu hal. Bukan kalah, tetapi memilih memulai langkah baru dan terus maju. Karena setiap mimpi dan harapan itu memberikan pintu-pintu yang lebih dari satu. Jadi bukan kalah, hanya saja kamu mesti berbelok arah untuk menjemput mimpimu dengan cara yang lain.

Biasa sajalah saat mengingat yang lalu agar diri tak kehilangan harapan karena kesalahan atua luka dimasa itu. Biasa sajalah saat berusaha menerawang apa yang di depan sana, agar gelisah dan resah tak hadir lalu menurutkan langkah kita (Sesekali kita butuh sepi hal 182)

Mengerti bahwa semuanya hanya titipan, kita harus selalu siap akan segala kemungkinan. Akan lebih baik jika semuanya kita maknai sebagai titipan, agar kita tak terlalu cinta hingga lupa pada-Nya dan tak berlarut dalam duka saat kita kehilangan (Sesekali kita butuh sepi hal 13).

Baca Rekomendasi :   Jika Akhirnya Yang Paling Tulus Memilih Pergi, Maka Kamu Harus Mengerti

Jadilah sebaik-baiknya diri sendiri dengan segala kurang dan lebih yang kita miliki. Jangan berhenti pada kata “menjadi apa adanya”, tetapi jadilah versi terbaik dari diri kita. Semua perlu proses, dan menjadikin diri lebih baik adalah proses seumur hidup (Sesekali kita butuh sepi hal 173).

Waktu akan terus melaju, seindah apapun hari ini, pun seburuk apa pun ia. Tugas kita adalah terus melangkah, terus membaik berdamai dengan hati dan merelakan yang pernah terjadi.

Terseyumlah karena yang jadi kenyataan itu adalah hal yang bisa tak baik untuk kita lantas Dia menggantinya dengan yang jauh lebih baik lagi.

Semoga kita mampu bertahan, hingga nanti di surga kita menuai kebaikan yang kita tanam.

Baca Rekomendasi :   Berhenti Deh Melakukan Hal Ini Kalau Gak Mau di Anggap Bucin!

Di atas pilihan yang kita pikir baik, ada ketetapan Sang Pencipta yang jauh lebih baik. Jadi, tak mengapa jika beberapa harus tak sejalan, karena di sana yang lebih baik akan menggantikan.

Hidup akan terus berjalan. Jadi jangan berhenti begitu saja, karena ada banyak kemungkinan indah yang telah menantimu di depan sana. Sesekali butuh sepi hal 137.

Nah itulah beberapa kutipan buku dari sesekali butuh sepi yang ditulis oleh kang ihsan dengan instagram.com @kangihsan_ . Bagaiaman tertarik untuk membeli bukunya, jangan lupa ya kamu harus memliki buku yang satu ini sebagai refernsi bacaan kamu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page