Yakinlah, Setiap Ketulusan Akan Dibalas Dengan Kebahagian

  • Bagikan
Ketulusan
Ketulusan via intagram.com @nedyasafitrianggraini

“haduuuh kamu ini yaa kenapa sih kamu gapernah nyerah, dia itu gak peduli sama-sekali dengan semua pesanmu” Oceh Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu padaku, Dia yang hampir setiap saat dengan patuh mengikuti inginku, mengantarkan basa-basi yang benar-benar kau anggap basi itu, mulai mengingatkan ku.

“Udah deh jangan rewel, anterin aja ya, Kalo bisa bilang padanya, pesan ini ku kirim dari hati, walaupun mungkin ia terlalu naif untuk sekedar mengakui bahwa sebetulnya ia juga senang atas semua pesan-pesan itu” sanggah ku meyakinkan dia juga diriku bahwa gak semua pesan harus berbalas bukan, biarkan ia terkirim, diterima, meskipun akhirnya diabaikan, biar saja. Sesekali kita menjadi dermawan soal perasaan tak apa kan, tanpa pamrih, tanpa berharap balasan, apalagi sanjungan, ikhlas saja. Bukankah sesuatu yang di kirim dari hati akan sampai ke hati.

“Tuh kan, Tuh kan.. Haha aku bilang juga apa, ngeyel sih, dia itu sama sekali gak mau tau apa yang kamu kirim, pake sok soan dermawan lagi” ejek dia Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu padaku, rupanya dia yang mulai penat menerima kenyataan bahwa pesan-pesan yang di bawanya bahkan sama sekali tak di lihat, coba mengejekku dengan maksud agar aku berhenti.

Baca Rekomendasi :   Aku Telah Jatuh Cinta Pada Setiap Beda Yang Dia Punya

“Udah jangan bawel ya, dia lagi sibuk mungkin” lagi-lagi aku mengajaknya berpikir positif.

“Haha kamu tuh yaa, aku itu tau dia lagi balas-balasan pesan dengan orang lain, sialnya cuma pesan kamu doang yang ia pura-pura gak lihat.. Upsss sory” celoteh Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu kembali mengejekku yang membuat telinga ini mulai merasa panas.

“Eh siapa tau nih ya. dia itu tipe orang yang pandai menyembunyikan perasaan, masa hampir setiap saat aku berikan dia perhatian, gak sedikitpun hatinya luluh sih, gamungkin. Apalagi aku juga gak jelek-jelak amat kan haha” Ucapku ku menghibur diri.

“Bisa jadi juga sih yah, atau mungkin bisa jadi dia gamau mengakui dia luluh karena dia masih gak percaya sama kamu, mungkin dia berpikir kamu pasti banyak mengirim pesan yang sama ke orang lain, bisa jadi dia itu cuma ingin jadi yang utama saja, iyakan” kembali Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu mencoba menyadarkanku.

“Hey bukannya kamu tau ya, kan kamu yang nganterin semua pesan-pesan itu, tidak ada yang lain bukan” tanyaku pada Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu.

Baca Rekomendasi :   Aku Tak Menahanmu Lagi, Pergilah Bila Memang Itu Membuatmu Bahagia

“Iya juga sih, Andai saja dia tahu yaa, pesan itu hanya di kirim kepada dia seorang” Ucap dia Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu dengan raut wajah memelas, seolah ingin mencoba mengerti perasaan ku.

“Sudah lah, biar saja. Tak perlu ada yang harus menjelaskan dan dijelaskan, biar semua berjalan apa adanya, samar-samar, hingga semesta memperkenankan ia untuk paham” Ucapku kepada Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu.

“Haha kamu tuh yaa……” kata-kata dia Aplikasi dengan logo telpon berwarna hijau itu terputus tak terselesaikan, sesaat setelah aku mematikan data internet di layar handpone.

Dalam Hidup, ntah itu soal perasaan , atau diluar daripada itu, banyak hal yang memang sudah seharusnya kita menjadi dermawan, berikan apapun itu namanya kebaikan, tanpa pamrih, apalagi berharap balasan, karena yang paling baik pemberi balasan hanya-DIA, biarkan saja itu menjadi bagian Tuhan. Tak terkecuali soal perasaan bukan.

Baca Rekomendasi :   Cukup Sampai Disini Saja. Aku Hanya Butuh Kepastian, Dan Kau Tak Bisa Memberikannya

Yakinilah jika Ketulusan, akan senantiasa Ia-balas kebahagiaan.

Artikel ini merupakan kiriman dari Muhammad Hidayatulloh dengan judul asli Percakapan Rasa.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page