Nona, Selamat ya Atas Pernikahan Kalian, Ku Ikhlas Meski Hati Masih Terluka

Kamu dan aku pernah menjadi kita, sebelum akhirnya kamu memilih dia sebagai pendamping hidupmu nona.

Selamat atas pernikahan kalian instagram.com @apriliophoto
0 237

Nona, Apakah dirumah mu ada cermin? Berdirilah di depan nya dan lihat, disana ada seseorang yang amat ku sayang. Disana berdiri seseorang yang menjadi objek semua tulisan tulisan, menjadi tuan untuk segenggam perasaan, dan menjadi ladang nan subur bagi sepucuk tunas perasaan.

Aku yang hampir lelah dengan semua carut marut perjalanan cinta, mulai bisa kembali menjejakan kaki meski tertatih, walau hanya untuk sekedar berdiri. Sebab asa itu benar-benar ada, dia datang bersama hadirmu. Menyejukkan mata, menenangkan hati, dan memberi bahagia yang membuncah dalam dada.

Kata Kita telah menjadi kata yang melambangkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Menjadi kata yang dijadikan orang-orang sebagai simbol pasangan serasi selamanya, kata yang menjadi saksi tumbuh nya cinta yang murni.

***

Tapi sayangnya semua itu hanya beberapa detik lalu Nona, sebelum salah satu sahabatmu bercerita via pesan dunia maya, memberiku kabar yang ia sebut kabar bahagia, “Tahun Ini kalian akan menikah” katanya. Benar, detik ini telah sampai padaku sepotong kabar, dan ya, memang kabar bahagia yang ku dapatkan, Bahagiamu, lebih tepatnya.

Terkejut sudah tak lagi mampu untuk menggambarkan kondisi mentalku waktu menerima kabar bahagiamu itu Nona, bumi yang saat itu ku pijak seolah terasa asing, langit yang menaungiku seolah tiba-tiba bersikap tak ramah, udara yang kuhirup terasa begitu menyesakkan dada. Semesta seolah menjahatiku Nona. 

Selamat atas pernikahan kalian
Selamat atas pernikahan kalian instagram.com @apriliophoto

Kini bagiku, kata kita telah menjadi sebuah kata yang melambangkan kesedihan yang luar biasa, simbol patah hati yang sempurna, saksi untuk matinya hati sebab tersakiti.

Sementara di sana, dirimu yang beberapa detik lalu masih menjadi kata bahagiaku sedang bahagia bahkan saling membahagiakan dengan laki-laki yang kelak kau panggil suami.

Kamu mungkin tidak sengaja berbuat itu, atau bahkan sama sekali tidak tahu menahu, memang ini semua salah ku, aku terlalu naif untuk mengakui bahwa hadirmu begitu berharga. Kini semua sudah terlambat, kamu akan segera genap dalam beberapa saat.

Dan aku, Ah sudah lah gak usah kau hiraukan. Aku, si pecundang yang gapernah berani berterus terang tentang perasaan, aku si pengecut yang selalu takut untuk sebuah ungkapkan. Aku yang mungkin selalu mengabaikan pintu hati yang terbuka itu selama ini, Sama sekali gaperlu kau hiraukan.

“Perempuan itu butuh kepastian” nasihat seorang teman yang waktu itu ku abaikan. Untuk apa kepastian, jika dengan samar-samar saja kita sudah bisa saling membahagiakan, pikir ku waktu itu. Yaa, salah memang. Jadi sudahlah, aku sama sekali gausah kau hiraukan.

***

Ah bukannya memang sudah tidak ada lagi perhatian buatku. Nyatanya, kabar pernikahan mu saja harus tersampaikan melalui teman. Bukan dari mulut mungil mu itu. Apa iya ini yang disebut sebagai tak berdarah?

Kini di hari bahagia mu, hari pernikahan mu, ku kirimkan Do’a dan Amplop berisi perasaan yang begitu mengkhawatirkan. Jika berkenan, tolong do’a kan, agar ia lekas pulih meski itu sebuah ketidak mungkinan. Dan Do’a ku, semoga ia yang kau pilih untuk jadi labuhan terakhir setelah jauh pelayaran mu menjadi tempat yang tepat.

Artikel ini merupakan kiriman pembaca bapermulu.com, dengan judul asli Kado Untuk Pernikahanmu

Oleh: Muhamad Hidayatuloh.

Kamu juga bisa mengrimkan karyamu untuk dipublis di sini ya! Selain belajar menulis, artikel kamu akan di share di media sosial bepermulu.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page