Rindu Ini Masih Milikmu, Walau Cerita Kita Tak Seperti Dulu

Meski Luka, Pergi Bukanlah Menjadi Pilihan. Masih Ada Rindu Yang Seringnya Hadir Dalam Jiwa

Rindu Ini masih milikmu ya via instagram.com @megrashyphoto
0 258

Cerita kita terjadi tak hanya satu dua hari. Bermula pada perkenalan singkat, pertemuan, bahkan tentang banyaknya cerita yang telah kita bagi bersama. Bahkan tak lupa, tentang banyaknya hal yang telah kita lalui bersama-sama tentunya. Rasa itu, sejak cerita kita bermula selalu tertuju kepadamu. Kepada seseorang yang mampu membuatku mulai percaya, dan kembali merasakan apa itu rindu. Perasaan khawatir yang sering datang saat tak kutemukan kabarmu hadir, atau bahkan rasa degup menyenangkan saat penantian untuk sebuah pertemuan.

Bersamamu, aku merasakan debar yang telah lama tak lagi ku rasakan. Pun dengan banyaknya suka cita, dan tak lupa dengan duka yang kadang kala hadir diantara kita. Senangnya, aku masih menemukanmu. Pada setiap keadaanku. Kamu yang selalu hadir dengan caramu, kamu yang selalu menjadi pendengar terbaik yang ada di dekatku. Bersamamu, aku merasa begitu berharga. Waktu yang kita lalui bersama, tentu membuatku semakin lama menjadi jatuh cinta.

Tak Melulu Baik-Baik Saja. Hingga Akhirnya Mungkin Lelah Dan Menyerah Menjadi Pilihannya

Kita adalah sepasang manusia yang juga memiliki ego. Yang kadangkala, lupa bahwa kita juga perlu untuk diterima dengan sebaik-baiknya yang ada. Kadangkala, kita yang mungkin lelah menanti, lelah memberi maaf karena apa yang terjadi seperti hal yang tak bosan untuk berulang kembali. Aku kira, cerita kita belum sampai pada titik usai. Masih ada perjalanan panjang yang masih dapat kita lalui bersama. Masih banyak kota dan cerita yang dapat kita cipta. Masih banyak rencana dan cita-cita yang bahkan belum sempat kita ubah menjadi nyata.

Rindu Ini masih milikmu ya
Rindu Ini masih milikmu ya via instagram.com @megrashyphoto

Sayangnya, semesta rasanya tak lagi memberikan restunya. Sekuat apapun aku berusaha, rasanya aku tak akan pernah mampu untuk mengunggulinya. Seseorang yang kini mampu merebut hatimu dan segalanya tentang dirimu. Aku yang tak akan sepadan dibandingkan dengan ia yang memiliki begitu banyak hal yang dapat dibanggakan sebaik-baiknya. Seseorang yang kini, kamu pilih untuk menjadi tempat berbagi, menjadi alasan pulang dari banyaknya hal melelahkan yang telah kamu alami.

Seseorang yang membuatmu memilih untuk begitu berkorban sekuatnya, sebesar-besarnya agar ia tetap baik-baik saja berada bersamamu. Ia yang hadir entah sejak kapan bermula, membuat cerita kita kini seperti tak lagi ada artinya. Meleburkan semua waktu dan kenangan yang ada. Menggeser semua rasa yang sejak lama ku pupuk dan ku rawat sekuat yang aku bisa.

Meski Luka, Pergi Bukanlah Menjadi Pilihan. Masih Ada Rindu Yang Seringnya Hadir Dalam Jiwa

Ada luka menganga yang tertinggal saat langkah kita tak lagi bersama. Saat semua cerita, dan usaha yang ada kini tak lagi berarti seperti sediakala. Jangan tanya bagaimana kecewa ini sering hadir tanpa diminta. Tangis yang kadang tak bisa di tahan begitu saja. Tetapi sayangnya, bukannya membencimu, aku masih saja memiliki rasa yang sama. Apa yang terjadi diantara kita rasanya seperti pertengkaran biasa. Lalu, saat pagi tiba, maaf ini akan begitu mudah kuberikan untukmu. Pun bersama dengan rasaku yang masih sama seperti sediakala.

Aku ingin pergi. Meninggalkanmu bersama dengan bahagia yang baru. Karena aku tahu, bahwa aku tak lagi menjadi apa yang kamu inginkan. Pun, rasa yang ku miliki rasanya memang sudah tak lagi berharga bagimu. Sayangnya, pergi menjadi hal yang sulit untuk ku lakukan. Tanpa sadar, aku masih disini, menunggumu dengan perasaan yang sama besar. Dengan harapan dan doa yang belum lelah ku panjatkan kepada Tuhan. Pun, dengan rindu yang masih sering hadir memberikan rasa yang kadang tak karuan.

Maaf, jika rasa ini masih tetap ada, pun bersama dengan rindu yang kini tak lagi punya tempat untuk berpulang seperti sedia kala.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page