Doaku Cuma Satu, Ingin Menjadikanmu Sebagai Ibu Dari Anak-Anak Kita

  • Bagikan
Ibu dari anak-anak kita
Ibu dari anak-anak kita via instagaram.com @javaphotography

Bagaimana jika ku katakan aku mencintaimu

Oleh : Muhamad Hidayatuloh

Ada minimal 30 detik dari 86.400 detik setiap hari yang semesta berikan padaku, yang ku anggap istimewa. Bukan, bukan karena kita melewatinya bersama. Melainkan aku yang selalu terpana, menatap ponsel dengan objek unggahan setiap aktivitas mu dalam baris status dunia maya.

Tak apa, bagiku melihat setiap unggahan aktivitas mu adalah candu, jangankan hanya hitungan detik, jika kau mau seluruhnya, maka akan kupastikan semuanya sah jadi milikmu, seutuhnya. Kasih, melihat kedip matamu, ayunan langkah kakimu, hingga tawa-tawa kecil di sela tutur katamu adalah apa yang selama ini selalu ku sebut bahagia.

Dan tahukah dirimu kasih, kini Cita-cita ku sederhana, aku berdo’a kepada Tuhan, agar Dia-mengijinkanku untuk sempat mendengar mu dipanggil ibu oleh anak-anak kita, di panggil nenek oleh cucu-cucu kita, hingga kita menua bersama, dan lagi-lagi itulah bahagia. Sampai salah satu dari kita menangisi kehilangan di samping pemakaman, ntah aku, atau kamu.

Baca Rekomendasi :   Ada Doa Untukmu, Semoga Rindu Segera Menuai Temu Dalam Ridho Ilahi
Ibu dari anak-anak kita
Ibu dari anak-anak kita via instagaram.com @javaphotography

Kasih, telah banyak hari-hari ku lewati dengan sempurna bersama senja, dan kini baru ku sadari bahwa hadirmu ternyata lebih membuat hariku sempurna daripada yang di berikan oleh ia si lukisan alam dengan warna kuning keemasan yang orang-orang sebut senja. Percayalah, kini aku lebih memilih mu dari padanya.

Dan oleh sebab itu, bolehkah jika aku mengatakan, Aku mencintaimu.

****

Aku Hanya Penjagamu Sementara Sebelum Akhirnya Kamu Bertemu Jodohmu

Belahan hati dengan sendirinya akan dipertemukan bila Allaah telah mengizinkan, walau ia hadir hanya sekadar tamu sedetik. Kau tak akan menyangka bahwa dialah yang akan menetap abadi dalam sejarah panjangmu.

Menetap untuk pergi, memang sulit dicerna. Bagaimana mungkin? Apalagi ia telah menetap lama dalam sanubari. Kau hanyalah manusia lemah, di mana logika tingkat tinggimu tak akan pernah sanggup menelusuri bahkan meneliti rencana terbaik-Nya.

Baca Rekomendasi :   Terimakasih Untukmu, Telah Melengkapi Ketidaksempurnaanku Dengan Tulus

Pada akhirnya, kau akan percaya memang benar ia menetap untuk pergi bukan kini namun esok. Kau pun akan sadar bahwa pertemuan akan berakhir perpisahan.

****

Kita tak bisa menjamin diri bahwa hari ini dia akan bebas dari kesalahan. Buktinya, ketika kita terbawa arus dunia kita mengikut saja tanpa ingin melawan arus itu. Namun ketika kita tersadar bahwa itu adalah hal yang salah, diri ini tanpa hentinya memikirkan bagaimana bisa terjerumus ke lubang yang sama?

****

Terkadang kita berputus asa untuk melanjutkan cerita hidup. Sebab rintangan dunia terlalu berat dan sulit tuk dijalani. Harapan yang selalu terbayang-bayang di depan mata, pupus begitu saja. Kadang kita tak kuat melangkah, sebab harapan telah mati seperti raganya.

Baca Rekomendasi :   Aku Tak Pernah Membencimu, Meski Tak Rela Dia Memilikimu

Tapi, kita tak pernah sadar bahwa Allaah adalah tempat pengharapan terbaik. Sebab kita tengah di posisi terendah diantara milyaran manusia. Jikalau kita yakin bahwa Allaah itu dekat, maka keyakinan itu pulalah yang akan membangkitkan kita untuk terus maju.

Harapan kita begitu banyak. Namun, dikala posisi terhina kita hanya ingin secercah harapan saja. Sebab secercah harapan itu adalah nyawa kehidupan yang Allaah berikan kepada jiwa-jiwa yang tengah tersungkur dan tak berdaya.

Allaah Mahabaik. Tak ada sesuatu pun yang mengalahkan kebaikan-Nya. Allaah Maha Pengasih.
Tak ada sesuatu pun yang mengalahkan kasih-Nya. Allaah adalah tempat terbaik untuk kembali.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page