Bertemu Dengamu Adalah Anugrah. Dan Mencintaimu Memberi Rasa Tak Biasa

  • Bagikan
Tak pernah lelah memperjuangkanmu
Tak pernah lelah memperjuangkanmu via pintreest.com

Pertemuan kita adalah takdir Tuhan yang tak pernah ku sesali pada akhirnya. Walau tentu saja, sebuah pertemuan selalu sepaket dengan perpisahan. Tetapi, hingga waktu itu tiba, aku tak mau memikirkan hal-hal yang membuatku sakit kepala. Karena sejatinya, perpisahan terjadi karena ajal atau mungkin karena waktu kita telah habis untuk bersama hingga menjadi terganti oleh orang-orang baru di luaran sana.

Aku menghargaimu. Hingga pada akhirnya, tanpa ku sadari, aku melakukan banyak hal yang ingin ku lakukan untuk membuatmu tetap berada disisi. Mengusahakan segala cara untuk membuatmu bahagia. Menjadi seseorang yang selalu ada bersamamu dalam suka dan duka.

Bertemu Denganmu adalah Salah Satu Dari Seribu Doa yang Sering Kupanjatkan Kepada Ilahi.

Pertemuan kita adalah apa yang sering sekali ku sebut dalam doa setelahnya. Mengucap syukur kepadaNya, karena berkenan mempertemukan kita. Dua insan manusia yang bertolak belakang, banyak berbeda, tetapi pada akhirnya berusaha untuk saling melengkapi satu sama lain. Menerima segala hal yang menjadi sepaket yang ada dalam diri.

Baca Rekomendasi :   Komunikasikan Berdua Ketika Ada Masalah, Bukan Menghindar!

Tanpa tapi, tanpa membandingkan dengan mereka yang sempat singgah lalu pergi. Karena nyatanya, kita menyadari bahwa datang dan pergi selalu memiliki ceritanya sendiri. Tak ada perbandingan yang adil untuk membandingkan satu dengan yang lain yang pernah berada disisi.

Perbedaan Kadang Membuat Kita Ingin Menyerah. Hingga Akhirnya Memilih Menjadikan Ego Yang Kalah

Pertemuan kita segalanya terjadi begitu saja. Terasa cepat, tanpa tanda dan aba-aba. Ia datang seperti sebuah kejutan. Seperti kado yang tak disangka-sangka saat ulang tahun tiba. Atau bahkan laksana hujan yang turun setelah kemarau melanda. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata, karena pertemuan kita sungguh menjadikan adanya rasa bahagia tak terkira.

Kita adalah manusia yang berbeda. Dibentuk oleh banyak cerita hingga menjadikan kita seperti ini adanya. Sadar atau tidak, kita seperti puzzle-puzzle dengan sisi yang tak sama. Yang saling menutupi satu sama lain hingga membentuk suatu hal yang terlihat sempurna. Walau nyatanya, tetap ada celah yang menunjukkan bahwa kita bersama dibalik banyaknya beda yang ada. Kadang, perbedaan yang ada membuat kita ingin menyerah saja.

Baca Rekomendasi :   Mencari PenggantI Itu Mudah, Tapi Mencari Yang Setia Dan Menerima Apa Adanya Itu Susah

Berhenti dari perjalanan yang telah kita mulai bersama. Sempat sesekali berpikir bahwa ini seperti suatu yang tak berguna. Hingga akhirnya, kita memilih untuk mengalahkan ego. Berpikir lebih jernih, hingga Kembali menyadari bahwa kita adalah sepasang yang terbentuk karena banyaknya perbedaan. Dan rasa-rasanya, berhenti melangkah bersama hanya karena perbedaan yang nyatanya masih bisa kita satukan adalah suatu alasan yang terasa mengada-ada.

Perasaan Cinta Itu Akhirnya Tumbuh Setelah Pertemuan. Hingga Waktu Berganti, Perasaan Itu Tetap Sama Di Hati

Bertemu denganmu, memberikanku merasakan cinta yang telah lama tak lagi terasa. Ku kira, cinta itu telah mati setelah banyaknya luka dan masa lalu kelam yang sempat datang meninggalkan takut tak berkesudahan. Hingga akhirnya bertemu denganmu menimbulkan perasaan tak terduga. Cinta yang telah lama hilang dan mati, kini tumbuh kembali bersama harap dan percaya.

Baca Rekomendasi :   5 Fakta dan Sifat Cowok Idaman Yang Bisa Bikin Wanita Tergila-gila

Perjalanan kita tak pernah sebentar. Ada banyak rasa yang pernah hadir didalam cerita kita. Ia selalu menawarkan rasa bahagia dan tentu kesedihan yang tak malu untuk sesekali mampir. Membuat amarah kadangkala menjadi jembatan untuk berpisah. Dan juga, sadar akan perasaan saling memiliki satu sama lain, hingga saling memaafkan menjadi apa yang sering kita lakukan.

Waktu bergulir, entah telah banyak cerita yang pernah kita bagi bersama, tawa yang tak ada habisnya. Luka yang kadang memberikan kita jeda untuk bersama. Tetapi, rasa itu, masih tetap ada. Masih sama seperti sedia kala. Debar yang hadir saat kamu datang, bertatap pada jarak yang dekat dan rindu yang tetap sama saat jarak menyapa.

Terima kasih karena datang dan tetap ada hingga sekarang. Aku mencintaimu. Aku tak menjanjikan kita selalu baik-baik saja, tetapi semoga selama kita bersama, kita masih dapat saling menguatkan melewati segalanya bersama-sama.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page