Yang Romantis Itu Disimpan Dalam Ruang Privat, Bukan Di Pamerkan Di Sosial Media

Faktanya, Suka Pamer Di Sosial Media, Malah Akan Membuat Hubunganmu Renggang, Karena Terlalu Fokus Pada Komentar Netizen.

Mengumbar kemesraan via alienco.net
0 625

Faktanya, orang yang suka pamer hubungan dengan seseorang di sosial media, yang membagi bagikan keromantisan dan kasih sayang dengan kekasihnya, justru karena dia tidak begitu bahagia dalam menjalin hubungan yang sebenarnya atau merasa insecure, sehingga menggunakan media sosial sebagai pelampiasan, pencitraan hingga pengakuan dari hubungan yang dijalin.

Jadi akan lebih baik jika kamu lebih bijak dalam menggunakan sosmed. Keromantisan hubungan yang dirasakan berdua tak perlu di pamer-pamerkan untuk khalayak umum.

Hubungan Dijalin Berdua, Dirasakan dan Dinikmati Cukup Dengan Pasangan. Tak Perlu Membiarkan Orang lain Ikut Campur.

Ingatlah, kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang kamu sayang dan harapkan selama ini. Jadi akan lebih baik jika kamu membuat hubungan yang lebih berkualitas dengan tidak membiarkan orang lain terlalu tahu dan ikut campur. Biar cukup hanya kamu dan pasanganmu yang menikmati keromantisan dan waktu berdua. Fokus pada pasanganmu dan hubunganmu saja.

Baca Rekomendasi :   Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan Adalah Ketika Mencintaimu Sepihak

Apapun Yang Terjadi Dalam Urusan Ranjangmu, Tak Bijak Rasanya Jika Kamu Pamerkan Pada Orang Lain Di Sosmed.

Jika kamu sedang bermesraan dengan pasanganmu dan kamu bahagia untuk itu, maka cukup syukuri kebahagiaanmu dengan melayani suami dengan sebaik mungkin. Sebaliknya jika ada masalah apapun dengan pasanganmu, cobalah komunikasikan baik baik dengan pasangan.

Bukan malah memamerkan baik kemesraan ataupun masalah di sosial media. karena itu justru sama saja tidak ada menghormati pasangan dan mengutamakan komunikasi.

Faktanya, Suka Pamer Di Sosial Media, Malah Akan Membuat Hubunganmu Renggang, Karena Terlalu Fokus Pada Komentar Netizen.

Hal ini berhubungan dengan tujuannya menggugah kemesraan di sosial media. Jika tujuanmu mungkin hanya untuk menyimpan foto dan memori, kamu mungkin tidak akan terlalu peduli pada komentar netizen di sosmed. Namun jika kamu memang sedang mencari perhatian, like, atau pengakuan kebahagiaan.

Baca Rekomendasi :   Bosan Menjomblo? Ini 5 Cara Ampuh Menarik Perhatian Pria

Maka jika ada yang mencelamu atau tidak memperdulikan dirimu, kamu bisa merasa hampa dalam hubunganmu. Selain itu, komentar netizen yang kadang tidak berperikemanusiaan, akan membuatmu ragu dalam menjalin hubungan, merasa pasanganmu tak lebih baik. Hingga tak peduli lagi pada pasangan karena terlalu fokus melayani sosial media.

Selain Itu, Sering Pamer Kemesraan dan keromantisan Dengan Pasangan Di Sosmed, Justru Membuktikan Bahwa Hubungan Kamu Tak Baik Baik Saja

Banyak Study yang membuktikan bahwa perilaku senang memamerkan kemesraan dan keromantisan dengan pasangan adalah tanda hubungan sedang tak baik baik saja. Tanpa sadar kamu memiliki rasa insecure dan ragu pada hubungan yang sedang kamu jalin.

Kamu membutuhkan pengakuan dari hubungan yang sedang kamu jalani dengan memamerkannya di sosial media. Sehingga kejujuran dengan pasangan juga dipertanyakan. Apakah kamu menganggap hubungan itu serius apa cuma ajang pamer semata.

Baca Rekomendasi :   Kita Hanya Perlu Bicara Dari Hati Ke Hati. Bukan Malah Mencari Selingan Hati

Sehingga Lebih Baik Bijaklah Dalam Menggunakan Sosmed, Boleh Upload Foto Bersama Pasangan, Tapi Jangan Berlebihan. Lebih Baik Simpan Keromantisanmu Bersama Pasanganmu Di Ruang Privat Yang Hanya Kalian Yang Tahu

Seharusnya cinta itu ada untuk dihargai, dilengkapi dan mempersatukan, bukan bahan yang dipamerkan. Meskipun sosmed memang punya hak kamu dan memang kamu bebas melakukan apapun. Tapi bukankah lebih bijak dengan menyimpan keromantisan pasangan hanya untuk berdua. Curhatan kepada pasangan kebahagiaan dan kesedihan yang kamu rasakan.

Bukan mengumbarnya di status kamu. Sembunyikan aib pasangan dan dirimu dalam kamarmu, bukan dicuitan sosial media. Selain itu untuk menghindari rasa iri dari orang lain dan memunculkan kompetisi yang tidak sehat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page