Setelah Luka, Kini Kuberi Kesempatan Kedua. Semoga Kesempatan Ini Terbaik Untuk Kita

  • Bagikan
Merasa bosan dalam hubungan
Merasa bosan dalam hubungan via instagram.com @soni_aditia

Kadangkala tanpa kita sadari, kita mencipta luka pada cerita kita bersama. Entah karena lupa, atau bisa saja karena memang mungkin itu cara kita untuk melepaskan diri dari satu dengan lainnya. Karena kadang, kita sering merasa takut untuk terbuka, mengatakan yang sebenarnya, bahwa hubungan kita sedang tak baik-baik saja. Dengan alasan kita tak ingin saling menyakiti secara tiba-tiba jika memilih untuk berkata yang seharusnya.

Sayangnya, kesalahan yang semakin lama kita tumpuk, alasan-alasan tak masuk akal yang seringnya kita pupuk membuat kita lupa bahwa bosan selalu tak pernah luput menjadi penghias perjalanan kita bersama. Bahwa ada rasa jenuh yang kadangkala hadir yang membuat kita menjadi tak lagi berselera hanya untuk sekedar bercerita. Lalu acapkali kita lupa bahwa, menuruti rasa jenuh dan bosan yang hanya sementara seringnya menjadi alasan tak logis untuk menyudahi hubungan. Yang bahkan, seringkali kita sadar, bahwa kita masih ingin bersama.

Baca Rekomendasi :   Lalu Nanti, Saat Aku Pergi Semua Akan Usai Begitu Saja

Kadangkala Jeda Selalu Memberikan Kita Ruang, Untuk Sadar Bahwa Kita Sama-Sama Bermakna Untuk Satu Dan Lainnya

Yang seringnya terlupa adalah, kita hanya perlu jeda. Ruang sendiri-sendiri untuk kembali mengerti keinginan diri, kembali mencintai diri sendiri setelah berusaha mencintai orang lain yang kini hadir dan menjadi bermakna dalam hidup kita. Kadang yang kita perlu hanya jeda. Istirahat sebentar dari setiap rasa yang hadir diantara kita. Memberikan ruang pandang lebih lebar bahwa kita hanyalah dua manusia yang berbeda, yang semakin lama terasa menjadi pelengkap satu dengan lainnya. Hingga akhirnya kita sadar, bahwa meninggalkan tanpa alasan yang jelas, adalah suatu kebodohan yang kita lakukan hanya untuk merasa kita kembali baik-baik saja.

Yang seringnya terlupa adalah kita adalah dua manusia dewasa yang secara sadar memilih bersama. Entah dengan alasan yang bahkan kadangkala tak masuk diakal menjadikan kita bersama dalam waktu yang lama. Yang pasti, dalam perjalanannya kita saling temukan potongan yang hilang, temukan rasa nyaman dan perasaan pulang, menjadikan diri sendiri saat kita bersama-sama. Hingga pada akhirnya, jedalah yang sedang kita butuhkan. Untuk kembali menatap satu sama lain, bahwa kita begitu berharga demi satu dengan lainnya. Bukan memilih untuk menghindar, menyakiti satu sama lain, lalu pergi hanya karena rasa jenuh yang bahkan seringkali datang dan sesering itu pula kita mampu melewatinya bersama-sama.

Baca Rekomendasi :   Fokus Menjadi Orang yang Lebih Baik Saja, Masalah Jodoh Serahkan Kepada Allah

Luka Dan Sadar Bahwa Kita Masih Miliki Rasa Yang Sama. Semoga Kesempatan Kedua Menjadi Pilihan Yang Takkan Kita Sesali Pada Akhirnya

Semakin lama kita mencoba, semakin sering kita menebarkan luka. Hingga kadangkala kita memilih untuk berhenti, menyerah bahkan saat kita masih ingin bersama untuk melangkah. Luka yang bahkan tak pernah sadar kita cipta hanya karena yang sebenar-benarnya kita butuhkan hanyalah jeda. Bukanlah orang-orang baru yang sejatinya membuat kita kembali pada titik awal. Kembali mengenali, kembali seperti orang lain yang bahkan hanya untuk diterima.

Lalu, saat kita kini saling menyadari bahwa segala upaya tak pernah berhasil akhirnya. Karena tentu, rasa kita yang masih sama menuntun kita untuk tetap memberi maaf sebesar-besarnya, masih menerima satu dengan lainnya bersama dengan peluk hangat yang selalu menjadi apa yang kita cari di akhir hari. Mungkin kali ini, akan ada rasa yang berbeda. Akan ada ketakutan baru yang melingkupi kita bersama, kekhawatiran jika hal yang sama terjadi, kita memilih untuk meninggalkan luka bukannya menghadapinya secara dewasa.

Baca Rekomendasi :   Selama Dirimu Belum Menemui Ayah, Maka Semua Ucapanmu Hanyalah Sampah

Tak ada yang tahu, pilihan kita untuk tetap bersama dengan kesempatan akankah berakhir baik atau hanya akan menambah luka. Semoga, tak ada lagi luka yang sama, atau bahkan penyesalan tiada akhir nantinya. Yang ada hanyalah kita yang semakin sadar, bahwa kita tetap sama berharganya untuk satu dengan lainnya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page