7 Kuliner Khas Timur Tengah yang Bisa Kamu Cicipi Selama Ramadan

  • Bagikan
Foul
Foul dari syiria via stepfeed.com

Hidangan berbuka puasa di Indonesia biasanya berupa kolak, gorengan, dan aneka es. Sama halnya dengan negara kita, negara-negara Arab pun memiliki hidangan yang khas pada bulan Ramadan. Tak hanya di negara asalnya, kuliner tersebut juga menjadi populer di negara-negara lain selama Ramadan.

Berikut ini kuliner Ramadan khas negara-negara Timur Tengah yang cocok untuk kamu coba lain:

1. Harees

Hares merupakan kuliner dari Uni Emirat Arab berupa gandum yang direbus, digiling kasar, dicampur daging, kemudian dibumbui dengan bumbu khusus. Bentuk harees terlihat mirip dengan bubur, di dalamnya ditambah daging sapi, ayam, atau domba. Bubur ini bisa disantap langsung, bisa juga disimpan di kulkas, lalu dipanaskan kembali saat akan disantap.

Makanan yang bisa ditemui di Timur Tengah dan India ini menjadi pilihan hidangan berbuka dan sahur karena lezat dan mudah dicerna. Bahan-bahan di dalamnya merupakan sumber makanan kaya serat dan protein yang bisa membuat siapa saja yang menyantapnya lebih kuat berpuasa.

Baca Rekomendasi :   Enak dan Menggoyang Lidah, Ini Dia Olahan Rawon yang Bisa Kamu Cicipi

2. Sanboosa

Arab Saudi memiliki kudapan gorengan khas yaitu sanboosa. Tampilannya seperti pangsit goreng berbentuk segitiga dengan kulit pastry yang renyah dan gurih. Bagian dalamnya bisa diisi sayuran seperti wortel, kentang, dan buncis, daging atau keju.

Sanboosa bisa digoreng ataupun dipanggang lalu dinikmati bersama sup wortel atau sup kacang lentil dan disantap sambil menikmati teh tradisional Timur Tengah. Selain dijadikan camilan, makanan ini juga jadi hidangan pembuka yang disajikan bersama sup atau saus yogurt.

3. Erseeyah

Hidangan satu ini berasal dari Oman, merupakan sajian istimewa yang biasanya dihidangkan saat Ramadan, hari raya, dan pesta pernikahan. Erseeyah terbuat dari daging ayam, sapi atau ikan yang dihaluskan bersama nasi, saus pedas, dan rempah-rempah.

4. Aseeda

Aseeda adalah hidangan manis dari gandum yang disajikan bersama madu dan mentega, cocok disantap saat berbuka puasa. Makanan asal Libya ini dibuat dari tepung yang dimasak hingga menjadi seperti puding, kemudian disiram dengan lelehan mentega, sirup kurma, madu, atau sirup gula. Teksturnya kenyal dan empuk, seperti jeli. Biasanya makanan ini disajikan ketika panas dan langsung disantap dengan cepat menggunakan tangan.

Baca Rekomendasi :   8 Kuliner Khas Banjarmasin yang Kaya Rempah, Nikmatnya Kebangatan

5. Foul

Foul
Foul dari syiria via stepfeed.com

Foul merupakan hidangan berasal dari Suriah, yang biasanya disantap pada hari Jumat pagi. Khusus Ramadan, foul menjadi menu buka puasa utama masyarakat di sana. Makanan ini terbuat dari bawang putih, bawang bombay, tahini, parsley, tomat, dan minyak zaitun, umumnya dijadikan cocolan untuk menyantap roti pipih. Selain memiliki cita rasa yang kaya, foul juga kaya protein dan serat.

6. Harira

Harira
Harira via stepfeed.com

Sup tradisional ini merupakan salah satu makanan khas buka puasa asal Maroko. Walaupun terkenal sebagai hidangan berbuka, harira juga mudah ditemukan saat hari-hari biasa. Bahan dasar dari harira ini adalah tomat, lentil, daging domba atau sapi dan buncis. Sementara bumbunya yaitu jahe, merica, ketumbar, kayu manis, seledri, bawang, dan peterseli.

Baca Rekomendasi :   7 Kuliner Nusantara yang Bisa Disimpan Lama, Cocok untuk Stok di Rumah

7. Mahshi Malfouf

Makanan ini berupa kol gulung yang di dalamnya diisi dengan nasi dan daging giling. Mahshi dikenal di sejumlah negara Timur Tengah, Eropa Timur, dan negara-negara Balkan dengan nama yang berbeda-beda. Nasi yang diisikan ke dalam sayur dimasak bersama daging dan rempah-rempah seperti lada hitam, kayu manis, bawang merah, bawang putih, garam, minyak, daun parsley, dan coriander. Setelah digulung dengan nasi campur, sayuran direbus hingga lunak. Makanan ini dapat dijadikan hidangan utama maupun pendamping.

Nah, meski belum berkesempatan berkeliling negara-negara Timur Tengah, kamu bisa kok mencicipi hidangan ini sebagai menu berbuka. Selain membelinya di restoran-restoran makanan Arab, bisa juga mencoba memasak sendiri berbekal resep dari internet.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page