6 Kuliner Khas Jepara yang Wajib Dicoba, Ada Sup Pangsit yang Unik

Berikut ini kuliner khas yang bisa kamu nikmati di kota Jepara

pindang serani khas karimunjawa via tourkarimunjawa.net
0 159

Kota Ukir Jepara merupakan kota di pesisir utara Pulau Jawa yang dikenal sebagai tempat lahir RA Kartini. Di samping terkenal sebagai kota penghasil ukiran dan meubel kayu jati berkualitas, Jepara juga menawarkan aneka kuliner yang lezat dan menarik. Berikut ini kuliner khas yang bisa kamu nikmati di kota Jepara:

1. Pindang Serani

Pindang serani merupakan hidangan berkuah dengan bahan utama ikan air laut seperti bandeng dan kerapu. Hidangan ini berupa sepotong daging ikan dengan kuah bening dimasak bersama potongan belimbing wuluh, tomat, cabai, dan kemangi. Rasanya campuran antara pedas, gurih, dan segar pada kuahnya.

pindang serani khas karimunjawa
pindang serani khas karimunjawa via tourkarimunjawa.net

Hidangan ini cocok sebagai menu makan siang bersama nasi hangat. Mendapatkan santapan khas Jepara ini sangat mudah karena tersedia di restoran hingga warung sederhana di kota ini.

2. Kerupuk Ikan

Kerupuk ikan khas Jepara terbuat dari ikan lemadang, kerapu, atau tenggiri. Ikan yang dijadikan kerupuk umumnya berasal dari ikan segar yang baru didapat nelayan dari laut. Selain ikan, bahan kerupuk juga meliputi tepung, bumbu, dan air. Setelah bahan terkumpul, dibuat menjadi adonan, kemudian dicetak menggunakan tangan ataupun mesin.

Baca Rekomendasi :   Gerbang Masuk Pulau Madura, Yuk Cicipi Kuliner Khas Bangkalan

Sesudah dicetak, adonan dikukus selama 2 jam hingga masak, lalu didinginkan selama kurang lebih 24 jam. Selanjutnya dipotong-potong, lalu dijemur atau dipanggang dengan oven. Setelah benar-benar kering, kerupuk digoreng, kemudian dikemas sebelum dijual.

3. Sup Pangsit

Tidak seperti pangsit biasanya yang dibuat dari bahan terigu digoreng kering atau direbus, pangsit dalam sup dibuat dari telur dadar dengan isian rolade udang cincang. Cara membuat pangsitnya cukup mudah, dadar telur diisi dengan daging udang yang telah dibumbui digulung, kemudian dikukus hingga matang lalu dipotong-potong.

Semangkuk sup pangsit Jepara terdiri dari kuah kaldu segar berisi rolade yang dilapisi telur dadar, sayuran, dan makanan laut. Selain rasanya nikmat, isinya yang lengkap berupa makanan laut dan sayuran mengandung gizi lengkap. Hidangan paduan kuliner lokal dan asing ini konon merupakan makanan kesukaan RA Kartini.

Baca Rekomendasi :   Kuliner di Jogja, 5 Mie Ayam Enak Ini Jangan Sampai Kamu Lewatkan!

4. Sayur Keluak Ayam

Di Jepara ada hidangan unik dari bahan ayam yaitu keluak ayam. Bumbu-bumbunya yaitu keluak, bawang putih, bawang merah, cabai merah, gula, air asam jawa, dan minyak goreng serta santan. Ditambah ketumbar, terasi bakar, dan lengkuas aroma bumbunya pasti menjadikan selera makanmu bangkit.

Sayur keluak ayam merupakan salah satu makanan favorit di Jepara. Karena merupakan masakan rumahan, hidangan ini tidak banyak tersedia di warung-warung makan.

5. Kuluban

Kuluban terdiri dari berbagai jenis sayuran rebus yang disajikan dengan bumbu kelapa. Sayur yang digunakan antara lain daun singkong, rumput laut, nangka muda, dan taoge mentah di dalamnya. Sebagai pelengkap, kuluban disantap bersama nasi, sambal terasi, dan rempeyek ikan asin. Hidangan ini umumnya disantap sebagai menu sarapan.

Baca Rekomendasi :   Nikmat dan Kaya Rasa, Mana Lauk Nasi Padang Favoritmu?

6. Sayur Betik

Sayur betik terbuat dari pepaya muda dan daging tetelan yang dimasak dengan bumbu keluak. Pepaya muda dipotong seukuran korek api, kemudian ditumis dengan bumbu-bumbu. Bumbunya sendiri cukup lengkap seperti daun salam, daun jeruk, serai, ketumbar, bawang merah, bawang putih, keluak, kemiri, merica, jintan, kunyit, dan kencur. Sayur berkuah santan yang sangat segar ini biasa disantap sebagai menu sehari-hari bersama nasi hangat.

Kuliner khas Jepara di atas terbilang sederhana, cocok untuk kamu yang sedang backpakeran di kota ini. Selain nikmat dan mudah didapat, harganya juga ramah kantong.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page