Aku Tak Mau Hidupku Menjadi Rumit, Hanya Karena Ketidakpastian Darimu

Bila sayang memang halalkan, bila tidak jangan memberikan perhatian yang berlebihan.

Hadirmu saat indah
0 149

Kamu bilang, cinta itu butuh pengorbanan. Mungkin ada benarnya. Tapi cinta yang tulus, tidak akan pernah menyakiti. Mungkin akan membutuhkan banyak pengorbanan, tapi pengorbanan yang membahagiakan. Bukan pengorbanan yang disesali. Dan tak ada bahagia-bahagianya perempuan yang menunggu laki-laki yang tidak bisa memberi kepastian.

Jikapun ada, itu sedikit sekali dibandingkan dengan rasa cemas dan khawatir yang dirasakan. Dan kebahagian yang sedikit itu juga bukan berasal dari proses menunggu, tapi dari proses berharap, yang rentan sekali mendatangkan kecewa. Dan aku tak mau hidupku jadi lebih rumit hanya karena ketidakpastian darimu. Jadi, selamat tinggal! [Kutipan Buku Genap]

Bila Nanti Aku Menikah, Ku Hanya Ingin Istriku Jadi Ibu Rumah Tangga, Biar Fokus Keluarga dan Anak-Anak.

Boleh, bagus kok. Tapi jangan kejebak sama posisi ibu rumahtangga atau wanita karirnya. Jangan lupa kalo perempuan juga manusia yang butuh aktualisasi diri. Ada yang cukup mengaktualisasikan dirinya di rumah, ada juga yang tidak cukup. Ibu atau isteri yang baik itu bukan masalah posisi kok, bukan masalah ibu rumah tangga atau wanita karir. Tapi tentang peran dan tanggungjawab. Ibu atau isteri yang baik, ya mereka yang bisa menjalankan peran dan tanggungjawabnya dengan baik pula.ㅤ

Baca Rekomendasi :   4 Bukti Utama Kenapa Wanita Cantik Lebih Memilih Lelaki Yang Tidak Rupawan

Dan jangan lupa, keluarga dan anak-anak adalah output, dimana output yang baik, biasanya dihasilkan dari input dan proses yang juga baik. Input informasi, pengetahuan, sudut pandang, pengalaman, kematangan, yang biasanya, input-input tersebut lebih banyak tersedia di luar rumah. Tinggal di dalam rumah dikomunikasikan dan dimusyawarahkan, bagaimana memastikan agar proses yang di luar rumah tersebut adalah proses yang baik.

Jadi sekali lagi, fokus aja gimana caranya agar bisa menjalankan peran dan tanggungjawab dengan baik. Bukan ribet pada posisi sebagai ibu rumah tangga atau wanita karir.

Harusnya Kita Menjadi Orang yang Banyak Bertindak Daripada Bicara. Bukan Banyak Mengumbar Janji Lalu Mengingkari.

Kalau kamu lihat akhir-akhir ini aku banyak diamnya; itu bukan karena aku tak mau bicara lagi kepada kamu. Tapi memang sudah tak ada lagi yang perlu dibicarakan mengenai hubungan diantara kita. Aku pikir harusnya dari dulu kita demikian; menjadi orang yang lebih banyak bertindak daripada bicara, bukan malah banyak mengumbar janji, lalu jadi saling mengingkari. [Kutipan Buku Menata Hati]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page