Jembatan Siti Nurbaya, Bukti Abadi Kisah Cinta Legendaris Dari Padang

Pesona Jembatan Siti Nurbaya Padang Dinikmati Segala Waktu, Termasuk Sore Hari.

Jembatan Siti Nurbaya Padang via instagram.com @beyubaystory
0 60

Banyak kisah percintaan yang menjadi legenda di Indonesia. Mulai dari cinta bertepuk sebelah tangan sampai dengan yang di jodohkan. Salah satunya kisah tentang Siti Nurbaya dari padang. Tahukah kamu jika Siti Nurbaya menjadi salah satu cerita cinta yang paling populer di Indonesia?

Nah, jika kamu sedang traveling di Tanah Minang, tak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Jembatan Siti Nurbaya. Banyak memang spot menikmati sunset di Padang, sebut saja Jenjang Seribu dan tentu saja Jembatan Siti Nurbaya. Konon, salah satu tempat terbaik menikmati sunset di Padang adalah di jembatan ini.

Sekilas Tentang Jemabatan Siti Nurbaya, Kisah Klasik Di Baliknya Bikin Haru dan Tangis Sekaligus.

Jembatan Sitti Nurbaya adalah jembatan yang membentang sepanjang 156 meter di atas sungai Batang Arau, Padang, Sumatera Barat. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan Seberang Padang. Memanggil nama dari novel klasik Sitti Nurbaya karya Marah Rusli.

Baca Rekomendasi :   12 Tempat Makan di Bandung, Cocok Buat Kamu Pecinta Makanan

Jembatan Siti Nurbaya adalah akses menuju Gunung Padang, salah satu latar tempat Sitti Nurbaya . Dibangun sejak tahun 1995, pembangunan jembatan menghabiskan dana Rp19,8 miliar dari anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat, didukung oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Dana Kerjasama Ekonomi Luar Negeri (OECF). Penggunaannya diresmikan pada pertengahan tahun 2002, ditandai dengan drama pemeran Sitti Nurbaya HIM Damsyik, Novia Kolopaking, dan Gusti Randa. (sumber : https://www.raunsumatra.com/home/blog/jembatan-siti-nurbaya-2/)

Pesona Jembatan Siti Nurbaya Padang Dinikmati Segala Waktu, Termasuk Sore Hari.

Jembatan Siti Nurbaya merupakan salah destinasi yang wajib dikunjungi bila ke Kota Padang. Tempat ini menjadi salah satu spot favorit saya hunting foto di Kota Padang. Dari atas jembatan ini dapat melihat Kota Tua Padang dari sudut lainnya. Begitu juga dengan panorama alam yang dapat dinikmati segala waktu. Bisa melihat sunrise, sunrise atau kelap kelip lampu malam yang memberi kesan romantis.

Baca Rekomendasi :   Curug Walet, Air Terjun Nan Indah dan Mempesona di Kaki Gunung Salak
Jembatan Siti Nurbaya Padang
Jembatan Siti Nurbaya Padang via instagram.com @beyubaystory

Saat sore tiba, bisa juga mencicipi kuliner khasnya yang dijual di atas jembatan ini, berupa jagung dan pisang bakar. Sudah pernah ke Jembatan Siti Nurbaya? Nah, Kalo belum yuk ke Kota Padang. Mana tau ketemu jodohnya di sini, eh. (sumber instagram.com @beyubaystory).

 

Lantas Apa Kata Netizen yang Pernah Berkunjung ke Jemabatan Siti Nurbaya.

Seperti di lansir dari laman tripadvisor.co.id yang mengulas berbagai destinasi di Indonesia. Begini kata warga net yang sudah berkunjung ke Jembatan Siti Nurbaya.

Menurut Iwanskomari, Jembatan Otentik, asli Padang. Siti Nurbaya nama Legendaris masyarakat Padang dari Novel Marah Rusli ini di abadikan untuk nama jembatan diatas Sungai Arau. Sisi jalanannya sangat menarik. Bangunan Belanda banyak berderet indah disisi jalan seberang sungai. Malam harinya semarak sumringah dengan kerlap kerlip lampunya. Terpantul berpantun di bening sungai Arau. Di lintas jembatan bisa dinikmati makanan tradisionil dan jagung bakar. Asli Padang asli Siti Nurbaya.

Lainnya Halnya Menurut Rizka, salah satu obyek wisata iconic lain di padang adalah jembatan siti nurbaya. namanya diambil dari tokoh utama di novel karya marah rusli. viewnya itu kapal2 nelayan dan rumah-rumah warga suku nias dan padang kota yg membeli rumah yg lebih murah harganya dibanding di kota

Sayangnya, Jembatan Siti Nurbaya di Malam Hari, “saat malam, suasana sebenarnya sangat syahdu dan indah tetapi banyaknya mobil dan motor parkir yang dimana sudah dilarang tetapi tidak ada polisi, jadinya sedikit semrawut. padahal di bawah sudah ada tempat makan dan bersantai di pinggiran muara. kurang adanya kantong parkir yg dekat dengan jembatan sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki sebentar. Ucap Alpar yang berkunjung pada April 2019.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page