Kebahagiaan Itu Ditangan Allah, Tak Bisa Diraih Kecuali Dengan Taat Pada-Nya

Kebahagiaan Itu Ditangan Allah, Tak Bisa Diraih Kecuali Dengan Taat Kepada Allah

Kebahagiaan itu di tangan Allah via instagram.com @aphrodytasls
0 253

Kebahagiaan itu ada dihati dan hati itu adalah kuasanya Allah… Allah yang Maha membolak-balikkan hati, DIA bisa mendatangkan kebahagiaan ataupun kesedihan dihati setiap orang maka cara terbaik meminta kebahagiaan adalah dengan terus taat kepada Allah.

Berat ringan persoalan hidup itu kuncinya adalah pertolongan Allah, semua mudah dan mungkin kalau Allah berkehendak. Jangan lupa sertakan Allah disetiap niat dan langkah dan pastikan tujuannya adalah ridho Allah.

Bebarapa Ujian Hidup Memang Seringkali Tak Bisa Dilalui Dengan Mudah Tapi Kesabaran Selalu Membawa Keberuntungan Bagi Pemiliknya.

Milikilah kesabaran dalam hatimu karena Allah bersama orang-orang yang sabar. Saat Allah telah bersamamu maka semua akan baik-baik saja. Percayalah, ada kebahagiaan yang menantimu saat kamu ikhlas dan sabar.

Kita masih punya Allah yang memiliki segala hal yang kita butuhkan, kita masih punya Allah yang tak akan pernah meninggalkan, kita masih punya Allah yang akan senantiasa menolong siapa pun yang membutuhkan pertolongan-Nya. jadi jangan malas berdoa yaa.. Allah tak akan mengecewakan hati yang berharap kepada-Nya.

Baca Rekomendasi :   4 Tips Membuat Hubungan Jarak Jauh (LDR) Terasa Dekat

Mulutku Sering Berucap Bahwa Aku Tak Lagi Mengejar Dunia. Namun Kadang Hatiku Masih Saja Mengkhawatirkan Rezeki yang Sudah Jelas Jaminannya.

Simaklah dengan seksama uraian indah Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini:

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Baca Rekomendasi :   Meskipun Memilih Sendiri, Bukan Berarti Harus Membuatmu Menutup Diri Bukan?

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –subhanahu– membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- delapan jalan rezeki, itulah pintu-pintu surga yg berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Rabb –subhanahu-, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhal dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga”. [Kitab Al-Fawaid, hal: 57] .

Baca Rekomendasi :   Kepercayaan Itu Mahal Harganya. Jadi Jangan Sampai Disia-siakan

Tabahlah Seperti Hujan yang Berulang Kali Jatuh Ke Tanah, Ikhlas Memenuhi Ketentuan Rabb-Nya Tanpa Pernah Membantah.

Dalam hidup, kita akan selalu di hadapkan dengan banyak pilihan yang sebenarnya kita tidak pernah tahu pilihan manakah yang terbaik untuk kita. Namun kita tidak perlu khawatir. Kita punya Allah yang Maha Mengetahui segala hal yang terbaik untuk hidup kita. Kita hanya perlu belajar percaya dengan apa pun yang ditakdirkan-Nya.

Meski terkadang skenario-Nya membuat kita sakit, yakinlah itu jalan terbaik untuk membuat kita lebih baik dari sebelumnya. (Dalam buku “Tenanglah masih ada Allah”)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page