Wisata Sejarah dan Misteri di Lubang Mbah Soero Sawahlunto

Di sepanjang dinding, kamu juga masih dapat melihat batubara berkualitas tinggi yang belum ditambang.

Lubang Mbah Soero Sawahlunto via instagram.com @beyubaystory
0 84

Sawahlunto, Sumatera Barat merupakan daerah penghasil batubara sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Kota ini memiliki banyak bangunan tua peninggalan masa kolonial, termasuk situs-situs bekas tambang.

Kini, situs dan bangunan seperti kantor pusat perusahaan tambang, instalasi pengolahan batubara, perumahan pekerja, hingga lubang tambang tersebut telah direvitalisasi dan dipugar. Bahkan, kawasan tambang Ombilin juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 6 Juli 2019.

Bangunan kuno di kawasan kota lama Sawahlunto pun dibenahi secara bertahap dan dijadikan lebih menarik sebagai komoditas wisata. Salah satunya yaitu Lubang Mbah Soero. Lubang ini merupakan bekas tambang batubara di tengah perumahan penduduk Tangsi Baru, Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Sawahlunto.

Siapakah Mbah Soero?

Nama Mbah Soero sendiri diambil dari nama salah seorang mandor tambang pada masa itu. Mbah Soero merupakan mandor yang disegani karena bijak dan memiliki ilmu kebatinan tingkat tinggi. Beliau meninggal sebelum tahun 1930 dan dikebumikan di pemakaman orang rantai, Tanjung Sari, Sawahlunto.

Baca Rekomendasi :   Menikmati Keindahan Danau Talang, Telaga Sunyi di Ketinggian

Pembukaan tambang batubara di kawasan ini sendiri dimulai sekitar tahun 1892, setelah dilakukan penyelidikan oleh Willem Hendrik De Greve pada 1867 yang kemudian dilanjutkan oleh peneliti lainnya.

Lorong ini sebelumnya pernah ditutup pada tahun 1930 karena rembesan air Sungai Lunto yang cukup deras. Perkembangan selanjutnya, lubang tambang ini dipugar dan dibuka untuk wisatawan pada tahun 2007.

Mengenal Proses Tambang Batubara Sambil Mencicipi Pengalaman Horor

Lubang Mbah Soero memanjang di bawah kota Sawahlunto sejauh 1,5km. Akan tetapi, lubang yang berada di kedalaman 15 meter dari permukaan tanah ini baru dipugar sepanjang 186 meter.

Bagian tersebut telah dilengkapi dengan saluran udara dan aliran air serta lampu untuk kenyamanan pengunjung. Sebelum turun ke lubang, pengunjung akan dibekali dengan helm dan sepatu, serta pemandu yang akan bercerita banyak tentang lubang legendaris tersebut.

Baca Rekomendasi :   Puncak Bukit Air Manis, Spot Menikmati Senja Terbaik di Padang

Di sini, kamu juga dapat melihat-lihat koleksi foto dan tayangan video tentang sejarah lubang tersebut. Di sepanjang dinding, kamu juga masih dapat melihat batubara berkualitas tinggi yang belum ditambang.

Lubang Mbah Soero Sawahlunto
Lubang Mbah Soero Sawahlunto via instagram.com @beyubaystory

Selain keberadaannya yang istimewa, tempat ini juga mempunyai kisah miris tentang orang rantai. Orang rantai merupakan sebutan bagi pekerja tambang yang merupakan tahanan yang dikirim dari berbagai daerah di Hindia Belanda. Mereka dipaksa bekerja menambang batu bara dengan keadaan dirantai untuk memperkaya pemerintahan kolonial pada masa itu.

Selama proses pemugaran, di lubang ini banyak ditemukan kerangka manusia, tulang belulang, hingga minuman beralkohol peninggalan Belanda.

Tak heran jika di dalam lubang sangat terasa aura mistisnya. Bahkan, banyak pengunjung merasakan pengalaman horor di sana seperti bunyi rantai yang diseret atau suara anak kecil tertawa. Oleh sebab itu, sebelum masuk ke dalam lubang, pengunjung diberi arahan tentang pantangan selama di dalam seperti dilarang berbicara kotor dan larangan masuk bagi perempuan yang sedang datang bulan.

Baca Rekomendasi :   Pantai Muaro Padang, Destinasi Religi Sambil Mantai di Padang

Berapa Tiket Masuknya?

Untuk menuju ke lubang tambang tersebut, kamu dapat melewati Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto kemudian menyusuri jalan sampai ke Gedung Info Box. Di gedung pertemuan yang dibangun pada tahun 1947 ini berfungsi sebagai pusat informasi sejarah Lubang Mbah Soero dan tempat membeli tiket masuk.

Untuk tur ke dalam lubang bekas tambang selama 25 menit, dikenakan tiket seharga Rp7.500 per orang. Meski baru ditemukan pada tahun 2007, saat ini telah banyak pengunjung berdatangan baik dari Sawahlunto maupun daerah lainnya.

Selain belajar sejarah dan merasakan pengalaman masuk ke lubang tambang, pengunjung juga akan mendapatkan sertifikat usai mengikuti tur.

Bagaimana? Merasa tertantang untuk hadir ke Lubang Mbah Soero?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page