Beberapa Cara Mengatasi Keraguan Menjelang Hari Pernikahan Agar Tak Berakhir Ambyar

  • Bagikan

Kata orang, semakin dekat ke hari pernikahan godaan justru akan semakin besar. Apakah Anda juga merasakan hal serupa ketika semakin mendekati hari-H pernikahan? Waspadalah! Karena menurut hasil penelitian UCLA, keraguan sebelum pernikahan terutama yang dirasakan perempuan, menjadi faktor yang diprediksi bisa meningkatkan angka perceraian.

Dan anda tentunya ingin menikah sekali dalam seumur hidup bukan? Maka kuatkan hati bahwa Anda telah melakukan putusan yang tepat untuk menikah dengan si dia. Untuk itu kami ada tips yang insyaallah ampuh mengatasi keraguan sebelum menikah. Semoga saja dapat membantu Anda lebih yakin untuk menikah dengan si dia dan bisa langgeng hingga ajal memisahkan. Aminn….

1. Cobalah Untuk Mengambil Me Time

Ketika keraguan mulai melanda hati dan pikiran Anda menjelang pernikahan, itu tandanya Anda harus segera melakukan me time. Ya, ambil waktu untuk menyendiri dan merenungkan semuanya. Baik yang sudah terjadi maupun kondisi yang pasti akan dihadapi saat sudah menjadi suami istri.

Kalau memang hari pernikahan masih panjang, Anda bisa habiskan sisa waktu sebagai seorang lajang untuk mengunjungi tempat-tempat yang memang bisa memberi ketenangan.

2. Kamu Harus Temukan Alasan Menikahi Dia

Anda pasti punya segudang alasan kenapa mau menikah dengan kekasih Anda. Lantas coba ingat-ingat lagi, apa saja alasan yang membuat Anda begitu yakin untuk menikahi dia. Jika Anda perempuan, Anda juga bisa mengingat kembali kenapa Anda dulu mau menerima lamarannya. Apakah karena dia seorang pria bertanggung jawab dan bisa menjadi imam bagi keluarga?

Jika Anda pria, apakah dia Anda nilai bisa menjadi istri yang mampu menjadi ibu yang tepat bagi anak-anak Anda kelak? Mengingat kembali alasan-alasan yang pernah Anda pikirkan dulu, bisa membantu untuk mengatasi keraguan sebelum menikah. Ingat kembali alasan-alasan tersebut dan buat hati menjadi yakin terhadap pilihan Anda.

Baca Rekomendasi :   Kurangi Ingin Tahumu Tentang Orang Lain, Niscaya Ghibahmu Akan Berkurang

3. Jujurlah Terhadap Diri Sendiri dan Pasangan

Anda dan pasangan pasti merasakan indahnya masa lamaran. Hidup serasa penuh bunga yang disinari matahari pagi. Kenyataannya, Anda justru menjadi galau saat mendekati hari-H. Sebaiknya kegaulauan Anda diutarakan dengan jujur kepada pasangan Anda. Karena bukan mustahil pasangan Anda merasakan hal sama, tapi sudah mampu mengatasinya.

Dengan demikian, Anda pun bisa mendapat pencerahan dan kembali yakin dengan putusan untuk menikah dengan dia. Tapi Anda juga harus siap menghadapi reaksi dari pasangan ketika menceritakan soal keraguan tersebut. Toh jika semuanya dilakukan tenang dan tanpa emosi, rasanya Anda dan pasangan malah justru bisa menemukan jawaban dari keraguan tersebut.

Berlaku jujur juga kepada diri sendiri. Apakah pernikahan memang hal yang sudah sangat Anda inginkan? Pernikahan seperti apa yang Anda harapkan? Jawab dengan jujur agar Anda bisa mendapatkan solusi dan pencerahan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jujur dan terbuka mutlak Anda lakukan terhadap pasangan maupun diri sendiri.

Jika sebelum menikah saja sudah sulit untuk jujur, bagaimana nanti kalau akhirnya sudah jadi menikah? Ingat, pondasi sebuah pernikahan yang langgeng adalah kejujuran dan keterbukaan.

4. Jika Butuh Teman Curhat, Maka Ceritakan Kepada Sahabat

Jangan pernah menyimpan keraguan di dalam hati Anda sendiri. Jika memang kamu butuh curhat maka haturkan kepada Allah, atau jika kamu memiliki sahabat yang terpercaya ceritakanlah kepadanya tentang apa yang kamu rasakan.

Baca Rekomendasi :   Senidri Bukan Tak Ada yang Mendekati, Aku Hanya Ingin Menjaga Hati

Bisa juga menceritakan keraguan yang Anda rasakan kepada kerabat atau keluarga Anda. Ceritakan semuanya tanpa ada yang disisakan atau ditutupi. Sehingga apa yang terasa mengganjal bisa mulai menghilang. Dan beban di kepala pun perlahan mulai menjadi ringan.

Memang tidak selalu orang yang menjadi tempat Anda bercerita bisa memberikan solusi atau masukan. Tapi setidaknya dengan bercerita, hati dan pikiran Anda akan lebih terbuka. Sehingga nantinya bisa berpikir lebih jernih dan tenang dalam mengatasi keraguan yang muncul.

5. Kenali Lebih Dalam Lagi Karakter Pasangan

Ilustrasi mengatasi keraguan sebelum menikah, jika di masa penjajakan Anda dan pasangan selalu berusaha jaim alias jaga image, ketika akan segera menikah sebaiknya mulai lebih menunjukkan karakter asli.

Tapi bukan lantas pernikahan menjadi batal karena karakter pasangan ternyata tak sesuai harapan. Ini justru menjadi persiapan, baik Anda maupun pasangan, untuk bisa menyesuaikan diri dengan karakter masing-masing.

Mengenali karakter pasangan lebih dalam sebelum menikah akan sangat membantu Anda dalam mempertahankan bahtera rumah tangga. Karena Anda sudah tahu harus bersikap seperti apa ketika pasangan menunjukkan karakter asli yang tidak klop dengan karakter Anda.

6. Jangan Pernah Mau Digoda Oleh Masa Lalu

Pastikan bahwa keraguan yang muncul bukan karena Anda mengetahui masa lalu yang buruk dari pasangan Anda, Biarkan masa lalu menjadi masa lalu.

Karena Anda juga pasti punya masa lalu. Bahkan mungkin masa lalu Anda lebih buruk dari pasangan. Jadikan masa lalu sebagai pemanis dari hubungan Anda, karena yang lebih baik adalah menyiapkan masa depan yang cerah bagi Anda berdua.

Baca Rekomendasi :   Jangan Terkecoh Rayuan Mautnya Karena Tidak Semua Lelaki Baik Punya Niatan Baik

Melupakan masa lalu dan menyiapkan masa depan menjadi cara untuk mengatasi keraguan sebelum menikah. Ingat, setelah resmi menikah masa depan dia adalah bersama Anda. Jangan sampai semuanya menjadi sia-sia karena Anda terlalu dibelenggu oleh masa lalu.

7. Percaya Kepada Diri Sendiri

Setelah melakukan perenungan maupun membagi keraguan Anda kepada orang yang dipercaya, kini saatnya untuk mempercayai putusan Anda sendiri. Jika memang Anda sudah memilih dia untuk menjadi pasangan seumur hidup, apapun yang terjadi nanti harus bisa dihadapi bersama.

Dengan memberi kepercayaan kepada diri sendiri, secara tidak langsung bisa membantu mengatasi keraguan sebelum menikah. Ketika Anda sudah memutuskan, percayalah bahwa Anda bisa menjalani pahit manisnya pernikahan bersamanya.

8. Berusaha Berpikir Realistis

Pernikahan bukanlah fatamorgana, melainkan sebuah hal yang nyata. Karena itu Anda harus bisa berpikir secara realistis saat menyikapi keadaan yang muncul ke hadapan Anda. Maka berpikirlah dengan berlandaskan fakta yang ada, bukan mengedepankan emosi yang justru membuat Anda semakin dilanda keraguan.

Kalau Anda dan pasangan sudah punya niat yang kuat untuk membangun mahligai rumah tangga, maka logikanya tidak akan mudah untuk mengingkari komitmen tersebut. Apalagi jika disebabkan oleh sesuatu yang tidak jelas faktanya.

Intinya, Keraguan yang dirasakan sebelum menikah adalah sesuatu yang wajar dialami oleh setiap calon pasangan suami istri. Anda tidak bisa menghindarinya. Hal yang bisa dilakukan adalah menghadapinya dan menemukan jalan keluar yang tepat.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page