Sungguh Aku Jatuh Cinta Padamu, Duhai Kakak Kelas Berlesung Pipi

  • Bagikan
kamu akan dipertemukan dengan jodohmu
kamu akan dipertemukan dengan jodohmu via instagram.com @apriliophoto

Aku sama sekali tidak dapat mengerti mengapa aku ada disini sekarang. Semuanya seakan terjadi dengan begitu cepat bahkan hingga kini pun otakku masih dalam proses berpikir untuk memahami apa yang sedang terjadi sekarang.

“Jadian! Jadian! Jadian!” semua suara itu kompak berkumpul menjadi satu dan memekakkan telingaku.

Aku yang didorong ke Tinu hanya bisa menahan dorongan itu dengan canggung. Teman-temanku dan teman dia memang payah. Seenaknya saja menyeret dan menodong kami berdua untuk saling mengungkapkan rasa kemudian meresmikan hubungan.

Tinu hanya tersenyum saat didesak untuk mengutarakan perasaannya padaku. Ia memang orang yang tak banyak bicara. Kepribadiannya yang sederhana itu terlihat sempurna di mataku. Kulitnya yang sawo matang dan lesung pipi itu memang berhasil melelehkan.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Dirimu yang Pernah Membuat Hari-Hari Ku Indah dan Bahagia

Sebenarnya aku telah menyukainya beberapa hari yang lalu. Saat kami bertemu di tempat bimbingan belajar. Ia setahun lebih tua di atasku. Meskipun berbeda sekolah, tapi sekolah kami memiliki lingkup yang sama. Sehingga tak sulit bagi teman-teman kami untuk bertemu dan saling menyusun rencana konyol ini.

“Mas, maaf ya temanku berisik,” ucapku dengan canggung dan penuh penyesalan. Aku sangat khawatir jika ia merasa tergangggu dengan kehebohan teman-temanku.

Ia tersenyum dan memamerkan lesung pipi andalannya itu, “Tenang, yang berisik bukan cuma temanmu kok.” jawabnya.

“Aku gatau kalau jadi kaya gini. Tadi mereka bilang mau beli es krim, jadi aku ikut.” kataku penuh hati-hati.

Baca Rekomendasi :   Aku Ingin Meminta Maaf Atas Segala Salah, Bahwa Pernah Menyakitimu Tanpa Sadar

Ia tertawa kecil, “Jadi kamu suka es krim?” tanyanya.

“Hmm lumayan,” jawabku tersenyum.

Ia mengangguk pelan, “Kalau aku, kamu suka ga?” tanyanya lembut.

Aku tak yakin wajahku berubah menjadi seperti apa sekarang ini. Mereka yang sedari mendengarkan tiap percakapan kami langsung kembali heboh saat Tinu mengatakan hal seperti itu.

Ia berhasil membuatku malu setengah mati. Maksutku, bagaimana bisa ia dengan jelas menanyakan hal seperti itu padaku. Tentu saja ia tahu jawabannya apa. Seluruh sekolahku dan sekolahnya menjadikan gosip kami berdua sebagai trending topic saat ini.

“Mas mau ngerjain aku ya?” tanyaku cemberut.

Ia tertawa dengan riang, “Aku anggap itu ‘iya’. Mulai hari ini, kita berdua pacaran.”

Baca Rekomendasi :   Dibalik Kebahagianmu Bersamanya, Aku Masih Terpuruk Dengan Semua Ini

Mukaku merah padam, ia mengenggam tanganku. Lalu dibawanya aku ke tukang es krim yang tadi.

“Nih, katanya kamu suka es krim. Kamu bilang suka es krim tapi ga bilang suka aku,” ucapnya sedikit cemburu.

Aku menyerngit heran, “Oh, mas Tinu ini ternyata orangnya cemburuan ya, bahkan sama es krim.”

Lalu kami tertawa. Temanku dan temannya memang konyol. Tapi terkadang justru merekalah yang membuat kami jadi selangkah lebih berani karena kami percaya bagaimanapun akhirnya kisah kami nanti, mereka akan tetap jadi sahabat. Mereka ada dibelakang kami untuk mendorong lebih maju dan menangkap jika terjatuh.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page