Teruntuk Singgah Yang Tidak Pernah Menjadi Sungguh

Namun sama seperti kebanyakan takdir yang terjadi, beberapa orang hanya datang untuk sekedar singgah dan tak pernah menjadi sungguh

Datang lalu pergi via instagram.com @erdiedsapurnama
0 197

Kadang beberapa orang datang silih berganti dalam kehidupan kita. Begitu banyaknya orang yang berlalu lalang dengan masing-masing kepentingan tentunya kita telah banyak menemukan berbagai macam orang dalam hidup. Ada yang memang membuat kita ingin lebih dekat atau membuat kita ingin menjaga jarak setelah dipertemukan dengan beberapa orang tersebut.

Tak terkecuali pula terkadang pertemuan kita dengan orang-orang berujung pada cinta. Seperti kebanyakan orang bilang, bahwa cinta adalah penggalan biru yang merupa awan. Teduh menyelimuti hiruk pikuk dunia dan menetramkan. Namun sama seperti kebanyakan takdir yang terjadi, beberapa orang hanya datang untuk sekedar singgah dan tak pernah menjadi sungguh.

Apa yang harus kita lakukan? Mempertanyakan mengapa takdir begitu kejam terhadap kita? Atau mempertanyakan mengapa hal yang sedemikian rupa terjadi pada hidup kita? Semakin sering kita bertanya dalam pikir, maka akan semakin banyak hal yang menganggu pikiran kita. Kemudian menjadi rumit dan tak terkendali. Sebenarnya kamu harus berfikir positif, jika ditakdikan untuk bersama, Allah akan memberikan kemudahan untuk bersatu.

Maka, aku bantu sampaikan sesuatu disini. Ketika kalian sedang bingung tentang apa yang telah terjadi dengan takdir dan diri kalian, percayalah ada jutaan orang di luar sana yang mungkin juga sedang melakukan hal yang sama. Dan yang perlu kalian yakinkan adalah semua yang datang dalam hidup, tak bisa terus menerus kita tuntut untuk menetap. Sebab ada beberapa orang yang diciptakan Tuhan untuk membuat kenangan dan memberikan kita proses untuk belajar.

Cara Tuhan memberikan proses belajar dalam hidup adalah dengan mempertemukan kita dengan orang-orang yang pernah singgah namun tak pernah menjadi sungguh. Ia akan abadi dalam kenangan dan hadir sebagai proses belajar kalian. Ada banyak hal yang bisa kita ambil. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita petik sebagai proses belajar.

1.  Lebih menghargai orang-orang yang ada disekitar kita.

Terkadang kehilangan menjadi hal yang menyakitkan namun memberikan pelajaran yang begitu luar biasa. Ia akan memberikan kita pelajaran bahwa seharusnya saat kita masih bisa bersama dengan seseorang maka kita harus menunjukkan rasa sayang kita kepada orang tersebut dengan baik. Sehingga tidak akan ada penyesalan di kemudian hari karena memperlakukan seseorang dengan tidak baik.

2. Perasaan itu selalu berubah dan dinamis seiring berjalannya waktu

Hal kedua yang bisa kita ambil pelajarannya adalah menyadari bahwa Tuhan maha membolak-balikan hati dan perasaan. Sehingga perasaan dapat berubah dan dinamis seiring berjalannya waktu. Mungkin hari ini kamu sedang terluka namun dikemudian hari bisa jadi kamu tersenyum mengingat kenangan yang buruk dan bersyukur karena pernah mengalami hal itu, maka kamu di masa depan menjadi lebih berhati-hati lagi dan berhasil meraih apa yang kamu inginkan.

3. Tidak akan pernah bisa memutar waktu dan merubah keadaan

Kita juga nantinya akan menyadari, bahwa waktu bisa menampar kita menghadapi kenyataan yang ada. Kita tak akan pernah bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan kita. Sebaliknya, dengan kesalahan yang pernah kita lakukan dapat dijadikan pelajaran dikemudian hari.

4. Pada akhirnya setiap orang memberikan kenangan yang berbeda

Percayalah, setiap orang yang pernah mampir dalam hidup kita memberikan kenangan yang berbeda. Bukankah disana letak menyenangkannya? Kalian bisa membagikan cerita-cerita kalian nantinya pada anak cucu kalian nanti.

Itulah, yang bisa kita ambil sebagai proses belajar dan pendewasaan diri. Tak perlu menyesal, karena setiap orang yang singgah mengajarkan hal yang berbeda. Dan dari sanalah, pribadi yang lebih baik akan terbentuk. Jadi, kini saatnya tersenyum dan ambilah sisi positif dari setiap hal buruk yang terjadi dalam hidup kita. Semoga kalian bisa memaafkan siapapun yang pernah singgah dan tak pernah menjadi sungguh, ya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page