Bukan Hidup Orang Lain Yang Lebih Enak, Kitanya Saja Yang Kurang Bersyukur

  • Bagikan

Media sosial adalah sebuah kecanggihan di dunia teknologi yang memberikan banyak manfaat, tapi juga berlaku sebaliknya, bisa membawa mudharat kepada kita, jika tidak digunakan dengan bijak. Dan bisa-bisa malah melahirkan juga banyak penyakit hati seperti iri, dengki, hasad, dan sebagainya.

Sebab tidak sedikit orang yang berlaku buruk, nyinyir, bahkan melakukan keburukan yang lebih hanya karena melihat yang nampak di depan matanya. Yang paling banyak adalah memudahkan kita merasa iri dengan hidup orang lain.

Saya pun mengakui kadang mengalami ini. Setelah melihat hal-hal membahagiakan yang dipost orang lain di social medianya, muncullah rasa iri dan berharap hidup saya seperti itu juga. Sekejap diikuti pula dengan pikiran menghakimi diri sendiri bahwa hidup saya sekarang ini menyebalkan, sehingga bagaimana pun caranya saya harus keluar dari keadaan ini agar hidup saya jadi menyenangkan.

Baca Rekomendasi :   Jangan Menyesali Perpisahan, Ingatlah Dibalik Itu Ada Rencana Allah yang Indah

Seolah ini semangat yang indah untuk memperbaiki diri. Tapi kalau berlebihan dan tak berhati-hati, kebiasaan merasa iri ini malah bisa mengundang banyak masalah. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk memulihkan kebiasaan merasa iri ini? Seharusnya setiap kali kita merasa iri, dan jangan persulit dengan mengurusi orang lain, kita harus melakukan hal berikui:

Tolong Berhenti Mencari Bahagia di Luar Diri

Maksudnya Bagaimana? Kita berpikir kita akan bahagia asalkan hidup kita seperti hidup orang lain, terutama seperti yang dipost di social medianya orang. Padahal bahagia bukan soal hal-hal di luar diri, tapi lebih tentang rasa berkecukupan menjalani hidup kita saat ini, dan penuhi hati dengan syukur yang melimpah.

Kita Harus Menyadari Diri Kita Saat Ini

Jangan mengutuk diri, cobalah untuk diam hening walau sejenak, hitung segala nikmat dari Allah. Dari kita bernapas, berjalan, berherak, melangkah, mengdedipkan mata, dan bahkan semua aktifitas dari tubuh yang Allah anugerahkan secara gratis. Dengan demikian secara perlahan kita akan bersyukur dan bersyukur, bahkan lupa dengan apa yang dilihat indah dari orang lain.

Baca Rekomendasi :   Patah Hatimu Jangan Terlalu Lama. Kamu Harus Bangkit Dari Itu Semua

Sadari Pikiran Yang Mengusik Dalam Bentuk Berandai-andai

Tolong kondisikan pikiran untuk mengandai-andai seperti apa yang dialami orang lain, tidak perlu terlalu percaya dengan pikiran itu. Kenyataannya, kalau pun hidup kita sudah seperti hidup orang lain yang kita dambakan itu, kemungkinan besar tetap saja kita masih berkeluh kesah dan tidak bahagia. Dan orang lain yang kita lihat hidupnya begitu bahagia itu ternyata tidak sebahagia yang kita kira.

Seorang teman dulu pernah berandai-andai, “Seandainya aku punya pasangan, pasti aku bahagia…” Namun sekarang, apa yang terjadi? Meski sudah punya pasangan pun, dia tetap merasa tidak bahagia.

Jadi, yang kita perlukan adalah sadar diri bahwa hidup yang kita punya sekarang, apapun keadaannya, sudah lebih dari cukup untuk membuat kita bahagia, hanya tergantung bagaimana kita menikmatinya saja.

Baca Rekomendasi :   Merantau Bukan Pilihan Tapi Keadaan yang Membuatku Jauh Dari Orang yang Kusayang

Jangan Terlalu Mengutuk Keadaan, Sadari Bahwa Pemberian Allah Adalah Yang Terbaik

Dan jangan terlalu mengutuk keadaan, buang jauh-jauh ego kita yang selalu saja membanding-bandingkan. Karena kalau kita lihat lebih dalam, hidup kita beserta segala momen yang menyertainya itu bukanlah hal yang biasa-biasa saja.

Itu semua enggak muncul begitu saja layaknya sulap. Namun momen saat ini, disini kini merupakan keajaiban. Sesederhana sadarilah keajaiban tubuh, pikiran dan nafas yang menemani.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page