Rumah Kurcaci D’Sawah, Tempat Wisata Baru di Malino yang Bikin Nyaman

Suasana yang sejuk di Rumah Kurcaci D’Sawah membuat betah belama-lama.

Rumah Kurcaci D’Sawah via instagram.com @rumahkurcaci_dsawah
0 210

Malino merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang kaya akan tempat wisata menarik. Daerah ini berada di dataran tinggi sehingga hawanya sejuk dan udaranya masih segar. Jika kamu sedang mencari tempat liburan akhir pekan yang tepat, Malino bisa menjadi pilihan.

Penginapan Unik di Tengah Alam Terbuka

Di Malino terdapat sebuah tempat wisata yang cukup terkenal karena keunikannya yaitu Rumah Kurcaci D’Sawah. Tempat wisata ini berupa penginapan atau vila yang berjajar sebanyak 12 buah. Dinamakan rumah kurcaci karena bentuknya yang mungil. Di sekitar lokasi terdapat hamparan persawahan dan bukit-bukit sehingga dinamai demikian.

Deretan rumah-rumah mungil ini bisa menjadi latar foto yang menarik ataupun tempat menginap yang nyaman. Seperti penginapan umumnya, di dalam rumah kurcaci terdapat kasur, televisi, dan berbagai fasilitas lain. Jika menginap di sini, kamu juga akan mendapatkan sarapan gratis untuk dua orang pagi harinya.

Rumah Kurcaci D’Sawah
Rumah Kurcaci D’Sawah via instagram.com @rumahkurcaci_dsawah

Satu penginapan dapat digunakan untuk menginap hingga empat orang dengan sewa per malam Rp400.000. Jadi, kamu bisa patungan dengan teman-teman jika ingin merasakan pengalaman bermalam di sini.

Baca Rekomendasi :   5 Tempat di Toraja yang Wajib Kamu Datangi Untuk Pecinta Alam Terbuka

Suasana paling menyenangkan di sini ialah ketika pagi hari. Segarnya udara dataran tinggi dengan kabut tipis membuat suasana pagi jadi romantis. Ketika malam, suasana di sini juga tak kalah keren dengan pemandangan dari atas bukit yang sangat menakjubkan.

Selain penginapan, di sini juga terdapat kantin yang menawarkan menu makanan yang lengkap, toilet yang bersih, dan lahan parkir yang cukup luas. Ada pula taman dengan pepohonan rindang dan kelinci-kelinci lucu berkeliaran di dalamnya.

Tarif masuk ke tempat ini tergolong murah. Jika hanya ingin berjalan-jalan atau berfoto saja tanpa menginap, pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp5.000 – Rp6.000 per orang.

Sempatkan Singgah ke Air Terjun Ketemu Jodoh

Setelah berjalan-jalan atau menginap di Rumah Kurcaci D’Sawah, kamu bisa singgah di tempat wisata lainnya yaitu Air Terjun Takapala atau Air Terjun Ketemu Jodoh. Air terjun ini berlokasi di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Baca Rekomendasi :   Asyiknya Camping di Padang Rumput Lappa Laona Barru

Air Terjun Takapala memiliki ketinggian 109 meter dan dikelilingi oleh kawasan pedesaan serta pepohonan rindang. Debit airnya cukup besar, apalagi ketika musim hujan. Curahan air tersebut membentuk kolam alami di bawahnya yang dapat digunakan untuk berenang. Namun, kamu harus hati-hati karena tekanan yang cukup kuat dari dasar kolam.

Jika dilihat dari ketinggian, kadang tampak biasan air seperti pelangi di atas kolam. Selain mandi di air terjun, kamu juga akan merasakan pengalaman hiking menuju air terjun dari tempat parkir.

Jalan menuju air terjun juga berupa jalan setapak yang dilengkapi tangga. Jalannya tidak terlalu curam, tetapi jumlah anak tangga cukup banyak. Kalau ingin langsung ke air terjun, kamu dapat memarkir kendaraan di dekat air terjun. Tak perlu khawatir kelaparan setelah hiking dan mandi, di sini terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman hangat seperti teh, kopi, dan pisang goreng.

Baca Rekomendasi :   Asyiknya Rekreasi Sambil Belajar Arkeologi di Taman Purbakala Sumpang Bita

Kawasan wisata air terjun ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Untuk masuk, pengunjung dikenakan tiket seharga Rp3.000.

Oh ya, untuk menuju ke Malino dari Makassar, kamu dapat melalui rute Makassar – Sungguminasa – Somba Opu, Bontomarannu Waduk Bili Bili, Parangloe, kemudian sampai di Malino.  Jangan lupa bawa baju ganti dan pakaian hangat jika berkunjung ke tempat wisata Rumah Kurcaci D’Sawah dan Air Terjun Takapala.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page