Tak Perlu yang Sempurna, Cukup Temukan yang Selalu Menerimamu Dengan Tulus

Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan seseorang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu lebih berarti dari apapun.

Penyesalan selalu datang belakangan
0 400

Dalam mencari pasangan, banyak diantara kita yang mencari dengan kriteria masing-masing bahkan nyaris sempurna. Padahal dia sendiri hanya pas-pasan dan bahkan cenderung tidak menarik. Cobalah berkaca sebelum menginginkan sesuatu, termasuk perihal jodoh. Jika memang kamu menginginkan orang yang baik, pastikan dirimu adalah orang yang baik juga.

Bahkan ada juga yang mencari yang sempurna baginya, padahal Jika engkau mencari yang sempurna maka seumur hidupmu tak akan engkau temukan. Karena sejatinya semua manusia punya kekurangan. Maka cukup temukan seseorang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun. Oleh sebab itu, Jangan mencari yang sempurna, cukup temukan yang membuatmu istimewa.

Karena Terkadang, Mata Kecintaan Akan Tumpul Terhadap Cacat Kekurangan, Seperti Kebencian Akan Selalu Melihat Keburukan.

Cinta yang jatuh pada Mata akan tumpul terhadap cacat kekurangan, tak melihat lagi kekurangan yang dimilikinya karena telah tertutup oleh Cinta. Begitu pun kebencian akan selalu melihat keburukan, karena Matanya tak mampu untuk melihat kebaikan yang dibuatnya.

Baca Rekomendasi :   Semakin Wanita Kangen Dengan Kekasihnya, Semakin Mudah Ngambek dan Marah

Maka jika seseorang Benci akan selalu melihat kekurangan dan kebaikan tak akan di akui karena telah terhalang di Matanya kebencian. Tapi ada juga yang membenci kemudian berakhir dengan cinta. Jadi kamu juga jangan terlalu membenci, sebab nanti kamu bisa berbalik jatuh hati.

Jangan Sia-Siakan Perhatian Orang yang Mencintaimu, Apalagi Dia yang Siap Untuk Menjadi Kekasih Halalmu.

Jangan sia-siakan ia, yang apalagi siap untuk menjadi Imammu. Jangan sampai ketika engkau baru menyadarinya tak ada yang sepertinya barulah engkau mencarinya padahal ia sudah bersama orang lain. Berdo’alah kepada Tuhan, Jika ia memang bukan jodohmu. Mohon, semoga dihadirkan manusia yang lebih baik lagi darinya.

Jangan pernah memberikan harapan palsu kepada orang yang ingin mengajakmu ke hubungan yang lebih serius. Jika kamu memang mencintainya dan mempunyai niat yang sama, cukup mengiyakannya saja. Dan jika memang tak ada niat hidup bersamanya, jangan pula mengikatnya dalam hubungan yang tak pasti, karena kelak hanya ada penyesalan.

Baca Rekomendasi :   Cemburumu Membuatku Bimbang, Antara Harus Bertahan atau Memilih Melepaskan

Seseorang yang Menjauh Bukan Berarti Dia Tak Senang Padamu, Hanya Saja Dia Sadar Bahwa Kehadirannya Membuatmu Terganggu.

Jika ada seseorang yang mendekatimu dengan segala usahanya, sedangkan kamu masih biasa-biasa saja dan cenderung menjadikannya sebagai pelampiasan saja. Percayalah kelak dia akan menjauh dan mengurukan langkah, bukan berarti dia tak senang padamu. Hanya saja dia sadar dan sangat tahu diri bahwa kehadirannya dalam hidumpu membuatmu terganggu.

Kesadarannya dan tahu dirinya membuat ia menjauh bahwa engkau terganggu dengan kehadirannya dalam hidupmu. Mungkin dengan ia lakukan seperti itu membuat kamu sadar, jika tidak berarti engkau tak menghargai dirinya yang padahal ingin memperjuangkanmu.

Satu Hal yang Harus Kamu Tahu, Kepekaan Adalah Rasa yang Tak Semua Orang Memiliknya. Dan Saat kamu Peka, Dia Telah Menjauh Dari Dirimu Bisa Jadi Menyesal.

Mungkin selama ini, dia yang memberikana perhatian dan mengajakmu untuk menjalin kasih dengan serius. Namun hanya saja kamu lebih memilih untuk menjadikannya sebagai tempat curhat, dan sebagai modal untuk membuat orang yang inginkan dan sayang cemburu. Sehingga kehadirannya sangat menguntungkan bagimu dan tak peduli dengan perasaannya.

Baca Rekomendasi :   Bukankah Sepi Membuat Kita Lebih Merasai Makna Dari Keramaian

Namun kelak, ketika dia benar-benar pergi dan kehadariannya yang selalu ada untukmu kini sudah tak ada lagi. Kamu pun mulai sadar, bawha dia adalah orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, menerimamu dengan segala keluh kesahmu. Kini sudah berpaling dan memilih bahagia dengan orang yang membalas cintanya juga. Pada akhirnya kamu pun mulai menyesal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page